
Pagi hari di Kota New York.
Mike membuka kedua mata, dan pertama yang dia lihat adalah wajah cantik Quen yang tidur di sampingnya. Ia tersenyum tipis, karena akhirnya bisa berkumpul lagi dengan Quen—wanita yang dicintainya.
Puas memandang wajah cantik istrinya, Mike beranjak dari tempat tidur, karena pagi hari sudah menyapa dan waktunya ia harus bersiap kembali ke kantor untuk bekerja. Pertama-tama yang ia lakukan adalah membersihkan diri di kamar mandi.
*
*
Quen melenguh sambil merenggangkan ototnya, lalu salah satu tangannya meraba sebelah kirinya mencari keberadaan Mike, akan tetapi suaminya tidak ada di sana. Quen segera membuka kedua mata, menatap seluruh kamar mewah itu akan tetapi dia tidak melihat Mike.
Klek!
Suara pintu kamar mandi terbuka. Quen menoleh ke arah sumber suara, jangkunnya naik turun ketika melihat body sexy suaminya yang begitu kekar dan menggoda, apalagi Mike hanya memakai boxer berwarna hitam memperlihatkan tonjolan keras di balik boxer itu.
Ah! Otak Quen sudah tercemar di pagi hari. Tatapan matanya kini malah terpaku pada tonjolan keras milik suaminya, yang tadi malam membuatnya terus mendesaah nikmat sampai lewat tengah malam.
“Hei, pemalas, mau sampai kapan menatapku seperti itu?” tanya Mike sambil memperhatikan istrinya yang tidak berkedip melihatnya.
“Sampai aku puas,” jawab Quen tanpa sadar. Bagian bawahnya menjadi berdenyut-denyut saat melihat tubuh kekar suaminya yang begitu menggoda iman. Percintaan panas mereka tadi malam berseliweran di otaknya.
Mike terkekeh mendengarnya, ia berjalan menuju ruang ganti karena ia harus segera bergegas, apalagi sudah hampir dua bulan dirinya tidak masuk kantor, pasti pekerjaannya menumpuk.
Merasa di cueki oleh suaminya, Quen cemberut sebal, disibakkan selimut yang menutupi tubuh polosnya, kemudian ia turun dari tempat tidur, berjalan mengikuti suaminya ke ruang ganti tanpa memedulikan tubuhnya yang tidak mengenakan apapun.
__ADS_1
“Quen, jangan menggangguku!” Mike berdecap ketika Quen memeluknya dari belakang.
“Kau marah?” tanya Quen kesal, lalu melonggarkan pelukan akan tatapi salah satu tangannya merambat turun, menyentuh benda pusaka suaminya yang bersembunyi di balik boxer itu.
“Padahal baby kita ingin di jenguk,” bisik Quen di dekat telinga Mike dengan ada sensual, lalu ia menggigit lembut cuping telinga itu penuh kelembutan.
“Quen!” geram Mike seraya memejamkan mata, lalu mengembalikan setelan jas yang sudah ia ambil ke tempat asalnya. Jika di goda seperti ini, siapa yang bisa menahannya. Mike adalah pria normal dan mempunyai gairah yang tinggi.
Pria gagah perkasa itu membalikkan badan, kedua matanya menajam dan berkobar ketika melihat tubuh Quen polos tanpa sehelai benang, memperlihatkan lekuk tubuhnya yang sangat sexy.
“Lima menit!” Mike segera mengangkat tubuh istrinya, dan membawanya menuju ranjang.
“Kenapa lima menit? Apakah kau sudah kehilangan tenagamu?” cibir Quen yang kini berada di bawah kungkungan suaminya.
“Kau meremehkan aku! Baiklah kalau begitu! Kau akan merengek dan meminta ampun kepadaku!” geram Mike menatap tajam istrinya.
“Dasar nakal!” umpat Mike lalu melayangkan ciuman buas di bibir istrinya, dan percintaa panas di pagi hari itu pun terjadi.
*
*
Di ruang makan.
Carlos dan Arra sedang menunggu pasangan pengantin baru itu untuk sarapan bersama.
__ADS_1
“Mommy lapar!” rengek si kembar kepada Arra.
“Iya, tunggu Aunty dan Uncle ya.” Arra memberikan pengertian.
“Mereka pasti sedang sibuk membuat adik bayi!” jawab si kembar bersamaan, membuat Arra dan Carlos meloto ke arah mereka.
“Kalian mendapatkan kata-kata seperti itu dari mana?! Jangan mengatakannya lagi, karena itu sangat tidak sopan!” ucap Carlos dengan nada marah.
“Yes, Dad. Sorry.” Si kembar menjawab kompak sambil menundukkan kepala, takut kepada daddy mereka.
“Kita sarapan lebih dulu. Mungkin Uncle dan Aunty masih tidur.” Arra segera mengambilkan sarapan untuk suami dan kedua anaknya.
Satu jam kemudian.
Anak-anak sudah berangkat sekolah di antarkan oleh sopir. Sedangkan Carlos masih berada di rumah menunggu Mike yang tidak kunjung keluar dari kamar.
“Lebih baik kamu ke kantor terlebih dahulu,” ucap Arra seraya meletakkan cangkir kopi yang kedua untuk suaminya.
“Keterlaluan!” geram Carlos, karena yang ditunggu tidak kunjung muncul.
“Daddy, kamu sudah telah bekerja!” omel Arra karena suaminya tidak kunjung beranjak dari tempat duduk.
“Ya ... ya, aku berangkat sekarang permaisuriku!” Carlos bangkit dari duduknya lalu mengecup bibir dan beralih mengecup perut buncit istrinya dengan penuh kelembutan. Setelah melakukan ritual pagi, Carlos segera berangkat bekerja.
“Awas saja kau Mike! Aku akan meledakkan kepalamu!” geram Carlos ketika sudah berada di dalam mobil.
__ADS_1
***
Sabar Carlos 😆😆🙈🙈