
ex ningsih
senja hariku gelap tanpa hadirmu
kepergian mu membuatku layu
ragaku rapuh
jiwaku melayang tanpa tuju
kembalilah terangi ragaku
sambut aku dalam senyummu
jangan biarkan aku terus menari dalam tangis ku
aku menanti hadirmu kembali senjaku
hariku di selimuti kelabu
waktuku di selubungi sendu
detik ku hanya terlintas namamu
aku rindu engkau senjaku
nampak di pelupuk mata, siang itu di bawah rintik hujan dengan semilir angin yang menusuk nusuk ranah penahan tubuh.
gadis remaja smk tengah duduk menatapi ribuan ikan yang menari menikmati rintikan hujan. lamunannya terbang dalam masa silam, beberapa tahun lalu kala indah menemani hari nya.
seperti layar lebar yang membentang dengan bayang bayang dirinya yang sedang bercanda dengan kakaknya. bercerita, tertawa, dan sangat indah.
"semua itu tinggal kenangan kak, aku telah menghncurkan semua karena termakan kesalahpahaman. andai saja waktu itu berputar kak. aku ingin kembali ke masa itu. lebih mempercayaimu dan menunggu penjelasan mu." lirih ningsih mengingat semua yang telah terjadi. air matanya terus saja mengalir menemani dentuman air hujan yang menghantam kolam.
dia teringat waktu sebelum semuanya menjadi berubah. dia ingat betul kala itu tanpa menunggu apapun dia memutus untuk menjauh. dia ingat betul hari itu. kala kesedihan itu di rasuki sosok lelaki lain yang menghiburnya dan kini meninggalkannya. semua seolah menjadi hukuman untuk dirinya yang terlalu termakan keadaan.
__ADS_1
senja
haruskah aku menerima hukuman ini
meninggalkanmu tanpa alasan
menyiksamu tanpa kepastian
senja
andai kamu tahu disini ku menangis pilu
andai kau tahu disini ku tersiksa kalbu
apakah kau mau memaafkan ku
aku
aku rindu canda tawamu
aku rindu kasih sayangmu
adakah kau akan kembali senjaku
mengulang kembali masa dulu
menapaki hidup bersamaku
menyinari ku dengan tulus mu
aku telah menyakitimu senjaku
aku telah melukaimu
aku telah jahat merobek hatimu
__ADS_1
aku jahat senjaku.
maafkan aku.
"hai kenapa menangis kak?" tanya nurul membelah lamunan ningsih.
"nggak papa dik, hanya menikmati rintikan hujan." blas ningsih sambil menyeka air matanya.
"semua yang berlalu pasti menyakitkan. tapi selama masih bisa di perbaiki. semua akan baik baik saja. kenapa kakak tidak bilang terus terang saja kak?" tanya nurul yang sudah mengetahui penyebab tangisan ningsih.
"aku sudah membuat luka dik. cambuk yang pernah melukainya harus aku buat lagi. apa mungkin bisa kembali?" ningsih balik bertanya.
"aku melihat cinta tulusnya kak. meski terluka aku yakin dia bisa memahami. tinggal kakak saja sampaikan semuanya apa adanya. jujur kuncinya kak." sahut nurul menenangkan ningsih.
"bagaimana bisa aku menjelaskan. sedangkan nomernya pun telah tidak aktif dik. dia benar menjauh dariku. mas cahyo pun tidak punya nomernya. sahabat dari kecilnya pun tidak punya apalagi aku yang sudah melukainya." keluh ningsih sendu.
"kalau memang kembali pasti dia datang kak. aku yakin itu. andai aku jadi kakak aku akan sabar menunggu. orang seperti kak rifky bukan orang yang mudah luluh dengan wanita lain. aku melihat dia begitu menjaga hatinya. dia tidak mudah untuk berpaling kak." ucap nurul sambil melihat langit yang masih meneteskan airnya dengan raut senyum nurul.
"apa kamu juga menyukainya dik?" tanya ningsih tiba tiba.
nurul menatap wajah ningsih," kenapa bertanya seperti itu kak?" tanya nurul heran.
"jawab jujur dik, kamu sudah seperti adikku sendiri?" telusur ningsih.
"semua wanita pasti kagum dengan kak rifky. sosok setianya itu yang membuatku yakin dia pasti kembali ke kakak." jawab nurul mengalihkan untuk meyakinkan ningsih.
"aku hanya berharap." sahut ningsih lirih.
dalam hatinya dia melihat raut yang tidak asing lagi di wajah adiknya itu. dia yakin kalau nurul juga menyukainya.
"kalau memang kamu menyukainya, jagalah dia untukku. seandainya dia tak kembali padaku. setidaknya aku bisa melihat kamu bisa menjaganya" lanjut ningsih sambil memegang pundak nurul.
" tidak kak, karena aku yakin bahwa kakak pasti bisa bersama lagi dengan kak rifky, aku yakin itu kak." ucap nurul yang kembali meyakinkan hati ningsih. walaupun dia sebenarnya menyukai rifky namun, dia tidak mungkin melukai hati ningsih .
"aku akan coba terus menunggunya disini dik." guma ningsih seraya menatap lembah tidar yang masih berdiri tegak di tengah kota magelang itu .
__ADS_1
bersambung,