
Pria tampan, dan gagah dengan segala pesonanya itu berdiri di halaman rumah mewah bak istana. Rumah tersebut lebih mewah dan megah dari sebuah istana kerajaan. Ya, orang tuanya adalah orang terkaya di Amerika, jadi tidak khayal memiliki rumah megah, mewah dan luasnya puluhan hektar.
"Tuan, akhirnya Anda kembali." Kepala pelayan itu memiliki kulit putih pucat atau yang biasa di sebut albino menyapa dan menyambut kedatangan Mike.
"Lama tidak bertemu." Mike menjawab dengan datar dan tanpa menoleh, ia segera melangkahkan kakinya memasuki rumah mewah itu yang pintunya di jaga dengan ketat oleh dua bodyguard di sisi kanan dan kiri.
Mike mengedarkan pandangannya di setiap sudut rumah tersebut. Tidak ada yang berubah dari belasan tahun yang lalu, semuanya masih sama. Tatapannya terhenti pada foto masa kecilnya yang terbingkai dan tertempel di dinding. Mike tersenyum melihatnya, tapi senyumannya itu lenyap ketika mengingat betapa tersiksanya dia saat hidup di dalam sangar emas itu.
"Mike, apakah itu kau?" suara yang sangat di kenali Mike terdengar dari arah tangga. Mike menoleh menatap wanita paruh baya namun masih terlihat sangat cantik meski usianya sudah tidak muda lagi.
"Mom." Mike bergumam menatap ibunya yang berjalan ke arahnya.
Wanita itu tersenyum penuh haru ketika di hadapan putranya yang selama ini kabur dari rumah dan mencari kebahagiaan di luar sana. Dia meneteskan air matanya seraya menangkup wajah putranya yang terlihat sangat tampan.
"Mommy sangat merindukanmu, kenapa pergi? Kenapa meninggalkan Mommy? Kau sudah tumbuh dewasa dan sangat tampan." Cecilia menangis haru lalu memeluk putranya sangat erat, meluapkan segala kerinduan yang selama ini terpendam.
__ADS_1
"Mommy kesepian, tanpamu." Wanita paruh baya itu sangat senang putranya sudah kembali.
Mike mengurai pelukan tersebut, menatap ibunya yang juga sangat ia rindukan.
"Mommy dan Daddy sudah rujuk kembali setelah kau pergi dari rumah. Maafkan kami yang tidak bisa mengerti perasaanmu yang selama ini kesepian." Cecelia sangat menyesal selama 12 tahun dia mencari keberadaan putranya akan tetapi sulit menemukan, putranya itu pandai bersembunyi, tapi akhirnya beberapa hari yang lalu ia mendepatkan info jika Mike selama ini tinggal bersama seorang pengusaha sukses bernama Carlos.
"Aku ucapkan selamat untuk Mommy dan Daddy," jawab Mike menatap ibunya sambil tersenyum tipis.
Cecilia mengangguk dan tersenyum, lalu menarik tangan putranya menuju ruang tengah dan duduk di sana. Tidak berselang lama beberapa pelayan datang membawa beberapa cemilan dan susu hangat kesukaan Mike.
"Kamu masih sama, suka susu hangat dan cake kering." Cecilia menggenggam salah satu tangan putranya dengan erat.
"Why? Kamu sudah tidak sayang lagi kepada Mommy and Daddy?" Cecilia menatap tajam putranya yang juga tengah menatapnya.
"Bukan seperti itu, aku sudah menikah dan mempunyai keluarga sendiri." Mike berkata jujur.
__ADS_1
"Siapa wanita itu? Apakah dia dari keluarga terpandang? Apakah bibit, bebet dan bobotnya jelas?" cecar Cecilia, dia tidak akan membiarkan putranya hidup dengan wanita melarat.
"Ternyata Mommy tidak berubah. Apakah kasta, harta dan tahta penting buat kalian?!" Mike menyahut dingin dan datar.
Cecilia tidak menjawab, dia diam seolah sedang merencanakan sesuatu.
"Aku bahagia dengannya, Mom." Mike bersuara lagi, menatap ibunya dengan tatapan kesal.
"Tidak peduli seberapa bahagia kamu, Mommy tidak akan setuju bila wanita itu dari keluarga rendahan!"
"Mom!!!"
"Kau adalah penerus kerajaan bisnis Mommy, dan harus bersanding dengan wanita yang sepadan dengan keluarga kita! Ingat itu Mike!"
****
__ADS_1
Sabar Mike ... sabar ...
LIke ya Like ....