DAWAI KEHIDUPAN

DAWAI KEHIDUPAN
HANYA CERITA TAMBAHAN


__ADS_3

semilir angin pantai menembus celah jendela. berkas berkas cahaya mataharipun mulai memasuki celah menimbulkan garis cahaya yang menerangi ruangan. deru mesin dan gemericik air pun iku menyambut pagi itu.


nampak rifky diantara kesibukan tengah mengontrol semua bak. di tangan kanannya di temani buku catatan. sementara, tangan kirinya terselip pulpen. nampak begitu serius dan teliti, sampai sampai kehadiran dewi yang membawa kopi dan kue tidak di sadarinya.


dari kejauhan itu, dewi hanya memandang kagum sambil menaruh apa yang di bawanya itu di meja kerja rifky. ya kebiasaan baru yang di sarankan bu desi itu mulai di lakukan oleh dewi. menyiapkan sarapan dan membuatkan kopi.


sejenak kemudian, dewi berjalan mendekati rifky. " mas sarapan dulu." sapa dewi, " itu sudah saya siapkan di meja kerja mas." lanjutnya.


"iya dik bentar ya, sedikit lagi selesai. terimakasih." ucap rifky yang masih fokus ke pekerjaannya.


"iya mas sama sama. dewi kembali kerja lagi ya." ucap dewi yang melihat rifky masih serius dan sepertinya tidak bisa di ganggu.


"mau kemana dik?" tegur rifky yang menyadari kalau dewi mau pergi.


"nah kan uda mulai kerja mas." ucap dewi.


"hari ini kamu ngerjain apa dik?" ucap rifky lagi.


"sesuai rencana mas, dewi hari ini menyelesaikan dan mengumpulkan laporan mingguan."


"temani sarapan dulu ya." pinta rifky


"baik lah, dewi temani." sahut dewi nampak senang.


akhirnya, rifky menutup bukunya dan berjalan menuju mejanya di ikuti dewi. di ambilnya dua potong roti. satu untuk dirinya dan satu lagi untuk dewi.


"terimaksih ya untuk sarapannya." ucap rifky setelah memakan roti.


"iya mas sama sama, dewi akan pastikan pola makan mas teratur mulai hari ini." jawab dewi penuh semangat di sertai senyumnya.


rifky yang merasa di perhatikan itu malah menunduk. pikirannya kembali terusik. rasa bersalah dan semuanya bercampur jadi satu. dia menatap keseriusan dari semua tatapan dewi.


"jangan pikirkan apapun mas, anggap ini ucapan terimaksih atas kebaikan mas selama ini." ucap dewi yang seolah tau apa yang dirasakan rifky.


"terimakasih dik." ucap rifky seraya mencoba tersenyum.

__ADS_1


semenjak pagi itu, dewi selalu menyiapkan dan menjadi alarm jam makan rifky. dia memastikan bahwa atasan sekaligus pujaan hatinya itu tidak pernah telat dalam makan. karena selama ini pujaan hatinya itu selalu menomer duakan urusan makan. jadi dia mulai pagi itu yang selalu memastikan bahwa pola makan rifky teratur.


sementara rifky, dia mulai terbiasa dengan sikap dewi. walaupun kenyataan hatinya masih sama. hatinya masih beku dan terbelenggu masalalu. berulang kali ia sampaikan semuanya ke dewi. namun nampaknya dewi tetap kekeh menunggu. menunggu setidaknya rifky bisa membuka hatinya.


"wah wah wah lama aku nggak masuk sepertinya ada calon baru nih." ucap cahyo yang entah kapan hadirnya dan sudah berada di belakang rifky yang tengah minum kopi di temani dewi.


"iya mas sepertinya sih iya," sambung nani yang ternyata juga datang.


"loh kalian kapan datang kok tidak kabar kabar." ucap rifky yang tengah kaget.


"kalau kabar kabar ya nggak bakalan bisa memergoki kamu boy." canda cahyo yang di ikuti senyuman nani.


"dih apalah kamu ni boy." sahut rifky yang nampak manyun. sementara dewi hanya tersenyum malu.


"ayo wik (panggilan dewi) pepet terus nanti kecolong kucing." canda nani yang membuat dewi tersipu malu.


