DANCE FOR RICH MAN

DANCE FOR RICH MAN
S2. King - Penuh kebencian


__ADS_3

Plak!


Tamparan keras mendarat di pipi Kai. Dan pelakunya adalah Alpha. Wanita itu menatap penuh kebencian pada Kai yang masih bermuka bantal.


"What are you doing!" ucap Kai dengan nada keras, seraya memegang pipinya yang terasa panas dan perih. Tamparan dari Alpha meninggalkan rasa sakit luar biasa.


"Seharusnya aku yang bertanya seperti itu, sialan!" balas Alpha lalu menarik selimut untuk menutupi tubuhnya yang polos tanpa sehelai benang.


Beberapa menit yang lalu, Alpha terbangun dari tidurnya, kepalanya terasa pusing dan badannya remuk, serta sela pahanya terasa sangat sakit. Merasa ada yang aneh dengan tubuhnya, dia pun segera membuka kedua mata, dan betapa terkejutnya dia saat mengetahui kalau dirinya di atas ranjang asing dengan keadaan naked, dan di sebelahnya ada seorang pria yang sangat di kenalnya. Alpha memukul kepalanya berulang kali, seraya beranjak dari tempat tidur dengan susah payah. Dia berusaha mengingat kejadian selama. Kepingan ingatan yang tidak utuh saat dia bercinta dengan Kai melintas di benaknya.

__ADS_1


"Bodoh!" umpat Alpha pada dirinya sendiri, kemudian dia menatap Kai dengan lekat. Rasa kecewa dan marah bercampur menjadi satu di dalam dada, saat melihat Kai masih pulas di atas ranjang dengan posisi tengkurap, memperlihatkan badannya yang sama naked seperti dirinya. Amarah di dalam dadanya semakin membumbung tinggi, dengan gerakan cepat dia menarik tangan Kai sampai pria itu terkejut dan terbangun paksa.


Kai yang belum sadar sepenuhnya, langsung mendapatkan tamparan keras di pipinya. Rasa terkejut dan marah bercampur menjadi satu di dalam hatinya. Dia memegang pipinya sambil melayangkan protes pada Alpha, seraya menatap tajam wanita tersebut.


"Bastard!" umpat Alpha pada Kai, dia segera memungut semua pakaiannya yang berserak di atas lantai lalu membawanya menuju kamar mandi.


"Alpha! Kita melakukannya atas dasar suka, lalu apa masalahnya?! Tadi malam kau begitu liar dan menikmati permainan panas kita, lalu sekarang ..." Kai menjeda ucapannya seraya menatap nanar pada pintu kamar mandi yang tertutup itu. Dia berkacak pinggang sambil membuang nafas berulang kali, berharap rasa kecewanya ikut terbawa pergi.


Tak berselang lama, pintu kamar mandi terbuka lebar, menampilan Alpa yang sudah memakai bra dan underware-nya. Tatapan wanita sangat dingin, membuat Kai semakin tidak mengerti dengan wanita yang ada di hadapannya ini.

__ADS_1


"Shut up! Dan tutup mulutmu, Kai!! Aku melakukannya dengan tidak sadar. Dan anggap semua yang sudah terjadi di antara kita tidak pernah ada!" ucap Alpha dingin, datar dan penuh kebencian. Dia berjalan keluar dari kamar mandi menuju ruang ganti, mengambil kemeja milik Kai lalu memakainya untuk menutupi tubuhnya.


Kai membeku di depan kamar mandi, dadanya bergemuruh. Dan lagi, dia merasa patah hati dengan wanita yang sama. Rahangnya mengeras, kedua tangannya terkepal kuat, tatapannya kian menajam. Dia menoleh menatap Alpha keluar dari ruang ganti.


"Aku pinjam kemejamu, aku akan mengembalikannya padamu." Alpha menatap Kai, dingin.


"Kau menginginkan aku melupakan semuanya? Oke! Mulai hari ini dan detik ini, aku tidak pernah mau mengenalmu lagi Al! Sekarang keluar dari kamarku!" usir Kai, penuh kebencian.


"Oke! Tidak masalah! Aku juga tidak mau mengenal pria cabul sepertimu!" balas Alpha menatap dingin pada Kai.

__ADS_1


__ADS_2