DANCE FOR RICH MAN

DANCE FOR RICH MAN
Lemas


__ADS_3

Quen merebahkan kepalanya di atas dada suaminya, salah satu tangannya mengusap dada suaminya yang dipenuhi peluh. Percintaan panas dan panjang mereka baru saja berakhir, kemudian Mike menceritakan masa lalunya kepada Quen tanpa ada yang terlewat sama sekali.


"Jadi, kamu adalah mantan mafia?" tanya Quen kepada suaminya, lalu tangannya itu berpindah mengusap bekas luka tembak dan sayatan yang ada di sekitar dada Mike.


"Kamu takut?" Mike bertanya seraya memiringkan tubuhnya, otomatis kepala Quen yang tadinya berada di dadanya langsung berpindah ke lengan kekarnya. Mike memeluk tubuh istrinya dengan sangat erat dan penuh kehangatan, lalu ia mengecup bibir istrinya sekilas, dan salah satu tangannya memainkan buah ceri yang tumbuh kedua pucuk gunung kembar istrinya.


Quen menggeleng sebagai jawaban, lalu mendongak menatap suaminya yang juga tengah menatapnya.


"Apakah kamu pernah membunuh orang?" Quen bertanya seraya menelan ludahnya dengan kasar, pertanyaannya sendiri membuatnya merinding dan keringat dingin.


"Ya. Memenggal bahkan menguliti tubuh orang, pernah aku lakukan," jawab Mike dengan santainya.


Membayangkan jawaban suaminya, membuat Quen takut dan sangat mual.


"Sekarang aku merasa sedikit takut," cicit Quen seraya mengurai pelukan suaminya.


"Inilah alasanku tidak ingin memberitahumu tentang masa laluku, karena kamu akan menjauh dan pergi dariku." Mike menatap istrinya dengan datar, tapi dibalik tatapan datar itu terselip rasa cinta yang begitu besar untuk istrinya.

__ADS_1


"Mike, bukan seperti itu. Aku hanya terkejut mendengarnya. Yang terpenting kamu sekarang sudah keluar dari lembah hitam itu." Quen menatap Mike sambil tersenyum tipis, kemudian ia mengecup bekas luka yang ada di dada bidang suaminya secara bergantian.


"Kamu yakin tidak akan pernah meninggalkan aku? Why?" Mike menuntut penjelasan.


"Haruskah aku memberitahukan alasannya?" tanya Quen, dan diangguki oleh suaminya.


"Oke kalau begitu, aku tidak meninggalkanmu karena kamu kaya raya, he he he." Quen menjawab sambil tertawa pelan, tapi tawanya itu berubah menjadi pekikan ketika Mike mencubit hidungnya dengan gemas.


"Aww!! Sakit!" rengek Quen seraya mengusap hidungnya yang terlihat memerah.


"Kalau ini sakit atau tidak?" Salah satu tangan Mike menyusup masuk ke dalam selimut dan menyentuh area sensitif istrinya, seraya memainkan biji kacang yang tumbuh di sana.


"Oh ... yeah ... ahh." Quen menjawab pertanyaan suaminya dengan lenguhan dan dessahan seraya membuka kedua kakinya dengan lebar, memberikan akses agar suaminya bisa leluasa bermain dibagian intinya.


"Dasar nakal!" Mike semakin gemas bermain dibagian inti istrinya, dan akhirnya dia tidak tahan. Ronde kedua pun di mulai.


*

__ADS_1


*


Selesai bercinta sampai ronde kedua. Mike turun ke dapur untuk membuat makan malam. Waktu sudah menunjukkan jam 11  malam, ia yakin semua penghuni rumah tersebut sudah beristirahat di kamar masing-masing, kecuali dirinya dan Quen yang masih terjaga.


Namun, pada saat sedang mengambil teflon untuk membuat telur ceplok, ia mendengar suara aneh dari ruang keluarga.


"Ah .. Carlos ..." Kurang lebih seperti itu suaranya.


Mike berdecap, lalu melanjutkan aktifitasnya membuat telur ceplok keinginan istrinya.


"Selalu saja tidak tahu tempat! Dasar pasangan mes*um!" umpat Mike sambil memecahkan telur di atas telflon yang sudah panas. Kemudian  Mike sengaja menjatuhkan tutup panci ke lantai.


KROMPYANG!


Pasangan yang sedang bercinta di ruang keluarga itu langsung panik dan segera mengakhiri kegiatan mereka.


****

__ADS_1


Mike, iseng banget sih😆😆🙈


Btw, ngebayangi punya suami kayak Mike, auto lemas sampai nggak bisa jalan, ha ha ha


__ADS_2