"sebenernya melihatmu merah merona hatiku bergetar." batin rifky melihat pipi dewi yang seperti tomat.


"apa yang mau di pepet mbak." tanya dewi polos.


"eh awas aja kalau di ajari yang aneh aneh." sambar rifky yang membuat semua tertawa.


"boy aku ada pesan dari kakakmu. katanya kalau bisa pulang. ada yang mau di ucapkan. penting katanya." ucap cahyo yang langsung membuat rifky heran.


"kan bisa telpon, hadeuh ada apa lagi coba" gerutu rifky sambil menepuk jidatnya sendiri.


"ya mana aku tau boy." sahut cahyo sembari mengangkat pundaknya.


"okelah nanti aku akan cari waktu yang pas. sekarang banyak kerjaan. lama kamu absen pekerjaan jadi numpuk." gerutu rifky yang di sambut cengengesan oleh cahyo.


akhirnya cahyo pun bergabung menyelesaikan pekerjaan itu. sementara nani berjalan bersama dewi untuk menuju tempat di mana mereka mengerjakan tugasnya.


sampai saat matahari mulai menuju tempat istirahatnya mereka sudah selesai dan sudah santai menikmati senja yang indah bersama kebersamaan. dan saat seperti itu nampak ponsel rifky berdering. rifky pun berlalu untuk menerima panggilan itu.


kini tinggallah nani, dewi dan cahyo. nampak mereka bercerita ke sana ke mari. nampak canda tawa dan keceriaan.

__ADS_1


"bagaimana wik sepergian kami. nampaknya ada hati yang tengah berbunga." sindir nani sambil menyenggol pundak dewi dengan pundaknya.


"ah kalian ini sukanya menggoda saja. jujur saja, mas rifky masih hidup dalam masalalunya. dia takut mengecewakan. karena sampai detik ini, bayang masalalu masih ada di hatinya." jelas dewi yang di sambut usapan di punggungnya oleh nani.


"sabar saja, aku tahu betul sahabat aku itu. tidak mudah baginya untuk melupakan seseorang yang sudah lama ada di hatinya itu." jelas cahyo menimpal.


"memang sudah berapa lama. bukanya baru mas mereka menjalin hubungan?" sela nani yang ikut penasaran.


"hubungan mereka sudah tumbuh semenjak waktu sekolah dulu." jelas cahyo. "kebiasaan bersama yang berakhir tanpa sebab pasti bekasnya dalam. apalagi kalau aku tebak keduanya masih punya rasa." lanjutnya.


"pantas saja mas rifky sampai detik ini tak mampu untuk membuka hatinya." sahut dewi sambil menunduk.


"tapi yakinlah semua akan baik baik saja. sabar dan sabar meluluhkan hatinya itu. hatinya begitu lembut dan susah tertembus." jelas cahyo meyakinkan.


"kasih perhatian dan usahakan terus sabar kuncinya wik." sambung nani memberi semangat.


"aku tak mengharap lebih darinya. aku hanya bahagia melihat senyumnya." terang dewi sambil tersenyum.


"kamu baca ini. ini diary punya rifky. mungkin kamu akan tau sedikit banyak tentangnya. ini diary lama yang ku temukan di kamar rifky." ucap cahyo sambil menunjuk ke tambak laut.


"iya mas terimakasih." ucap dewi sambil menerima buku diary dari cahyo.


"weh serius amat ada apa ini." tegur rifky yang sudah kembali. untungnya dewi sudah menyimpan diary itu.


"kami yang ada apa datang datang tersenyum. dapat bonus boy?" sahut cahyo balik menyerang.


"kamu tahu aku bawa kabar bahagia apa sore ini?" jawab rifky yang di sambut gelengan kepala. " kakak ku akan menikah bulan ini."


"wah wah lengkap sudah ini." sambar cahyo.


"aku pengen semua meriah. kamu urus ya boy. aku serahin ke kamu. ini harus jadi hari istimewanya." ucap rifky nampak membludak bahagianya.


" oke siap bos." sahut cahyo semangat.


"kalau begitu ayok balik uda mulai malam." sahut nani ikut bahagia.

__ADS_1


merekapun kembali ke mes. meninggalkan senja yang sudah terlebih dahulu berlalu.


__ADS_2