
"Kau lagi ada masalah?" tanya Kai pada Alpha yang mengajaknya bertamu di sebuah kafe pada siang hari itu.
"Hemmm." Alpha hanya menjawab dengan deheman saja seraya menyedot es jeruknya. Es jeruk yang segar dan manis sejak sedikit mengurangi rasa panas yang berkobar di dalam hatinya. Alpha saat ini sedang galau, dan sakit hati lantaran pria yang sangat dicintainya di jodohkan dengan kakaknya sendiri.
"Apa? Kau ingin curhat kepadaku?" tanya Kai lagi, menatap wajah cantik Alpha dari samping.
"Kai, aku ingin tanya pendapatmu. Jika wanita yang sangat kau cintai dijodohkan pria lain apa yang akan kau lakukan?" tanya Alpha pada Kai yang duduk di sampingnya.
"Aku tidak akan melakukan apapun, karena wanita didunia ini masih banyak dan mungkin akan aku akan menemukan wanita yang lebih baik darinya," jawab Kai, sok dewasa.
"Berarti kau tidak ingin memperjuangankan wanita itu?" tanya Alpha lagi, menoleh pada Kai yang tengah menatapnya.
"Aku akan memperjuangankannya kalau dia juga mau berjuang, just simple, Al, kenapa harus di pikiran dan dibuat pusing," jelas Kai seraya mengambil sebatang rokok dari bungkusnya, kemudian dia menawarkan rokok pada Alpha.
Alpha memandang rokok tersebut, lalu dengan penuh keraguan dia mengambil sebatang rokok lalu menyelipkan di sela bibirnya.
"Thanks," ucap Alpha ketika Kai menyulut ujung rokoknya dengan korek api.
"King akan dijodohkan dengan Alessia, dan itu membuatku patah hati." Alpha berkata dengan perasaan yang tidak karuan, patah hati dan sakit hati sudah pasti karena dia sudah memendam perasaannya pada King sejak dia masih duduk di sekolah menenang atas.
__ADS_1
Kai terkejut, lantaran dia belum tahu mengenai hal itu. Karena seharian ini dia belum pulang ke rumah. Tangan Kai terulur untuk mengusap punggung Alpha yang terasa bergetar, gadis cantik itu menangis.
"Jangan sedih, Al, masih ada aku," ucap Kai dengan lembut.
Alpha mendongak, seraya menghapus air matanya dengan cepat, menatap Kai dengan tatapan bingung, "maksudmu?"
"Al, aku menyukaimu." Kai berkata jujur pada Alpha, karena menurutnya ini adalah kesempatan emas baginya, sekaligus mengobati luka hati gadis yang disukainya itu.
"Kai ..." lirih Alpha, menatap Kai dengan pandangan berkaca-kaca. Dia tidak tahu harus menjawab apa, hatinya pun tidak bergetar sama sekali, bahkan jantung tidak berdetak sangat cepat, berbeda saat dia berdekatan dengan King.
"Lupakan King, Al." Kai tersenyum lalu menarik tengkuk Alpha, kemudian mendekatkan wajahnya, melabuhkan ciuman lembut di bibir Alpha yang sejak tadi menggodanya.
Merasakan tidak ada pergerakan dari Alpha, Kai pun semakin memperdalam ciumannya, menyesap bibir ranum itu secara bergatian, bahkan dia mulai berani menelusupkan lidahnya ke dalam rongga mulut Alpha, memperdalam ciuman tersebut.
Alpha yang awalnya terkejut, kini mulai terbuai dengan ciuman panas tersebut, perlahan dia mulai membalas ciuman Kai. Dan akhirnya mereka berciuman di tengah keramaian kafe, tanpa memedulikan orang-orang di sekitar sana. Sesaat, dunia seperti milik mereka berdua.
Kai melepaskan ciuman itu saat merasakan nafas Alpha tersengal. Kai menatap Alpha sambil tersenyum tipis lalu mengusap permukaan bibir Alpha yang basah karena ulahnya.
"Bagaimana Al? Apakah kau menerima cintaku?" tanya Kai dengan nada lembut, dan tatapannya memperlihatkan cinta yang begitu besar pada untuk Alpha.
__ADS_1
"Kai ..."
"Aku tidak ingin mendengar penolakan!" tegas Kai, seraya menempelkan salah satu jari tangannya di permukaan bibir Alpha.
"Kau memaksaku?" Alpha menepis tangan Kai dengan kesal.
"Ya, anggap saja begitu. Karena tidak mungkin kau akan mempertahankan cintamu pada King. Asal kau tahu Al, King sangat mencintai Alessia sejak dulu," jelas Kai, bukan bermaksud ingin menghasut Alpha, akan tetapi dia mengatakan sebuah kenyataan pada Alpha.
Alpha terdiam ketika mendengar ucapan Kai. Sebenarnya Alpha sudah tahu sejak dulu kalau King mencintai Alessia, akan tetapi dia memilih diam dan tetap mencintai King dalam diam. Tapi, sekarang semua sudah berubah, King dan Alessia sebentar lagi akan menikah, jadi apakah dia harus menyerah dengan perasaannya? Dan akhirnya menerima cinta Kai?
"Diammu, aku anggap kalau kau menerima cintaku! Mulai hari ini kita jadian!" Kai tersenyum lalu meraih salah satu tangan Alpha dan menggenggamnya dengan erat.
"Kenapa kau selalu memaksa, Kai?!" kesal Alpha menatap tajam Kai.
"Al, apakah kau sudah lupa bagaimana kita berciuman tadi? Oh God!" Kai menyipitkan kedua mata, dan menahan senyum saat melihat kedua pipi Alpha merona merah.
"Aku mau pulang!" Alpha salah tingkah, lalu meletakkan rokoknya di atas permukaan asbak.
"Al!" Kai segera ngejar Alpha yang sudah beranjak pergi.
__ADS_1