
Malam harinya, tepat jam 7 malam waktu setempat. Mike dan Carlos baru pulang bekerja. Kedua pria itu memasuki kamar masing-masing.
Mike menatap istrinya yang duduk di atas ranjang sambil memainkan ponsel tanpa menatap dirinya. Jangkun Mike naik turun saat melihat baju dinas yang dikenakan oleh istrinya. Tapi, melihat istrinya sepertinya sedang kesal kepadanya, ia memutuskan menahan diri lalu berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri, tapi sebelumnya ia meletakkan tas kerjanya lebih dulu di atas sofa.
Quen menghela nafas panjang ketika suaminya sudah menutup pintu kamar mandi. Kemudian ia melanjutkan bermain game yang ada di ponselnya.
Lima belas menit kemudian, Mike keluar dari kamar mandi hanya mengenakan selembar handuk yang melingkar di atas pinggangnya dan menutupi asetnya yang sangat berharga.
"Sepertinya hari ini kamu bersenang-senang sampai menghabiskan banyak uang," ucap Mike kepada istrinya yang sama sekali tidak menoleh kepadanya. Sebenarnya apa yang sudah terjadi? Apakah ia membuat kesalahan hingga istrinya sama sekali tidak memedulikannya.
"Kamu keberatan?" ketus Quen masih asyik menekuri layar ponselnya.
__ADS_1
"Aku tidak pernah keberatan dan memedulikan uang yang sudah kamu habiskan!" Mike berkata dingin dan sangat datar.
Quen meletakkan ponselnya lalu melipat kedua tangannya di dada sambil menatap suaminya dengan tajam.
"Aku tidak bahagia dengan semua harta yang kamu berikan kepadaku kalau diantara kita masih ada sebuah rahasia besar!" balas Quen dengan nada pelan namun penuh penekanan.
"Apa maksudmu?!" Mike berkacak pinggang. Tubuhnya yang atletis dan perutnya yang kotak-kotak seperti roti sobek terpampang nyata di hadapan Quen. Namun, Quen berusaha tidak terpengaruh dengan tubuh sexy suaminya yang selalu membuat gairahnya memuncak. Ah, sial! Baru saja dibahas kini bagian bawahnya sudah terasa gatal, seolah ingin segera di cobl*os dengan milik suaminya.
"Masa lalumu!" jawab Quen seraya menatap dada bidang suaminya, lalu tetapan matanya itu semakin turun dan berhenti tepat di sela paha suaminya yang terlihat menggembung. Lagi bobok ganteng saja terlihat menggembung besar, apalagi kalau bangun, sudah seperti botol sampanye. Wk wk wk, ngeri bayanginnya.
"Semuanya!" balas Quen seraya merangkak seperti seekor kucing betina yang sangat nakal.
__ADS_1
"Puaskan ini dulu. Setelah itu, aku berjanji akan memberitahukan apa pun yang ingin kamu ketahui." Melepaskan handuknya hingga teronggok di ujung kakinya. Ia menatap ke bawah di mana sejatanya sudah tegak menantang dan siap untuk bertempur.
"Awas saja kalau berbohong, kamu akan tahu akibatnya!" ancam Quen tidak main-main seraya menggegam senjata suaminya dengan tanga kananya, lalu ia menggigit kecil ujung senjata suaminya yang botak glowing itu.
"Awww!" Mike merasakan ngilu sekaligus nikmat.
"Lakukan sekarang, Sayang." Mike menarik tengkuk istrinya dengan kasar, saat Quen sedang melakukan sesuatu yang enak di senjatanya.
"Ah ..." Mike merem melek keenakan saat senjatanya masuk ke dalam mulut istrinya dengan gerakan cepat. Ia sudah tidak tahan lagi, kemudian ia menarik senjatanya dan mendorong istrinya hingga terlentang di atas tempat tidur. Dan selanjutnya penyatuan malam itu di mulai.
Suara dessahan dan lenguhan terdengar memenuhi setiap sudut kamar tersebut. Baik Quen atau Mike sudah saling candu.
__ADS_1
***
Ngantuk gaes, sesok lagi ya, wk wk wk wk.