DANCE FOR RICH MAN

DANCE FOR RICH MAN
S2. King - Kai Yang Pemaksa


__ADS_3

"Aku akan mengantarkanmu!" Paksa Kai seraya mencekal lengan kanan Alpha, lalu menariknya lengan gadis itu menuju taksi yang kebetulan berhenti di tak jauh dari sana.


"Kai, aku tidak mau!" Alpha memberontak ketika dirinya dijejalkan ke dalam taksi.


"Diam, Al, atau aku akan menciummu di sini!" ancam Kai tidak main-main, seraya mendudukkan diri di samping Alpha.


Alpha langsung terdiam, menggeser duduknya, menjauh dari Kai, kemudian dia memalingkan wajah, menatap jalanan raya yang banyak mobil berseliweran dan beberapa orang berjalan kaki di atas trotoar yang tersusun rapi.


"Al," panggil Kai lalu menggenggam tangan gadis itu dengan sangat erat. Dia sadar kalau yang dia lakukan saat ini adalah sebuah kesalahan, memaksa gadis itu untuk menerima cintanya.


"Aku sedang tidak ingin bicara!" balas Alpha dengan ketus dan penuh penekanan, tanpa  menoleh pada Kai, kemudian dia menarik tangannya yang digenggam oleh pemuda itu.


"Tuan, antarkan aku ke rumah sakit X," ucap Alpha pada sopir taksi.


"Baik, Nona," jawab sopir taksi patuh, lalu melajukan taksi yang dia kendarai menuju rumah sakit X.


15 menit kemudian. Taksi yang di tumpangi Alpha dan Kai sampai di depan rumah sakit yang dituju.


"Thanks," ucap Alpha ketika turun dari taksi seraya menyerahkan ongkos kepada sopir tersebut.


"Simpan uangmu, biar aku yang membayarnya," ucap Kai pada Alpha seraya mengambil dompetnya.


Alpha langsung memasukkan uangnya kembali ke kantong celana, kemudian berjalan memasuki rumah sakit tersebut, tanpa memedulikan Kai.


Kai menoleh pada Alpha yang meninggalkannya, lalu dengan cepat dia mengambil uang dari dompetnya dan memberikannya pada sopir tersebut, lalu berlari tergesa mengejar Alpha.

__ADS_1


"Hei! Anak muda, uangmu kebanyakan!" seru sopir taksi tersebut seraya memperlihatkan $300 dari jendela taksinya. Sopir tersebut menghela nafas panjang ketika penumpangnya itu tak menyahut sama sekali. Lalu dia memasukkan uang tersebut ke dalam saku kemeja nya, dan segera menjalankan taksinya lagi, mencari penumpang.


*


*


"Alpha, kau marah padaku?" tanya Kai pada Alpha yang terus berjalan dengan langkah lebar seolah tidak mempedulikannya.


Alpha menghentikan langkahnya, lalu menatap tajam Kai yang sejak tadi terus mengekorinya.


"Berhenti mengikuti aku, Kai!" balas Alpha dengan nada tidak suka.


"Why? Sekarang kau adalah kekasihku, jadi aku berhak mengikutimu ke mana pun kau pergi!" balas Kai dengan santai, lalu menggenggam erat tangan gadis itu, tanpa mempedulikan penolakan dari Alpha.


"Dasar pemaksa!" umpat Alpha pada Kai dengan penuh kesal.


Mendengar jawaban Kai tentu saja membuat Alpha semakin jengkel.


Tiba di depan ruang rawat, Alessia. Kai dan Alpha langsung masuk ke ruangan tersebut, mereka berdua di sambut oleh Arra dan Carlos.


"Kalian datang berdua dan bergandeng tangan?" Arra menatap curiga.


"Mom ... jangan sal...," ucapan Alpha terhenti ketika Kai memotong perkataannya.


"Aunty, Uncle dan Alessia, aku dan Alpha mulai hari ini sudah resmi berpacaran," ucap Kai berbangga hati, seraya mengangkat salah satu tangannya yang sedang menggenggam tangan Alpha.

__ADS_1


Kedua mata Alpha membola sempurna lalu segera menarik tangannya yang digenggam erat oleh pria tersebut. Dia sangat tidak suka Kai yang terus memaksanya.


"Kai!" geram Alpha menatap tajam pria tersebut.


Sedangkan Kai yang di tatap seperti itu malah nyengir kuda seraya mengerlingkan sebelah matanya dengan nakal, hal itu membuat Alpha semakin jengkel setengah mati.


"Selamat untuk kalian berdua. Tapi, bagaimana bisa kalian jadian? Bukankah selama ini kalian berteman?" tanya Alessia di sela rasa terkejutnya.


"Iya, Mommy dan Daddy sangat terkejut mendengarnya, tapi kami senang dengan hubungan kalian berdua ... iya 'kan, Carlos?" ucap Arra sangat senang, seraya melirik suaminya.


"Iya, Daddy sangat senang mendengarnya. Karena kamu tidak salah pilih," ucap Carlos seraya beranjak dari duduknya, menghampiri putri bungsunya, lalu mengusap pucuk kepala Alpha dengan penuh kasih sayang.


"Daddy, seharusnya tidak setuju dengan hubungan kami, karena dia sudah memaksaku!" jawab Alpha mengadu pada Carlos dengan nada manja, seraya menunjuk Kai, sengit.


"Bohong, Uncle, jangan percaya dengan ucapan Alpha," sahut Kai pada Carlos yang kini sedang menatapnya.


"Iya, Uncle percaya padamu," jawab Carlos tersenyum lalu menepuk pundak Kai beberapa kali.


"Yesss!" seru Kai di dalam hati.


Sedangkan Alpha semakin memanyunkan bibirnya, karena tidak ada satu orang pun yang berpihak kepadanya.


"Mereka semua sangat menyebalkan!" rutuk Alpha di dalam hati.


***

__ADS_1


Mohon maaf, kalau ada typo, nanti akan direvisi. Nulisnya ngebut sambil nungguin anakku sekolah😁🙏


__ADS_2