DANCE FOR RICH MAN

DANCE FOR RICH MAN
Sebuah keputusan


__ADS_3

Quen menatap benci pada pria yang sedang memakai Jas sambil mematut di depan cermin.


"Mau sampai kapan kau terus memasang wajah jelek seperti itu?" Mike bertanya sambil menatap istrinya melalui pantulan cermin yang ada di depannya.


"Kau sungguh keterlaluan, Mike!" Quen mengeluarkan emosinya yang sejak tadi dia  pendam. Hari kedua pernikahannya ia mendapatkan kejutan besar dari suaminya, Mike harus kembali ke New York siang itu juga. Padahal tadi malam mereka baru saja melakukan malam panas dan menggairahkan sampai menjelang subuh.


Mike menoleh pada istrinya sesaat, kemudian ia kembali fokus memasang kancing kemejanya satu persatu. "Bukankah hidup harus berjalan dengan semestinya? Aku harus bekerja untuk mencukupi kebutuhanmu dan juga anak kita nanti." Mike berkata datar, lalu memakai jas ke tubuh kekarnya. Dia sudah selesai bersiap, terlihat sangat tampan dan gagah.


"Tapi, apakah harus secepat ini?" protes Quen.


"Kenapa? Bukankah aku sudah memberikanmu pilihan?  Tapi, kau lebih memilih tetap berada di Jakarta yang sangat panas ini!" Mike tidak mau kalah, menatap tajam istrinya.


Oh, God! Quen meremas rambutnya dengan rasa kesal luar biasa. "Haruskah aku menjelaskan semuanya?! Aku sedang mengandung, perjalanan ke dari Indonesia ke New York butuh waktu belasan jam! Dan aku tidak tidak ingin terjadi apa-apa dengan kandunganku!" Quen menatap suaminya dengan sengit.


"Kita sudah ke dokter tadi pagi, dokter mengatakan kalau kandunganmu sehat dan kuat, jadi kau bisa melakukan perjalanan jauh bersamaku! Alasan apa lagi yang akan kau keluarkan?!" Nafas Mike menderu dan berbicara sedikit keras kepada istrinya yang bebal itu.


Sungguh dia tidak mengerti dengan jalan pikiran Quen.


Quen diam, tidak menjawab ucapan suaminya. Ya, sebenarnya dia tidak ingin ikut ke New York, dia ingin tetap tinggal di Jakarta karena dia belum mempunyai rasa kepada Mike.


Alasan gila!

__ADS_1


Mungkin Quen bodoh karena berani melepas pria tampan dan kaya seperti Mike. Apalagi diluaran sana ada semut rang-rang yang siap mengerumuni suaminya.


"Kenapa diam? Bukankah sejak tadi kau selalu menyalahkan aku?! Jika kau tidak ingin ikut denganku maka kau harus menerima konsekuensinya!" Mike berjalan menuju lemari yang ada di dalam kamar mewah itu, ia segera mengemasi pakaiannya ke dalam koper.


"Kita akan menjalani hubungan jarak jauh," ucap Quen pelan.


"Mungkin lebih dari itu!" Mike menyahut dengan nada kesal. Baru satu hari menikah dengan Quen, mereka sudah berdebat karena berbeda pendapat.


Lalu apakah Mike menyesal?  Jawabannya adalah tidak. Dia tidak menyesal menikahi Quen.


"Mike!" Quen berseru, dia tidak  bisa membayangkan segala hal buruk  jika mereka berjauhan nantinya.


"Kau sudah menentukan pilihanmu sendiri! Jadi terima konsekuensinya!" Mike sudah selesai berkemas, sebentar lagi ia akan chek-out dari hotel mewah itu. "Kenapa belum bersiap? Aku akan mengantarkanmu ke rumah orang tuamu!"


*


*


"Aku memberikanmu waktu untuk berpikir lagi. Ikut aku atau tetap berada di sini?" Mike menoleh pada Quen yang berdiri di sampingnya.


Quen terdiam sesaat, tanpa menjawab pertanyaan Mike, wanita hamil itu melangkahkan kedua kakinya masuk ke dalam rumah tersebut.

__ADS_1


"Sial!" umpat Mike karena dia tahu jawabannya. Quen tetap tidak ingin ikut bersamanya.


Mike mengendalikan emosinya, ia segera mengikuti langkah kaki Quen masuk ke dalam rumah itu untuk berpamitan kepada kedua mertuanya.


"Aku harap kalian bisa menjaga Quen dengan baik." Mike berkata datar kepada Jeff dan Safira yang duduk berseberangan dengannya.


"Mike, maafkan Quen yang masih kekanakan." Safira tidak enak hati kepada menantunya karena Quen tetap bersikukuh berada di Jakarta.


"Pesawatku akan segera berangkat!" Mike segera beranjak dari duduknya tanpa menjawab ucapan ibu mertuanya.


"Aku akan memanggilkan, Quen." Safira ingin beranjak dari ruang tamu itu, akan tetapi langkahnye terhenti ketika Mike mencegahnya.


"Tidak perlu!"


"Sekali lagi maafkan Quen." Jeff berjalan mendekati Mike lalu menepuk pundak menantunya itu beberapa kali.


Mike mengangguk pelan, segera beranjak dari sana tanpa menemui istrinya terlebih dahulu. Dia sangat kesal dan juga kecewa dengan keputusan Quen.


***


Quen, nanti Mike aku rebut loh, aku siap jadi semut rang-rang 🤣🤣🤣🙈

__ADS_1


Like dan kopinya jangan lupa ya.


__ADS_2