
Hari perlahan berjalan. mendesak masa depan yang semakin didepan mata. Dan meninggalkan masa lalu yang kian menjauh. Roda roda kehidupan pun terus berjalan. Menembus tiap detik, menit dan jam, membawa semua mahkluk untuk membuka gerbang gerbang yang sudah berada di depan mata.
Pagi itu nampak cerah. Mungkin secerah hati Rifky dan Dewi yang sebentar lagi akan melangsungkan akad nikah nya. Tepatnya dua hari lagi akad nikah itu berlangsung.
Segala persiapan sudah selesai. Gaung dan baju pengantin pun tinggal di gunakan. Tratak (tenda pernikahan) dan segala keperluan nampaknya juga sudah terpasang. Bahkan iringan musik mulai menggema menemani tamu yang mulai berdatangan.
Nampak di tempat Rifky, Rifky berpakaian rapi menyambut para tamunya. Ucapan selamat dan kado mulai menumpuk. Sedang tamu benar benar membludak membuat para sinoman muda mudi nampak kewalahan.
Sedangkan di tempat dan kediaman Dewi pun tak kalah ramai. Nampak dengan busana kebaya ala muslim lengkap dengan kerudungnya menyelimuti tubuh Dewi. Di samping kirinya nampak pak Agus dan bu Wati tersenyum menyambut tamu tamunya. Sedang di samping kirinya nampak pak Rudi dan bu Desi turut mendampingi Dewi.
Suasana bahagia terselimut di kedua keluarga.
******
"Selamat ya boy, bentar lagi kamu akan menyusul kami. Semoga kelak menjadi keluarga sakinah mawadah warahmah." Ucap Cahyo yang di dampingi sang istri yang kini tengah mengandung siapa lagi kalau bukan Nani.
"Terimakasih boy, amin ya rabb." Sahut Rifky yang tak lama langsung memeluk Cahyo. Rasa haru dan tak percaya tumpah dalam pelukan itu.
"Aku masih belum percaya ini boy." Lirih Rifky.
"Sudah sudah, semua sudah berjalan. Syukuri saja karena semua ini hanyalah misteri sang pencipta." Ucap Cahyo sambil mengusap punggung Rifky. "Lusa jam berapa akad nikahnya boy?"
"Jam 10:00 di rumah Dewi boy. Kamu dan Nani hadir ya." Pinta Rifky sambil melepas pelukannya.
"Pasti kami hadir." Ucap Cahyo mantap.
*****
Singkat cerita, sore itu di temani kakak iparnya, Rifky berangkat ke rumah Dewi. Untuk menginap dan mempersiapkan acara akad nikah agar tidak terlambat besok kala acara akad nikah di laksanakan.
__ADS_1
Sebelum berangkat nampak Rifky menyalami semua orang yang ada dan mengurusi acara pernikahannya, dari orang orang sepuh, keluarga, ibu ibu tukang masak sampai muda mudi sinoman. Dia meminta doa restu dan doa kelancaran akan acaranya besok. Hal ini biasa di lakukan oleh seorang lelaki yang mau berangkat ke tempat pasangannya. Sebuah tradisi yang luar biasa.
Setelah tradisi itu barulah Rifky berangkat.
Dalam perjalanan nampak raut muka Rifky tegang. Jantungnya berdegub kencang. Keringat mulai keluar dari pori pori kulitnya. Melihat hal itu, kakak iparnya memberi sedikit wejangan dan nasehat untuk menenangkan hati Rifky. Ia meyakinkan bahwa semua pasti berjalan lancar.
Rifky pun mencoba untuk tetap tenang. Dia mencoba menguasai dirinya. Namun rasa dag dig dug itu malah kian menjadi ketika pelataran rumah Dewi mulai nampak. Dan kian menjadi ketika kaki mulai memasuki gerbang masuk yang terbuat dari janur.
"Nampaknya anak bapak ini gugup" Tegur pak Rudi yang membuat Rifky langsung berhambur mendekatinya kemudian mencium punggung tangan pak Rudi.
Rifky pun akhirnya masuk dengan di gandeng oleh pak Rudi. Dia menyalami semua yang menyambutnya. Dari gelagatnya ia seperti mencari cari seseorang. Pak Rudi yang menyadari itu langsung berbisik," Semenjak kamu datang dia langsung di sembunyikan di kamar untuk persiapan malam widodaren. Sabar besok juga bakalan puas kamu memandanginya hehehe."
Rifky nampak tersipu malu, terlihat dari pipinya yang memerah.
