
"Dasar murahan!" cibir Safira pada suaminya yang langsung luluh setelah mendengar Mike akan membelikan mobil mewah. "Dulu katanya ingin menebas leher pria yang sudah menghamili putrimu, tapi nyatanya ..." Safira tidak hentinya mencibir suaminya yang mempunyai sifat matre.
"Itu hanyalah masa lalu, Mom. Lagi pula selama ini Mike 'kan sudah baik kepada kita semua, bukankah begitu?" Jeff membela diri dan tidak lupa meminta pendapat dari istrinya.
"Haiss!" Safira hanya mencebik menanggapi ucapan suaminya. Kemudian kedua matanya kembali fokus pada cucu pertamanya yang sangat tampan dan juga menggemaskan.
Quen tertawa mendengar perdebatan orang tuanya, kemudian ia menatap suaminya yang sedang menahan tawa sambil menggenggam tangannya.
"Daddy-mu sangat persis seperti kamu," bisik Mike pada istrinya yang tengah menatapnya.
"Maksudmu?" Quen menaikkan sebelah alisnya.
"Sama-sama matre," jelas Mike membuat istrinya langsung mengerucut sebal. Mike terkekeh lalu mencubit gemas hidung mancung istrinya, kemudian ia menundukkan kepala, mencium bibir Quen sekilas. "Tapi, aku suka kalau kamu matre," bisik Mike seraya mengulas senyum tipis.
__ADS_1
CUP
Quen mengecup bibir suaminya, seraya menangkup wajah Mike dengan kedua tangannya, lalu berkata, "Mike, apakah kamu tidak berniat memberitahukan kabar bahagia ini kepada ibumu?"
Mike terdiam sesaat ketika mendapatkan pertanyaan tersebut, ia memegang kedua tangan istrinya yang masih menangkup wajahnya.
"Apakah harus?" Mike balik bertanya, menatap istrinya dengan dalam.
"Aku rasa begitu. Dia harus tahu kalau putranya kini sudah mempunyai kehidupan yang sempurna, mempunyai istri cantik dan baby boy yang sangat tampan," jelas Quen pada suaminya yang masih menatapnya dengan lekat.
Quen mengangguk sembari tersenyum menanggapinya.
*
__ADS_1
*
"Cucu Opa yang tampan, kenapa dari tadi bobok terus? Apakah kamu tidak mau bermain dengan Opa?" Jeff berbicara pada cucunya yang masih asyik terpejam di dalam box bayi. Bayi itu terlihat sangat pulas setelah beberapa saat yang lalu selesai mengisi perutnya dengan Asi.
"Opa, jangan mengganggu cucu kita! Nanti kalau King terbangun bisa kacau karena Mommy-nya baru tidur!" omel Safira sambil memukul punggung suaminya pelan. Safira dan Jeff kompak merubah panggilan mereka menjadi Opa dan Oma setelah cucu mereka lahir ke dunia.
"Aku sangat gemas dengan King, Oma." Jeff menjawab sambil menjawil pipi gembul cucunya dengan gemas. "Btw, kemana Mike? Sejak tadi tidak kelihatan?" tanya Jeff baru sadar kalau menantu kesayangannya tidak ada di ruang rawat inap tersebut.
"Katanya ingin bertemu dengan ibunya," jawab Safira seraya mendudukkan diri di sofa lalu melipat popok cucunya dan memasukannya ke dalam tas, karena Quen dan bayinya sudah diperbolehkan pulang oleh dokter, karena keadaannya sudah pulih.
Di sinilah saat ini Mike berada di rumah mewah milik ibunya.
"Akhirnya kamu kembali Mike." Cecilia menyambut kedatangan putranya dengan sangat bahagia. Cecilia merentangkan tangannya, berharap kalau putranya itu memeluknya, akan tetapi harapannya sirna karena Mike mengacuhkannya.
__ADS_1
"Aku datang ke sini sebagai tamu. Aku ingin mengundang Mommy datang ke acara pesta perayaan kelahiran bayi kami. Aku harap Mommy bisa datang ke rumahku." Mike berkata datar sembari memberikan kartu alamat rumahnya kepada ibunya. Karena Cecilia tidak kunjung menerima kartu alamat yang dia berikan, maka Mike meletakkan kartu tersebut di meja ruang tamu, setelah itu ia segera pergi dari rumah tersebut tanpa mengatakan apapun lagi kepada ibunya.