DANCE FOR RICH MAN

DANCE FOR RICH MAN
Instrospeksi diri


__ADS_3

Quen tersenyum ketika ia melihat pakaian bayi yang terlihat lucu dan menggemaskan. Salah satu tangannya terasa gatal untuk mengambil pakaian bayi perempuan itu, namun belum sampai menyentuh pakaian tersebut ia harus mengurungkan niatnya saat mendapat teguran dari Arra. Saat ini mereka berada di salah satu toko pakaian bayi ternama di kota tersebut.


"Kata ibuku pamali kalau mau membeli pakaian bayi di saat usia kandungan masih muda," tegur Arra pada Quen yang kini terlihat lesuh dan sedih.


"Bukankah itu terlalu kolot?" Quen pernah mendengar ucapan itu, akan tetapi ia tidak terlalu percaya.


Arra menaikkan kedua bahunya, "terdengar kolot dan tidak masuk akal, tapi apa salahnya kalau kita mematuhi kebudayaan kita sendiri. Jadi, baju bayi ini untukku saja," ucap Arra terkekeh pelan lalu mencomot pakaian bayi perempuan itu.


Quen melotot lebar melihatnya, tapi sedetik kemudian ia terkekeh sambil mengangguk, "apakah ini baby girl?" tanya Quen dan diangguki oleh Arra.


"Woahh, aku juga nanti berharap kalau bayiku perempuan." Quen  mengelus perutnya yang masih rata.


"Laki-laki atau perempuan sama saja, yang terpenting lahir sehat, selamat tanpa kekurangan suatu apa pun," jelas Arra sambil berjalan menuju kasir. Setelah membayar semua belanjaan, mereka berpindah ke toko pakaian dewasa, kedua wanita cantik itu berjalan beriringan di ikuti oleh beberapa bodyguard.


"Arra, kenapa kita harus di ikuti oleh bodyguard?" bisik Quen pada Arra.

__ADS_1


Arra menatap Quen tak percaya, ia menghentikan langkahnya senjenak kemudian berkata," apakah Mike tidak mengatakan sesuatu kepadamu? Misalnya tentang keselamatan?" tanya Arra.


"Tidak." Quen menjawab dengan tatapan menerawang.


Arra melanjutkan langkahnya lagi diikuti oleh Quen.


"Apa yang terjadi? Kenapa kamu diam? Kamu juga tidak ingin menjelaskan sesuatu kepadaku?" cecar Quen pada Arra yang tiba-tiba bungkam.


"Lebih baik kamu tanyakan langsung kepada Mike, aku tidak berhak menjelaskannya." Arra menjawab dengan singkat dan jelas. Jika Mike belum menjelaskan tentang masa lalunya kepada Quen, berarti pria itu belum siap, jadi Arra memilih bungkam dari pada harus mengatakan yang sejujurnya kalau Mike adalah mantan mafia kejam. Ia takut kalau Quen tidak menerima masa lalu Mike.


"Tidak perlu di pikirkan, Quen," Arra mneggandeng lengan Quen saat mereka memasuki toko pakaian branded.


*


*

__ADS_1


"Josep, apa yang harus aku lakukan?" Cecilia beberapa hari ini merasa galau karena Mike tidak kembali lagi ke rumah. Ia bisa saja memerintahkan anak  buahnya untuk menyeret putranya, akan tetapi dia tidak ingin membuat putranya semakin membenci dirinya.


"Aku sarankan lebih baik Anda introspeksi diri dan memperbaiki diri, setelah itu Anda temui Tuan Mike untuk meminta maaf." Josep memberikan saran seraya mendukkan kepala, takut di pelototi majikannya.


"Introspeksi dan memperbaiki diri? Apa aku seburuk itu?" Cecelia tidak suka mendengar saran dari Josep seolah menggiring opini kalau dia selama ini sangat jahat kepada putranya sendiri.


"Ya ... aku hanya menyarankan saja ... kalau Anda tidak mau ya sudah." Josep segera pamit undur diri dari hadapan Cecilia.


Baru beberapa langkah meninggalkan ruangan tersebut, namun langkahnya langsung terhenti saat mendengar Cecilia memanggilnya.


"Katakan kepadaku, bagaimana caranya memperbaiki diri!" ucap Cecilia dengan gaya angkuh.


"Pertama tahan emosi dan jangan bersikap angkuh!" jawab Josep berbalik badan, menatap Cecilia yang menatap tajam ke arahnya.


"Kau!!!" geram Cecilia tidak terima, tapi ia pun langsung menghembuskan nafas panjang untuk menahan emosi. "Sana pergi!" usir Cecilia seraya mengibaskan tangannya sambil melengos.

__ADS_1


Josep tersenyum ketika menundukkan sedikit kepala, ia segera keluar dari ruangan tersebut  sambil terkekeh pelan.


__ADS_2