Hari mulai larut malam. Nampak Rifky tengah duduk di kamarnya di temani dua orang. Satunya kaka ipar yang sudah pules di alam mimpi dan satunya lagi pak Rudi yang tengah mendengarkan Rifky wiridan. Sedang Rifky sendiri tengah berzdikir dengan khusyuk.
Setelah tengah malam tiba, nampak bu Wati dan bu Desi bersamaan memeluk Dewi.
"Besok kamu akan menikah nduk cah ayu. Kamu bahagia nduk?" Tanya bu Wati dan bu Desi hampir bersamaan.
"Dewi bahagia bu. sangat sangat bahagia." Senyum bahagia turut mengisi ruangan itu yang tak lama berganti sunyi karena penghuninya telah terlelap di buai mimpinya.
Begitu pula di kamar tempat Rifky istirahat. Nampaknya Rifky dan pak Rudi pun sudah menyusul kakak ipar Rifky ke alam mimpi. Mereka tidur dengan lelap sampai pagi menjemput mereka.
*****
Sang mentari bangun dan menyambut dunia, semilir dewi kesejukan menembus celah membuat daun daun menari. Cahaya nampak timbul menerobos lubang kecil menimbulkan garis cahaya yang indah. Burung burung pun ikut bernyanyi menambah suasana pagi itu lengkap.
Hari itu waktu pagi seolah berlangsung sangat cepat buat seorang Rifky. Pasalnya, Dia seolah baru bangun kini sudah duduk di depan beberapa orang saksi dan di depan seorang penghulu. Dan tanpa seolah dia sadari, acara akad nikah itu tengah berlangsung.
__ADS_1
"Monggo nak Rifky." Ucap penghulu itu membuat Rifky tersadar dari lamunannya.
Dengan mantap namun sedikit gugup, "Saya terima nikah dan kawinnya Dewi maharani binti setyo dengan maskawin tersebut di bayar tunai."
"Bagaimana saksi sah?" tanya penghulu yang serempak di jawab sah oleh hadirin. Namun belum sempat penghulu itu mengucap Alhamdulillah tiba tiba,
"Belum pak penghulu." Suara itu bukan lain Cahyo yang baru datang.
Gelak tawa dan candaan pun membuat Rifky malah grogi hingga saat pengucapan kedua,,,,
"Saya nikahkan engkau saudara Rifky Dimas Eka bin Sholeh dengan saudari Dewi maharani binti setyo dengan mas kawin seperangkat alat sholat, uang senilai 10 juta serta emas 10 gram dibayar tunai." Ucap penghulu itu mantap." Monggo nak Rifky."
"Saya, saya, saya ikut saja apa kata pak penghulu." Ucap Rifky yang gugup malah mengundang gelak tawa. Sampai semua hadirin termasuk Cahyo dan pak penghulu tertawa melihat kekonyolan Rifky itu. Orang yang biasanya berwibawa itu ternyata kalah berhadapan dengan seorang penghulu.
"Di ulang sekali lagi ya mas Rifky. Santai saja jangan grogi. Bapak tidak gigit." Ucapan penghulu itu sontak malah membuat yang hadir harus tertawa lagi. Namun hal ini malah membuat seorang Rifky merasa lebih percaya diri dan justru rasa groginya berkurang. Semua terbukti ketika pengucapan ijab qobul yang ketiga Rifky dengan lancar mengucapkannya.
Sah!!!!!!!!
"Alhamdulillah," Ucap pak penghulu di ikuti para saksi yang hadir.
Setelah ijab qobul selesai dan sudah di tutup doa, kini saatnya pengantin wanita hadir di tengah acara itu dan mendampingi Rifky yang sudah sah menjadi suaminya.
Semua mata pun tertuju pada kehadiran Dewi. Dewi nampak cantik dan anggun bak bidadari berjalan pelan menghampiri Rifky dan duduk di sampingnya.
Di sambutnya tangan Rifky kemudian di ciumnya punggung tangan itu kemudian, perlahan Rifky mencium kening Dewi. ciuman pertama. Semua yang hadir nampak tersenyum.
Mereka berdua pun resmi menjadi sepasang suami istri.
Setelah acara itu selesai, kini Rifky menggandeng tangan dewi untuk berjalan menyalami semua orang yang berada di rumah Dewi seperti yang di lakukan Rifky sebelum datang kemarin. Bedanya hanyalah kini mereka berdua dengan filosofi meminta doa restu untuk bahtera rumah tangga mereka.
__ADS_1