
“Quen, aku merindukanmu,” bisik Mike pada istrinya yang tidur membelakanginya karena istrinya itu masih marah karena Clarie memeluknya.
“Jangan menggangguku!” Quen menepis tangan suaminya yang sedang mengelus perutnya beberapa kali.
“Quen ...” Mike tentu saja tidak mau menyerah, dia menggunakan berbagai cara agar tetap mendapatkan hak-nya.
Mike menarik tubuh istrinya hingga merapat ke tubuhnya, meski mendapatkan protes dari istrinya, tapi Mike tidak berhenti dan tidak memedulikan omelan Quen yang begitiu memekakan telinga.
“Mike, aku akan marah kalau kau memaksaku!” kesal Quen seraya berusaha keras lepas dari dekapan suaminya itu.
“Aku tidak peduli!” Mike segera menindih tubuh sexy istrinya, dan mencekal kedua tangan Quen dalam satu genggaman dan meletakkannya di atas kepala istrinya, jadi Quen saat ini tidak bisa berkutik di bawah kungkungan Mike.
“Mike, lepas ... emhppp.” Quen memekik tertahan saat bibirnya di bungkam dengan ciuman buas suaminya.
__ADS_1
Mike mencium bibir istrinya dengan sangat rakus, memagut bibir manis yang sudah menjadi candunya itu atas bawah bergantian, lalu ia menelusupkan lidahnya ke dalam rongga mulut istrinya.
Quen yang awalnya menolak sentuhan suaminya, kini menjadi terbuai, membalas ciuman suaminya tidak kalah rakus, bahkan saat ini mereka berperang lidah dan bertukar salivanya.
“Ah ... ah ...” Quen mendessah saat salah satu tangan kekar Mike menyentuh dua bukit kembarnya secara bergantian.
Mike yang sudah tidak tahan, langsung menurunkan boxernya, lalu beralih menurunkan cilini dilim istrinya dengan satu kali tarikan langsung lolos dari kedua kaki jenjang itu,
“Ah, Mike ...” Quen melenguh saat kedua pahanya di buka dengan lebar, lalu Mike mengarahkan senjatanya ke ujung sana sambil menggesekkan senjatanya di permukaan lembah istrinya dengan gerakan pelan.
“Ouh ... ah ...” Mike melenguh panjang ketika merasakan kenikmatan dunia yang tiada tandingannya.
“Mike, pelan-pelan.” Quen menatap wajah tampan suaminya yang terlihat memerah, ia meraba dada bidang suaminya yang terdapar beberapa luka sayatan dan tembakan, sampai saat ini dia masih bertanya-tanya tentang luka itu.
__ADS_1
“Maaf, aku terlalu bersemangat.” Mike bergerak pelan lalu menundukkan kepala, mencaplok bibir istrinya dengan rakusnya, sambil terus bergerak di bawah sana dengan gerakan pelan tapi pasti, membuat Quen merem melek keenakan.
Quen menganggukkan kepala, lalu membalas ciuman suaminya seraya mengalungkan kedua tangannya di leher yang kokoh itu.
Suara lenguhan dan dessahan terdengar dari bibir Quen saat merasakan kenikmatan yang di berikan oleh suaminya. Sedangkan Mike sendiri mengekspresikan rasa nikmatnya dengan sebuah gerakan yang cepat dan penuh semangat.
Malam yang panjang telah di mulai. Karena Mike tidak akan melepaskan Quen sampai dirinya merasa puas.
Quen tidak masalah, selama dia bisa melayani suaminya, sampai pagi pun akan dia lakukan. Padahal awalnya Quen menolak, tapi setelah merasakan nikmat, ia juga tidak ingin berhenti, inginnya terus di hujam dengan senjata suaminya yang sebesar pergelangan tangan orang dewasa yang mentok sampai perut yang paling dalam.
***
Maaf, Emak lagi khilaf makanya bikin part anu, tapi kalean pasti senang ‘kan karena bisa anu 😂😂😂🙈
__ADS_1
Jangan lupa kasih dukungan, berupa like, komentar, dan setangkai bunga mawar merah🌹