
Kai menggaruk kepalanya dengan gerakan kasar. Dia menatap frustrasi pada Alpha yang sudah melepaskan dress-nya, kini hanya tersisa br* dan cilini dilim saja yang menempel pada tubuh indahnya.
"Al, pakai bajumu!" bentak Kai dengan nada kesal. Namun, Alpha sama sekali tidak mendengarkannya karena wanita itu sudah tidak sadarkan diri karena mabuk berat.
Huh!
Kai membuang nafas kasar, seraya berkacak pinggang, kemudian dia menutup pintu mobil tersebut, lalu segera duduk di balik kemudi. Tatapannya tertuju pada tubuh Alpha yang sangat indah dan sexy. Br* berwarna merah terang itu membungkus dua gundukan kenyal, yang padat dan bulat. Dia menggelengkan kepalanya, seraya menelan ludahnya dengan kasar, berusaha keras untuk menghilangkan segala pikiran kotor yang mulai menjerat otaknya.
"Astaga! Aku pasti sudah gila!" ucap Kai pada diri sendiri, lantaran dia membayangkan mencumbu dan bercinta dengan Alpha.
"Lalu aku harus bagaimana? Jika membawanya pulang dalam keadaan seperti ini maka leherku akan di tebas oleh Uncle Carlos," gumam Kai frustrasi. Tak berselang lama, dia menyalakan mesin mobil tersebut, menuju rumahnya. Ya ... lebih baik dia membawa Alpha ke sana, kebetulan kedua orang tuanya juga tidak ada di rumah. Pasti aman.
Kai menjalankan mobil tersebut dengan kecepatan tinggi, membelah jalanan kota New York pada malam hari. Tak membutuhkan waktu lama. Mobil yang dia kendarai telah sampai di halaman rumah mewahnya.
"Tuan!" salah satu pelayan terkejut ketika melihat Kai masuk ke dalam rumah sambil membopong tubuh Alpha di pundaknya. Di tambah lagi Alpha hanya mengenakan pakaian dalam saja, membuat otaknya berpikir yang tidak-tidak.
__ADS_1
"Sttt! Awas kalau kau mengadu pada Daddy and Mommy!" ancam Kai, menatap tajam pelayan tersebut. Lalu melanjutkan langkahnya ke arah tangga, menuju kamarnya di lantai atas.
Pelayan tersebut hanya bisa terdiam sambil menutup mulutnya yang menganga dengan salah satu telapak tangannya. Dia sangat terkejut melihat salah satu anak majikannya membawa seorang wanita ke dalam rumah tersebut. Kacau ini kacau, dan bisa menjadi badai besar kalau Nyonya dan Tuan Besar mengetahui hal ini.
*
Sampai di dalam kamarnya. Kai meletakkan tubuh Alpha di atas ranjangnya yang di balut dengan sprei dan bed cover berwarna hitam.
Kai menghembuskan nafas lega, seraya merenggangkan kedua tangannya lalu memijat pundaknya yang terasa pegal dan lelah setelah menggendong Alpha.
"Ugh ... panas," racau Alpha seraya menggeliat tak beraturan.
"Al," panggil Kai, seraya menyentuh lengan Alpha. Jangkunnya naik turun tidak beraturan saat melihat tubuh sexy Alpha menggeliat, membuat sisi liarnya bangkit dan meronta.
Mata Alpha perlahan terbuka, lalu menyipit menyesuaikan cahaya lampu masuk ke retina matanya yang menyilaukan. "Panas Kai," gumam Alpha, nafasnya tersengal lalu dengan cepat dia mendudukkan diri.
__ADS_1
"Kau mabuk, Al. Badanmu belum terbiasa dengan alkohol. I'm Sorry," ucap Kai seraya beranjak dari duduknya, akan tetapi lengannya di cekal oleh Alpha.
"Al, jangan membuatku kehabisan kesabaran," ucap Kai, seraya menatap lengannya di cekal oleh Alpha.
"Maafkan aku," bisik Alpha terdengar lirih dan tak berselang lama terdengar isak tangis dari bibirnya. "Maaf, karena pernah melukai hatimu," lanjut Alpha seraya mengusap air matanya dengan cepat, menatap sendu pada Kai yang berdiri di dekat ranjang.
"Terlambat," ucap Kai dengan nada dingin.
"What?!" Alpha mengerutkan kening, menatap bingung pada Kai.
"Semuanya sudah terlambat," bisik Kai seraya mendudukkan diri di atas ranjang, lalu bergerak cepat menindih tubuh Alpha dengan posesif.
"Kai ..."
"Sttt ... kau terlambat menghindar!" bisik Kai, kedua matanya menatap tajam dan penuh gairah, kemudian dia mencium bibir Alpha dengan ganas.
__ADS_1
"Ahh ..."