DANCE FOR RICH MAN

DANCE FOR RICH MAN
Extra Part 6


__ADS_3

Semua orang sangat bahagia mendengar kabar bahagia kalau Quen hamil anak kedua. Tak terkecuali Jeff dan Safira yang berada di Indonesia.


"King senang?" tanya Mike kepada putranya yang sejak tadi diam saja.


"Sangat senang, kata Oma mempunyai adik bayi sangat menyenangkan," jawab King dengan wajah yang sangat ceria.


"Syukurlah kalau begitu." Mike bernafas lega, karena dia takut kalau putranya tidak menginginkan adik bayi.


"Kamu harus menjaga kehamilan istrimua, Mike." Cecilia mengingatkan putranya.


"Tenang saja, Mom. Mike adalah pria yang sangat siaga." Quen yang menjawab ucapan ibu mertuanya.


"Mommy juga tahu itu, tapi takutnya Mike lupa, karena dia 'kan sekarang sibuk bekerja," jelas Cecilia.


"Terima kasih sudah mengingatkan, Mom. Aku akan selalu mengingat anak dan istrinya, jadi jangan khawatir." Mike tersenyum kepada ibunya yang juga tengah tersenyum kepadanya.


Suasana di ruang keluarga itu sangat hangat dan bahagia. Mereka semua bercanda dan tertawa.


*


*

__ADS_1


Beberapa hari kemudian. Mike berhadapan dengan ayahnya yang sedang memohon bantuan kepadanya.


"Ada apa?" tanya Mike dingin. Dia tidak membenci ayahnya, hanya saja dia masih marah karena tidak menyangka dan tidak percaya bahwa ayahnya yang dia anggap baik dan bijaksana ternyata telah menduakan ibunya selama puluhan tahun. Ayahnya menikah lagi dengan wanita yang usianya lebih muda dari ibunya.


"Mike, mohon bantu perusahaan Daddy," ucap Pria yang usianya sudah tidak muda lagi itu.


"Maaf, aku tidak bisa! Aku harap Anda segera keluar dari ruanganku!" Secara tidak langsung Mike mengusir ayahnya sendiri agar segera pergi dari kantornya.


"Mike, kenapa kamu begitu tega sama Daddy. Aku sudah membesarkanmu dengan kasih sayang dan cinta, tapi apakah ini balasanmu?!"


"Kau sedang mengingatkan aku balas budi?!' Mike menatapa tajam ayahnya.


"Iya!" jawab pria tersebut.


"Dan, sekarang kau datang ke sini, ke perusahaan ibuku untuk meminta bantuan? Apakah kamu tidak mempunyai rasa malu sama sekali?!" ucap Mike penuh penekanan dan emosi. Sedangkan pria paruh baya yang ada di hadapannya itu mengepalkan kedua tangannya dengan erat, seraya menunduk malu.


"Pergi dari sini!" usir Mike dengan nada tegas.


"Maafkan Daddy karena sudah membuatmu kecewa," ucap Pria paruh baya itu sebelum keluar dari ruangan putranya.


Mike menghembuskan nafasnya dengan kasar, lalu melonggarkan dasinya yang melingkar di lehernya.

__ADS_1


*


*


Malam hari telah menyapa.


Mike pulang ke rumahnya di sambut oleh anak dan istrinya. Rasa lelahnya langsung hilang saat melihat senyuman yang orang yang di cintainya. Mike memeluk istri dan anaknya secara bersamaan.


"Daddy, kenapa lama sekali?" tanya King yang berada di gendongan ibunya.


"Maaf, Daddy banyak kerjaan." Mike menjawab lalu mengambil alih putranya dari gendongan Quen.


"Sayang, jangan menggendong King lagi," ucap Mike mengingatkan istrinya.


"Tidak apa-apa, Dad. Aku hanya menggendongnya sebentar kok." Quen menjawab sambil tersenyum tipis lalu mengambil tas kerja suaminya.


"Nanti kamu kelelahan." Mike berjalan sambil menggendong putranya berjalan mengukuti sang istri yang berjalan menuju ke arah tangga.


"Bisa tidak jangan berlebihan." Protes Quen tanpa menghentikan langkahnya menuju kamar mereka. "King baru berusia 3 tahun.  Da masih membutuhkan perhatian dan kasih sayang dari kita!" lanjut Quen mengomeli suaminya.


Mike membuang nafas kasar, lebih memilih diam kalau istrinya sudah marah seperti ini.

__ADS_1


🍃**TAMAT🍃**


__ADS_2