
Quen berada di ruang bersalin ditemani oleh Mike. Pria tersebut sejak tadi sangat cemas dan ketakutan saat melihat istrinya kesakitan.
"Arghhhh! Aku tidak mau hamil lagi, sakit!" teriak Quen sambil mencengkram lengan suaminya dengan kuat sambil mengejan.
"Sabar, Sayang." Hanya kata-kata itu yang dikatakan oleh Mike untuk menenangkan istrinya.
"Sabar ... Sabar! Kamu tidak tahu bagaimana rasa sakitnya!" teriak Quen sambil terus mengejan mengikuti intruksi dokter. "Arghh!!!!" teriak Quen dengan kuat, dan tidak berselang lama terdengarlah tangisan bayi yang sangat keras sehingga menggema di seluruh ruangan tersebut.
"Owekkk ... owekk ..." Bayi tampan keluar dengan selamat dan tidak ada yang kekurangan suatu apa pun.
Dalam seumur hidupnya baru kali ini Mike merasakan haru dan kebahagiaan yang bercampur menjadi satu hingga membuncah di dalam dada, dan kedua air matanya menetes tanpa diminta saat melihat bibit premiumnya sudah berubah menjadi bayi tampan yang sangat menggemaskan.
"Sayang ..." Mike tersenyum lalu mengecupi pipi dan kening istrinya berulang kali sebagai tanda terima kasihnya kepada istrinya yang tengah berjuang melahirkan buah hati mereka.
"Bayi kita sangat tampan." Quen berkata sambil memeluk bayinya yang baru saja di letakkan di dadanya untuk melakukan metode IMD. Inisiasi Meny*su Dini (IMD)\, adalah proses membiarkan bayi dengan nalurinya sendiri dapat meny*su segera dalam satu jam pertama setelah lahir\, bersamaan dengan kontak kulit antara bayi dengan kulit ibu.
__ADS_1
"Dan wajahnya sangat persis seperti kamu, Mike," lanjut Quen seraya menatap suami dan bayinya secara bergantian.
"Benarkah? Berarti bibitku memang berkualitas unggul karena bayiku mempunyai wajah tampan seperti daddy-nya." Mike berkata dengan penuh rasa bangga.
"Ish! Ini sangat tidak adil! Padahal aku yang mengandungnya selama 9 bulan!" gerutu Quen sebal.
"Tapi, bayi kita mempunyai kulit yang putih bersih seperti kamu." Mike menenangkan istrinya agar tidak marah lagi.
Quen tersenyum menanggapi ucapan suaminya, "dia sangat tampan seperti seorang raja ... emh ... bagaimana kalau bayi kita ini di beri nama King?" usul Quen menatap bayinya yang kini sudah menemukan sumber makanannya dan langsung menghisapnya dengan rakus.
"Nama yang bagus dan sangat keren, cocok untuk putra kita yang tampan ini," ucap Quen seraya mengusap pipi gembul bayinya dengan penuh kelembutan.
*
*
__ADS_1
Quen dan bayinya sudah dipindah ke ruang rawat inap. Jeff dan Safira sangat bahagia menyambut cucu pertama mereka.
"Tunggu dulu, kenapa wajah cucu kita sangat persis dengan Mike?" celetuk Jeff sambil memandang wajah cucunya itu.
"Karena aku adalah Daddy-nya jadi wajar saja kalau wajah bayiku mirip denganku!" Tanpa sadar Mike keceplosan b bicara membuat kedua mertuanya terkejut mendengarnya.
"Apa kau bilang?!" sentak Jeff dengan suara penuh penekanan, seraya menatap tajam menantunya.
"Eh ..." Mike terkejut dan baru tersadar kalau dia telah kelepasan bicara. "Maksudku ..."
"Jadi, selama ini kamu membohongi kami? Datang bagaikan seorang pahlawan padahal kau adalah tersangka utama yang sudah menghamili putriku!" Jeff mendekati Mike, dan langsung menarik kerah menantunya itu dengan kuat, tinju sudah terkepal di udara, siap untuk di layangkan ke wajah tampan Mike, akan tetapi tindakan Jeff terhenti saat mendengar ucapan menantunya.
"Aku sudah bertanggung jawab sepenuhnya atas putrimu, Dad. Hanya saja caraku yang salah, jadi maafkan aku. Aku berjanji akan membelikanmu 1 unit mobil mewah untukmu." Mike mencoba berdamai dengan mertuanya dengan cara menyuap.
"Dasar menantu sialan! Tapi ... aku tunggu mobil barunya." Jeff langsung melepaskan menantunya, wajahnya yang tadinya terlihat sangat marah kini berubah menjadi berbinar terang bagai matahari yang baru terbit menyinari bumi di pagi hari.
__ADS_1