DANCE FOR RICH MAN

DANCE FOR RICH MAN
S2 - King - Merasa Gamang


__ADS_3

"Big No!" Alessia menenatang keputusan kedua orang tuanya yang ingin menjodohkannya dengan King.  Bagaimana bisa kedua orang tuanya mempunyai pikiran seperti itu? Seumur hidupnya saja tidak pernah terpikirkan dengan manusia kayu itu. Ini sangat gila dan tidak bisa di biarkan! Dia akan menentang keputusan orang tuanya, tapi pertanyaannya apakah dia sanggup melawan orang tuanya sendiri?


Arghh! Alessia menjadi frustrasi di buatnya!


"Why? Ada yang salah? King adalah pria tampan, kaya, baik, serta bibit, bebet dan bobotnya sangat jelas. Dia sepadan dengan keluarga kita. Jadi, keputusan kami sudah bulat, selain itu pernikahan ini akan menyelamatkan keluarga kita dari rasa malu karena karena kamu gagal menikah dengan Dexter sialan itu!" balas Arra menatap putrinya yang duduk di atas tempat tidur.


"Mom, please ... kalian bisa menjodohkanku dengan siapa saja, tapi jangan dengan King," pinta Alessia dengan tatapan memohon, apalagi dia baru teringat kalau adiknya sangat mengagumi King, dan dia tidak ingin hubungannya dengan Alpha menjadi merenggang hanya karena seorang pria.


"Al, Daddy dan Mommy tidak pernah meminta sesuatu kepadamu selama ini. Anggap saja ini adalah permintaan terakhir Mommy dan Daddy kepadamu," ucap Carlos menatap lekat putrinya yang terlihat bingung sekaligus terkejut.


"Mom, Dad, jangan berkata seperti itu." Air mata Alessia menggenang, ketika mendengar permohonan ayahnya. Jika sudah seperti ini dia menjadi gamang, antara mau menerima atau tidak perjodohan tersebut.


Ruang rawat tersebut mendadak senyap. Carlos dan Arra dengan kompak menatap Alessia yang terdiam sambil menunduk di atas tempat tidur. Seolah mereka berdua menunggu jawaban Alessia yang tidak mengecewakan. Suara detikan jam dam helaan nafas yang bersahutan menjadin melody yang mengiringi kesunyian di ruangan tersebut.


CEKLEK!

__ADS_1


"Mom, Dad, Al ..." sapa Alpha ketika memasuki ruangan rawat tersebut.


Kesunyian itu langsung buyar. Alessia bernafas lega, karena kedua orang tuanya langsung menjauh, jadi dia bisa mempunyai kesempatan untuk berpikir sebelum mengambil keputusan besar.


"Hai, Dear. Kamu sudah pulang? Bagaimana kuliahmu hari ini?" Arra tersenyum lalu menghampiri putri bungsungnya yang meletakkan tas di atas sofa.


"Sangat melelahkan, Mom. And thanks sudah menanyakan kabarku," ucap Alpha seraya masuk kepelukan ibunya.


"Oh ... maafkan mommy karena belakangan ini mengabaikanmu." Arra merasa berasalah lalu memeluk putrinya dengan sangat erat, seraya mengusap-usap punggung Alpha penuh kasih sayang.


"Maafkan Daddy, Alpha. Sini ..." Carlos merentangkan kedua tangannya, menandakan kalau dua juga ingin di peluk putri bungsungnya.


Alpha tersenyum lalu beralih memeluk ayahnya dengan sangat erat.


"Thanks, Dad," ucap Alpha lirih.

__ADS_1


Carlos tersenyum lalu mengecup kening Alpha penuh kehangatan dan kasih sayang.


"Hei, brandal! Kau tidak ingin memeluk kakakmu?" seru Alessia pada adiknya.


"No way!" balas Alpha seraya menjulurkan lidahnya pada kakaknya.


"Huh, dasar menyebalkan!" Alessia mencebikkan bibirnya dengan kesal, tapi bibirnya langsung tersenyum ketika Alpha menghampirinya dan memeluknya dengan erat.


"Aku hanya bercanda, jangan marah ya," ucap Alpha di sela pelukannya.


Alessia membalas pelukan adiknya sangat erat, hatinya bergumam, "maafkan aku Alpha, maafkan aku."


****


Bagaimana kalau Alpha mengetahui perjodohan itu?

__ADS_1


Jangan lupa like, komentar dan vote.


__ADS_2