
King memarkirkan mobil mewahnya di halaman rumah mewah keluarga Eugino. King dan Kaisar turun dari mobil bersamaan, dan melangkah masuk ke dalam rumah tersebut. Kedatangan mereka di sambut oleh seorang gadis cantik.
"Kai, akhirnya kamu datang," sapanya dengan penuh ceria akan tetapi langkah kakinya menghampiri King dan memeluk pria tersebut.
Kaisa mencebik, seraya melirik sebal pada King yang di peluk oleh gadis tersebut yang tak lain adalah Alpha. Padahal dia sudah sangat lama menyukai Alpha akan tetapi gadis tersebut tidak pernah meliriknya.
"Heh, bocah! Minggir!" King melepas pelukan Alpha, lalu mendorong kepala gadis tersebut dengan salah satu tangannya.
Alpa mengerucutkan bibir, sebal pada King yang selalu bersikap dingin kepadanya. "Aku sudah besar tahu! Bukan bocah lagi!" sungutnya menatap sebal pada King.
"Terserah!" balas King cuek.
"Di mana semua orang? Kenapa rumahmu terlihat sepi?" tanya King mengabaikan gadis tersebut yang masih sebal kepadanya. Sebenarnya King ingin menanyakan keberadaan Alessia akan tetapi dia segan.
"Mommy dan Daddy sedang pergi ke supermarket, sedangkan Kak Ale dan Lio sibuk dengan pasangannya masing-masing!" jawab Alpha dengan malas.
__ADS_1
"OH." King hanya membulatkan mulutnya saja, menanggapi penjelasan gadis tersebut, kemudian dia memundurkan langkahnya dan berpamitan kepada adiknya. "Aku pulang, jika sudah selesai mengerjakan tugas kuliahmu, segera hubungi aku, aku akan menjemputmu." King mengusap kepala adiknya, akan tetapi tangannya langsung di tepis oleh Kaisar.
"Aku bukan anak kecil, jadi jangan mengusap rambutku!" protes Kaisar pada kakaknya yang malah tersenyum meledeknya.
"Bagiku kamu tetaplah bocah tengik yang menyusahkan!" King terus meledek adiknya, hingga membuat Kaisar kebakaran jenggot.
King tergelak saat melihat adiknya kesal, lalu segera keluar dari rumah tersebut dan masuk ke dalam mobil mewahnya.
"Kalian berdua selalu saja seperti kucing dan tikus kalau bersama!" ucap Alpha pada Kaisar yang masih terlihat cemberut.
"Ish, minggir sana, jangan seperti ini!" Alpha terlihat risih lalu menurunkan tangan kekar Kai yang melingkar pundaknya. Kemudian ia berjalan menuju ruang keluarga.
"Ck!" Kai mendengus sebal kemudian berdecap, karena Alpha selalu ketus kepadanya.
Kaisar dan Alpha kuliah di kampus dan mengambil jurusan yang sama. Jadi, kalau ada tugas kuliah maka mereka akan mengerjakan bersama.
__ADS_1
"Al, bolehkah aku bertanya kepadamu?" tanya Kai seraya meletakkan tas punggungnya di sofa, kemudian mengeluarkan laptopnya dan meletakkannya di atas meja.
"Hem, tanyakan saja," jawab Alpha tanpa menoleh, karena saat ini dia sedang sibuk membuka laptopnya.
"Kamu menyukai King?" Kai menatap wajah cantik Alpha dari samping.
"Hanya gadis buta yang tidak menyukai pria sempurna seperti King."
Kai tersenyum kecut saat mendengar jawaban Alpha yang membuat hatinya terluka. Tapi, secepat mungkin dia berusaha bersikap biasa saja, agar gadis itu tidak curiga.
Alpha menatap Kai yang terlihat diam melamun, tapi gadis tersebut cuek dan segera mengerjakan tugas kuliahnya tanpa bertanya apa pun pada pria yang ada di sampingnya itu.
Membahas tentang King, membuat Alpha jadi senyam-senyum sendiri, karena King adalah definisi pria yang sangat sempurna di matanya.
Kai mengerutkan kening, lalu menyenggol lengan Alpha yang terlihat mesam-mesem seperti orang waras.
__ADS_1
"Sepertinya otakmu sudah geser!" ucap Kai pada Alpha yang terkejut.