
"Honey, sebenarnya apa yang sudah terjadi? Katakan pada Mommy and Daddy," ucap Arra sembari memegang tangan putrinya yang tidak terpasang infus.
Alessia menatap kedua orang tuanya bergantian, juga menatap kedua saudaranya dan beralih menatap King yang mengelilingi tempat tidurnya. Mereka semua terlihat sangat mencemaskannya, membuat hati Alessia menjadi tak karuan.
"Al, jangan takut, katakan kepada kami," ucap Achelio tidak sabar mendengar penjelasan adiknya.
"Maafkan aku karena sudah membuat kalian cemas," ucap Alessia dengan suara pelan, dan bergetar menahan tangis.
"Don't cry, Sayang." Carlos seraya mengusap air mata putrinya dengan penuh kelembutan.
"I'm sorry, Dad, Mom. Pernikahanku tidak bisa di lanjutkan," ucap Alessia dengan perasaan yang sakit tiada terkira. Pernikahan yang selama ini diimpikannya dengan pria yang sangat dia cintai harus kandas di tengah jalan karena tunangannya telah berselingkuh di belakangnya. Bukan hanya hati yang hancur, tapi raganya pun ikut hancur. Di tambah lagi kedua kakinya patah membuatnya Alessia semakin down dan tidak mempunyai semangat hidup lagi.
Semua orang di sana sangat terkejut saat mendengar penjelasan Alessia. Termasuk King yang tidak kalah terkejut, tapi juga senang karena pada akhirnya mempunyai kesempatan untuk mendekati Alessia. Dan saat ini dirinya bingung harus berekspresi seperti apa karena ingin tertawa di atas penderitaan orang lain juga tidak mungkin. Akhirnya dia tetap diam dan memasang wajah datar seperti biasanya.
"Why?" tanya Arra dan Carlos secara bersamaan.
Alessia menarik nafas panjang, kemudian menjelaskan semua kejadian sebelum dirinya mengalami kecelakaan kepada keluarganya.
__ADS_1
Semua orang di sana sangat geram setelah mendengar penjelasan Alessia.
"Ini tidak bisa di biarkan!!!" geram Carlos mengepalkan kedua tangannya dengan kuat.
"Dad, biar semua ini aku yang mengurusnya," tegas Achelio pada ayahnya yang sangat emosi.
"Dexter sudah menginjak harga diri putri kita! Daddy harus melakukan sesuatu!" Arra menatap suaminya dengan tatapan tajam. Arra tidak terima putrinya di sakiti seperti ini.
"Aku akan mengurusnya, Mom. Tenang saja," geram Achelio seraya keluar dari ruangan tersebut, diikuti oleh King.
"Lio, aku ikut!" seru King yang berjalan di belakang temannya itu.
"Kamu tahu 'kan bagaimana perasaanku pada Al selama ini!" balas King seraya menjajarkan langkah kakinya di samping Achelio.
"Oke, kita berikan pelajaran kepada pria keparat itu!" Achelio menyeringai iblis, pria culun itu terlihat seperti orang yang berbeda jika sedang emosi.
*
__ADS_1
*
BUGH!!!
"Stupid!!" umpat seorang pria paruh baya yang baru saja melayangkan tinju ke wajah putranya.
"Maafkan aku, Dad. Aku melakukan itu karena Alessia sangat kuno. Selama berpacaran dengannya aku tidak boleh menyentuhnya!" Dexter memberikan pembelaan. Datang ke rumah orang tuanya tengah malam karena ingin meminta perlindungan, tapi justru amukan yang dia dapatkan. Sungguh sial nasibnya.
"Al, seperti itu karena dia wanita baik-baik, tidak seperti jallang yang sering kamu tiduri! Sekarang, Daddy dan Mommy tidak mau ikut campur urusanmu! Hadapi amukan keluarga Eugino sendiri!" terang pria paruh baya itu dengan penuh emosi.
"Dad, help me." Dexter menjadi ketakutan.
"Pergi dari sini!!!" usir Daddy-nya.
"Biarkan aku tetap di sini, Dad!" pinta Dexter, akan tetapi ayahnya langsung memerintahkan dua pengawal untuk menyeretnya keluar dari rumah mewah tersebut.
"Sial!! Anak itu membuatku susah! Semoga saja, Tuan Eugino tidak membatalkan kerja samanya." Pria paruh baya itu bergumam kesal seraya mengusap wajahnya dengan resah.
__ADS_1
"Daddy, apa tidak kasihan pada putra kita?" tanya sang istri pada suaminya.
"Jika Mommy ingin menolongnya, silahkan angkat kaki dari sini!" tegas pria paruh baya itu pada istrinya yang ingin menolong Dexter yang berteriak minta tolong karena di seret dengan paksa oleh dua pengawal di rumahnya.