
GedungĀ pernikahan dengan tema Glamour yang di dominasi warna putih, silver dan emas terlihat sangat elegan dan mewah. Di dekat pintu gedung tersebut terdapat papan penyambutan para tamu undangan yang bertuliskan 'Welcome To The Wedding Of Alessia & King Alexandro'
Gedung pernikahan tersebut ramai dengan para tamu undangan yang menatap kagum pada pengantin baru yang sudah resmi menjadi pasangan suami istri.
King dan Alessia terlihat serasi, pengantin tersebut memakai busana pengantin berwarna putih yang sangat mewah dan elegan yang pastinya harganya sangat mahal.
"Smile," bisik King pada wanita yang sudah resmi menjadi istrinya.
"Bagaimana aku bisa tersenyum jika aku sudah sangat lelah menyambut para tamu undangan yang sejak tadi tidak ada habisnya dari pagi sampai menjelang sore hari!" sungut Alessia melirik sebal pada King.
"Come on, kau pikir hanya kau saja yang lelah? Aku pun sama, dan lebih lelah darimu! Tapi, aku masih bisa tersenyum di hari bahagia kita ini," jawab King seraya tersenyum paksa saat ada tamu undangan naik kepelaminan, mengucapkan selamat.
"Bullshit!" umpat Alessia melirik King yang kembali memasang wajah datar saat tamu undangan sudah turun dari pelaminan.
"Whatever! Paling tidak, aku menyapa mereka dengan ramah," bisik King seraya meniup telinga istrinya dengan lembut.
__ADS_1
Alessia terkejut, dengan reflek menjauhkan diri sambil memegangi telinganya seraya menatap sengit pada suaminya. "Menyebalkan!" kesal Alessia.
King tersenyum saja menanggapinya, "aku memang menyebalkan, tapi akan lebih menyebalkan lagi nanti malam," jawab King.
"Apa maksudmu?!" Alessia semakin jengkel mendengar perkataan suaminya yang terdengar ambigu.
"Kau akan tahu nanti," bisik King lalu mengecup pipi Alessia dengan mesra.
Alessia semakin cemberut karena King sekarang suka cari-cari kesempatan untuk menciumnya.
*
Pokoknya semua keturunan Daddy Xander dan Daddy Dante ngumpul di sana semua. Hayo para pembaca siap-siap ya karena sebentar lagi akan ada jet pribadi yang akan menjemput kalian di rumah masing-masing.š¤£
Kita halu bareng-bareng.š¤£
__ADS_1
Kai, dan Achelio duduk berdampingan sambil menatap keluarga mereka yang sedang berkumpul di acara sakral itu.
"Itu Alpha, kau tidak ingin menyapanya?" tanya Achelio pada Kai.
"Tidak!" jawab Kai dingin, tatapannya begitu tajam pada Alpha yang mengenakan gaun lumayan terbuka membuat semua mata pria memandang ke arahnya.
"Kau sudah melupakannya? Wahai bastard?" goda Achelio sambil menepuk pundak Kai beberapa kali. Dia senang dan puas karena Kai telah mengikuti jejaknya.
"Aku rasa begitu!" sahut Kai tanpa menoleh, tatapannya fokus pada Alpha yang sedang berbicara dengan wanita cantik dan sexy.
"Dia adalah Lucette William, putri tunggal Uncle Dom dan Aunty Emily. Dia sangat sexy bukan? Tapi, sayang dia sangat sulit untuk di dekati," ucap Achelio seraya menatap mesum pada Luc dari kejauhan.
"Kau sudah mencoba mendekatinya?" tanya Kai.
"Sudah, beberapa kali." Achelio menjawab terdengar kesal.
__ADS_1
Kai tersenyum seraya menepuk pundak Achelio, seraya berkata, "itu tandanya kau bukan bastard sejati, karena ada wanita yang tidak bisa kau takhlukkan," ledek Kai.
"Diam kau!" kesal Achelio seraya menghempaska tangan Kai yang masih bertengger di pundaknya.