DANCE FOR RICH MAN

DANCE FOR RICH MAN
Tangan Kekar


__ADS_3

Quen beranjak dari duduknya, dengan penuh keraguan ia mengayunkan kedua kakinya menuju pintu rumah. Kedua matanya melirik jam yang tertempel di dinding ruang keluarga itu dan waktu menunjukkan jam 11 malam. Akan tetapi langkah kakinya terhenti saat seorang maid memanggilnya.


“Nona.”


Quen menoleh dan menghela nafas lega saat maid tersebut berjalan ke arahnya.


“Bibi, aku sangat terkejut, ada yang memencet bel rumah.” Quen berkata sembari menunjuk ke arah pintu rumah.


“Maka dari itu aku segera ke sini karena tidak biasanya ada yang bertamu tengah malam begini, apa lagi sistem penjagaan otomatis di aktifkan, takutnya ada orang yang tak bertanggung jawab sengaja melakukannya,” jawab maid itu seraya mengambil tongkat baseball yang terletak tidak jauh dari sana.


“Lebih baik Anda segera masuk kamar, biar aku yang mengurusnya,” lanjutnya, menyuruh Quen segera masuk kamar.


Tanpa banyak kata, Quen langsung berjalan menuju kamarnya sesekali ia menoleh ke belakang, menatap cemas pada maid yang berjalan ke arah pintu.


Sampai di dalam kamar, Quen segera merebahkan diri. Ia menghela nafas panjang sambil mengambil bantal yang tercium aroma tubuh suaminya.


“Ya ampun, aromanya bikin candu. Dan sialnya aku sangat merindukannya,” gumam Quen, rasanya saat ini dia ingin menangis karena sangat merindukan suaminya. Quen juga tidak tahu kenapa dirinya menjadi seperti ini, padahal sebelumnya dia merasa biasa saja, seolah tidak mempunyai perasaan apa pun kepada Mike. Ataukah mungkin benih-benih cinta mulai tumbuh di dalam hatinya?


*

__ADS_1


*


Di luar rumah, maid bernafas lega ketika melihat seseorang yang berada di balik pintu gerbang mewah itu melalui cctv. Ia pun segera membuka pintu gerbang untuk orang tersebut.


“Kenapa lama sekali! Aku hampir mati kedinginan di luar sini!” amuk Mike kepada maid tersebut yang baru saja membukakan pintu untuknya.


“Maaf, Tuan, saya tidak tahu jika itu Anda, dan saya perlu waspada.” Maid itu menunjukkan tongkat baseball yang masih ia pegang.


Mike tidak mau mendengarkan alasan maid tersebut, ia segera masuk ke dalam rumah dengan langkah cepat karena dia sangat kedinginan, sepertinya musim dingin sebentar lagi akan tiba.


Maid itu segera menutup pintu gerbang kembali, tapi sebelumnya ia memperhatikan situasi di luar rumah dan tidak ada siapa pun di sana. Mungkin Mike tadi pulang ke rumah menggunakan taksi, pikirnya.


*


*


“Aku akan membuatkan air jahe untukmu, Tuan.”


“Tidak perlu! Aku ingin segera istirahat saja!” tolak Mike terus berjalan menuju kamarnya, tapi langkahnya terhenti saat mendengar perkataan wanita paruh baya itu.

__ADS_1


“Tuan, di dalam kamar Anda ada seorang gadis, kata Nyonya Arra, gadis itu adalah istri Anda,” ucap maid memberitahukan.


Kedua mata Mike berbinar dan bibirnya melengkung ke atas, tanpa menoleh atau menjawab perkataan maid itu, ia langsung berlari kecil menuju kamarnya. Ia tidak menyangka dan tidak menduga kalau Quen akan mengikuti dirinya.


Mike membuka pintu kamar dengan perlahan dan hati-hati, lalu kembali menutupnya. Ia tersenyum bahagia saat melihat seorang wanita cantik berada di atas ranjangnya.


Quen membuka kedua matanya saat merasakan ada sepasang tangan kekar memeluknya dari belakang.


“Argghhhh!!! Lepas!!!!” teriaknya ketakutan, kemudian ia menggigit lengan kekar tersebut dengan sangat kuat.


“Aww! Quenn!!!!”


“Oh My God!” Quen membatu saat mendengar suara yang tidak asing di telinganya.


*


*


Akhirnya mereka ketemu lagi😘

__ADS_1


__ADS_2