DANCE FOR RICH MAN

DANCE FOR RICH MAN
S2. King - Dua pria berkuasa


__ADS_3

King dan Achelio mendatangi apartemen Dexter pada malam hari itu. Tapi, sepertinya apartemen tersebut kosong, karena sudah memencet bel berulang kali tidak ada tanggapan. Kemudian kedua pria tampan itu beranjak dari sana, memutuskan mencari Dexter ke rumah orang tuanya. Dan benar saja, ketika kedua pria itu sampai di halaman rumah mewah orang tua Dexter, mereka melihat pria yang sedang di cari sedang duduk di teras rumah.


Dexter mendongak ketika melihat ada mobil mewah berhenti tidak jauh darinya. Kedua mata pria tersebut membulat sempurna ketika melihat dua pria turun dari mobil dan tidak asing baginya. Dia segera berdiri dan berniat melarikan diri, namun terlambat karena Achelio dengan cepat berlari lalu menendang punggung pria tersebut hingga jatuh tersungkur di atas lantai.


DUG!!


"Argghh!" teriak Dexter kesakitan ketika wajahnya menghantam lantai sangat keras. Dia berusaha bangkit sambil memegangi hidungnya yang berdarah akibat dari terbentur lantai, tapi lagi-lagi gerakannya kalah cepat dengan Achelio yang menginjak kepalanya.


"Lio! Apa yang kau lakukan!" pekik Dexter sambil menahan sakit ketika kepalanya di injak oleh Achelio.


"Shitt! Kau masih bertanya  kenapa? Apakah kau tidak sadar dengan kesalahan yang sudah kau perbuat pada adikku!" geram Achelio, semakin menekan kepala Dexter ke atas lantai dengan penuh emosi.


"Le-lepaskan aku, aku akan menjelaskannya," pinta Dexter dengan terbata dan nafas terengah-engah, karena menahan rasa sakit di sekitar kepala dan wajahnya.


"Jangan berikan ampun, Lio!" King bersuara dengan penuh penekanan dan terdengar sangat mengerikan. Wajahnya mengeras, bertanda jika pria tersebut sangat emosi, dan ingin mengeksekusi Dexter dengan tangannya sendiri, akan tetapi Lio menahannya, seolah memberikan kode kalau dirinya tidak boleh ikut campur dalam kekerasan tersebut.


"Tentu, King! Karena aku tidak akan melepaskan pecundang ini yang sudah membuat Alessia terluka!" balas Achelio, menyeringai iblis, lalu menundukkan setengah badannya, seraya mencengkram dan menarik rambut Dexter sangat kuat dan tanpa ampun.


"Arghh!!!" teriak Dexter, ketika merasakan sakit luar biasa di area kepalanya, seolah kulit kepalanya ingin lepas dari tempatnya karena di injak dan rambutnya di tarik secara bersamaan.

__ADS_1


Suasana di halaman rumah tersebut terlihat sepi, mungkin karena sudah lewat tengah malam dan para penjaga di sana sudah beristirahat, sedangkan pengamanan di rumah tersebut menggunakan sistem otomatis. Jadi, tidak ada yang bisa menolong Dexter pada saat itu.


Belum puas membuat Dexter kesakitan. Achelio memberikan bogem mentah bertubi-tubi pada wajah Dexter hingga babak belur.


"Kau sudah membangunkan harimau tidur, Dexter!" King berjongkok lalu menepuk wajah Dexter yang babak belur dan berlumur darah.


"Kalian psikopat!" Dexter masih punya tenaga untuk mengumpat, meskipun dengan suara lirih tidak berdaya.


BUGH!!!


King melayangkan tinju mautnya ke wajah Dexter, hingga membuat Dexter langsung pingsan seketika.


*


*


"Apa yang kalian lakukan?!!" teriak ayah Dexter dengan penuh emosi, menatap tajam pada dua pria yang sudah membuat putranya babak belur.


"Menurut Anda?" tanya King dengan gaya santai, tapi terlihat sangat menakutkan. Aura gelap dan mematikan mengelilingi pria tersebut, hingga membuat siapa pun akan ketakutan saat melihatnya, termasuk ayah Dexter.

__ADS_1


"Aku akan menutut kalian!!" sentak ayah Dexter dengan penuh emosi bercampur takut. Meski dia sedang marah pada putranya, tapi tetap saja dia tidak terima jika ada yang menyakiti Dexter--putra tunggalnya.


"Silahkan saja, jika berani! Aku akan membuat perusahaanmu bangkrut sampai ke akarnya!!!" ancam Achelio penuh penekanan dan emosi.


Mendengar ancaman Achelio tentu saja langsung membuat pria paruh baya itu bungkam dan tidak berani melawan, karena dia tidak ingin perusahaannya bangkut dan akhirnya jatuh miskin.


"Jangan Tuan. Saya mohon maafkan saya yang lancang ini," mohon ayah Dexter ketakutan sambil menyatukan kedua tangannya di depan dada.


"Kau sudah tahu 'kan kesalahan putramu yang kau banggakan ini?!" tanya Achelio dengan nada mengerikan dan masih menatap tajam pria paruh baya itu.


Ayah Dexter mengangguk cepat seraya menyeka keringat dingin yang membasahi keningnya. Dia benar-benar ketakutan saat ini.


"Karena putramu sudah lancang menyakiti hati adikku, maka aku akan membatalkan kerja sama dan menarik semua saham dari perusahaanmu!" ucap Achelio dengan penuh penekanan.


Pria paruh baya itu semakin pias dan ketakutan, jika perusahaan Achelio menarik semua saham dan membatalkan kerja samanya, maka investor lain akan melakukan hal yang sama, karena perusahaan yang kini di pimpin oleh Achelio sangat berpengaruh dalam dunia bisnis.


"Tuan, aku mohon jangan lakukan itu. Aku akan memberikan hukuman kepada putraku, tapi jangan membatalkan kerja sama perusahaan kita." Ayah Dexter memohon sambil menggosokkan kedua tangannya di depan dada. Wajahnya terlihat pucat dan bibirnya bergetar, menandakan jika pria paruh baya itu benar-benar ketakutan.


"King, ayo!!!" ajak Achelio agar segera kembali ke rumah sakit, tanpa mendengarkan permohonan pria paruh baya itu.

__ADS_1


"Sabar ya, Tuan." King menepuk pundak pria paruh baya itu dengan santai, kemudian segera mengikuti Achelio yang sudah masuk dan duduk manis di dalam mobil.


__ADS_2