
King dan Achelio telah kembali ke rumah sakit. Waktu sudah menjelang pagi, tepat jam 4 pagi. Achelio meminta kedua orang tua beserta adik bungsunya agar kembali ke rumah.
"Jangan khawatirkan Alessia, karena aku akan menjaganya, Mom, Dad," ucap Achelio kepada kedua orang tua yang kekeuh tidak ingin pulang.
"Percayakan kepadaku, please. Kalian juga perlu istirahat," lanjut Achelio.
"Aku juga akan stay di sini menemani Lio, jadi kalian tidak perlu cemas," sahut King yang sejak tadi diam, duduk di dekat tempat tidur Alessia.
"Apakah tidak merepotkanmu, King?" tanya Carlos.
"Tentu saja tidak," jawab King tersenyum menenangkan.
"Baiklah kalau begitu," ucap Carlos pada akhirnya.
Alpha yang sejak tadi diam sambil cemberut pun buka suara, "apakah aku boleh stay di sini?" tanya Alpha pada kedua orang tuanya.
"No! Besok kamu harus ke kampus!" Achelio yang menjawab, dia melarang keras adiknya yang ingin tinggal di sana, karena ia ingin Alpha fokus pada belajarnya.
Alpha semakin cemberut, padahal niatnya ingin berada di sana karena ingin berdekatan dengan King sampai puas, tapi apa boleh buat jika kakak tertuanya melarangnya maka dia harus patuh dan tidak boleh membantah.
"Tapi, aku sangat mengkhawatirkan Alessia," rengek Alpha masih berusaha mencari alasan.
"Jangan banyak alasan! Sana pulang!" usir Achelio dengan nada kasar.
__ADS_1
"Dasar menyebalkan!" kesal Alpha seraya berdecap, tatapannya beralih pada King yang sejak tadi diam sambil memandang Alessia yang sedang terlelap. Ada rasa cemburu yang terselip di dalam dada.
Awas saja kalau Al, memanfaatkan kesakitannya demi mendapatkan perhatian King! gumam Alpha sangat jengkel, lalu segera keluar dari ruangan tersebut mengikuti kedua orang tuanya dari belakang. Pikirannya benar-benar cemas, dan takut kalau Alessia berubah pikiran menyukai King.
Wanita mana pun akan langsung jatuh hati pada pesona King yang sangat tampan, gagah, hot dan kaya raya. King adalah definisi pria yang sangat sempurna. Jadi, Alpha mana bisa melepaskan King begitu saja yang mempinyai julukan pria kaktus.
Dijuluki pria kaktus karena King sangat persis dengan tumbuhan berduri itu yang tumbuh di gurun pasir: tumbuh begitu kokoh dan mempesona, namun sulit untuk di sentuh.
Ketika Carlos, Arra, dan Alpha sudah keluar dari ruangan tersebut, Achelio memerintahkan King untuk beristirahat.
"King, istirahatlah," ucap Achelio.
"Tidak, kau saja," jawab King datar.
"Dasar kaktus! Baiklah, kalau begitu, aku besok ada rapat pagi, jadi aku akan tidur sebentar, dan tolong jaga adik kesayanganku, jangan sampai lecet atau pun jangan mengambil kesempatan darinya!" cerocos Achelio memperingatkan temannya itu.
"Dasar anak tidak tahu aturan, beraninya kau menyamakan aku dengan Aunty Quen yang super duper sempurna!" umpat Achelio sembari merebahkan diri di atas sofa panjang yang tersedia di ruangan VIP tersebut.
"Bangunkan aku jika sudah jam 6 pagi," ucap Achelio sebelum memejamkan mata.
"Hemm." King hanya menjawab dengan deheman singkat, padat dan jelas, tanpa mengalihkan pandangannya pada Alessia yang terlihat sangat cantik jika sedang terlelap.
Setengah jam kemudian. King masih betah pada posisinya, duduk sambil memandang wajah cantik Alessia. Pria tersebut tersentak kaget dan segera berdiri saat melihat Alessia menggeliat sambil meringis sakit.
__ADS_1
"Al, are you ok?" King bertanya sambil menyentuh pipi mulus Alessia.
Alessia membuka kedua matanya, ketika merasakan sentuhan hangat di salah satu pipinya.
"King," gumam gadis cantik itu.
"Kau membutuhkan sesuatu?" King bertanya dengan nada cemas, begitu pula tatapan matanya ikut cemas.
"Rasanya aku ingin buang air kecil, tapi ..." Alessia menjeda ucapannya, sambil menatap setiap sudut ruangan tersebut, hanya ada Achelio dan King di sana, lalu di mana orang tua dan adiknya? pikir Alessia.
"Kedua orang tuamu dan Alpha pulang," ucap King seolah tahu yang di pikirkan gadis tersebut.
"Oh, begitu, emh ..." Alessia bingung, dan juga ragu ingin minta tolong pada King, apalagi saat melihat Achelio terlelap di atas sofa membuatnya pun tidak tega membangunkannya.
"Kau ingin buang air kecil?" tanya King lembut.
Alessia mengangguk malu sembari memalingkan wajahnya.
"Aku akan membantumu." King menyibakkan selimut yang di kenakan oleh gadis tersebut, dia terkejut dan menahan nafas ketika melihat Alessia hanya memakai cilini dilim saja.
Otak kotor King langsung bertraveling ria, namun pria tampan dengan segala pesonanya itu segera mengenyahkan pikiran kotornya.
"Apa yang kamu pikirkan?!" tanya Alessia dengan nada kesal, dan menahan rasa malu luar biasa.
__ADS_1
"Ti-tidak ada." King menjawab dengan terbata, lalu segera nyelipkan kedua tangannya di bawah punggung dan sela kaki gadis cantik tersebut. Dia menggendong Alessia sambil menahan sesuatu yang luar biasa.
"Sial!" umpat King karena dia berada di posisi yang tidak mengenakan, tapi juga sangat menguntungkan.😆