DANCE FOR RICH MAN

DANCE FOR RICH MAN
Extra Part 1


__ADS_3

"Mom!" seru Mike kepada istrinya yang terdengar ribut dengan putranya pada pagi hari yang indah itu.


"Yes, Dad!" Quen menghembuskan membuang nafas kasar lalu menatap ke arah ruang ganti di mana suaminya berada, lalu beralih menatap putranya yang terus merengek meminta permen kesukaannya yang telah dia sita.


"Mommy, please ... satu pelmen saja boleh ya." King mengedip-ngedipkan kedua matanya berulang kali sambil tersenyum imut, memperlihatkan gigi ompongnya karena kebanyakan makan permen. Bayi yang dulunya sangat menggemaskan kini sudah tumbuh besar dan usianya memasuki 3 tahun.


"Big No!" Quen melotot seram pada putranya, hingga membuat pria kecil itu langsung menunduk takut dan tidak berselang lama menangis keras.


"Huaahhh ... Mommy jahat!" tangis King semakin pecah hingga membuat Mike yang sedang berada di ruang ganti langsung keluar untuk melerai putranya yang menangis.


"Apakah kamu tidak bisa manis sedikit kepada anakmu?" Mike jengkel pada istrinya, lalu menggendong King dengan penuh kasih sayang. "Sebenarnya kalian ini sedang meributkan apa? Kenapa King sampai menangis seperti ini!" protes Mike seraya mengusap air mata putranya.


Quen mengeluarkan semua permen yang selama ini di sembunyikan King di dalam kotak maninan yang ada di dalam kamar.

__ADS_1


Mike menghela nafas kasar, lalu menatap putranya yang masih terisak di gendongannya. "King, bukankah Ibu Peri  sudah mengatakan kalau kamu terus makan permen maka  gigimu akan hilang dan tidak akan tumbuh lagi?" ucap Mike seraya menurunkan putranya di atas sofa.


King menundukkan kepala, sesekali mendongak menatap kedua orang tuanya dengan tatapan lucu dan menggemaskan. Melihat tingkah King yang polos dan penuh keluguan membuat Mike dan Quen pun langsung luluh dan langsung memeluk putra mereka secara bersamaan.


"Solly, Mommy And Daddy," ucap King lucu dengan suara cadelnya.


"Jangan diulangi lagi, Boy. Lihat gigimu sudah rusak parah karena terlalu banyak maka permen." Mike mengurai pelukan lalu menjawil hidung mancung putranya dengan gemas. Mike menatap deretan depan gigi putranya yang semakin keropos dan berwarna hitam.


"Maafkan Mommy karena tadi sempat marah pada King." Quen mengecupi seluruh wajah putranya tanpa ada yang terlewat sama sekali. Dan hal itu menimbulkan kecemburan di hati suaminya.


"Mom, yang ini juga mau di kecup." Mike menunjuk bibirnya dengan tatapan memohon, pasalnya dia selalu kalah dengan putranya yang sok berkuasa itu.


"Ih! Daddy 'kan sudah besar jadi tidak boleh minta cium!" King langsung mendorong ayahnya agar menjauhi ibunya.

__ADS_1


"Astaga! Awas saja kau!" Mike menatap sebal pada putranya yang selalu menguasai istrinya.


Quen tertawa terbahak melihat suaminya terus medumel, apalagi sudah satu minggu lebih Mike belum mendapatkan jatah. Pasti suaminya itu saat ini sedang menahan rasa pusing di kepala atas dan bawah.


Sungguh malang nasib Mike.😂


"King, bukankah malam ini kamu harus menginap di rumah Oma Cecil?" Mike berkata pada putranya sekaligus mengingatkan istrinya agar segera mengungsikan King di rumah ibunya.


"Tapi, King mau sama Mommy saja," rengek King sambil memeluk ibunya dengan sangat erat. Dia malas kerumah omanya karena di sana dia terus di ledek oleh Josep karena giginya rusak.


"Haduhhh!!!" Mike garuk-garuk kepala, sepertinya dia harus bersabar lebih lama lagi untuk bisa bermesraan dengan istrinya.


***

__ADS_1


__ADS_2