DAWAI KEHIDUPAN

DAWAI KEHIDUPAN
DIARY NINGSIH


__ADS_3

Tuhan, aku beruntung pernah mengenalnya. Beruntung pernah menjadi bagian dari cerita hidupnya. Meskipun tak pernah bisa aku menjadi pendamping hidupnya.


Aku bahagia, dan aku sangat bahagia. Ketika bisa


melihatnya bahagia. Setidaknya luka yang pernah aku toreh itu sudah ada penyembuhnya.


Dulu, waktu pertama aku mengenalnya, saat pertama bertemu dengannya, dia selalu ada buat aku. Menjadi orang pertama yang selalu ada buat aku. Dia selalu menjaga ku, menjadi tameng dari setiap masalahku, seolah seperti kakak yang selalu menjadi pelindungku.


Aku benar seperti seorang adik yang terlindungi. ya sangat-sangat terlindungi.


Aku masih ingat saat dia mengenalkan ku kepada sahabatnya. Aku di jodohkan dengan sahabatnya. Walaupun sebenarnya saat itu aku malah memiliki perasaan justru kepadanya.

__ADS_1


Tanpa aku sadari kalau semua ini adalah awal kekeliruan yang aku buat. Mencintainya yang kuharap menjadi awal kebahagiaan, ternyata hanyalah mimpi di siang hari yang tak pernah terpenuhi.


Aku sadar dan dapat merasakan betapa besar rasa cintanya untukku. Dan aku tak menyadari kalau rasa yang tumbuh di hatinya itulah awal derita yang aku buat.


Aku baru menyadari ketika aku menikah dengan Dimas. Orang yang ada dalam cerita dendamnya. Yang menjadikanku seperti sebuah cambuk untuk membalaskan rasa sakit hatinya terhadap dia.


Aku ingin berteriak saat itu, memaki semua hidupku, tapi semua harus aku tahan demi dia yang aku cinta. Aku harus bertahan demi melihatnya tak lagi di kejar dendam yang tak pernah dia sadari. Namun nyatanya, tetap saja dendam itu masih melekat.


Ya tuhan, selama ini aku berusaha membuang dendam itu namun rupanya sedetikpun tak pernah membuat semua itu berubah.


Rasa sakit itu semakin aku rasakan. Setiap hari setelah hari itu, harusnya aku beruntung karena bisa menjadi istri yang benar di layani suami, atau bahagia karna bisa melayani suami. Tapi nyatanya, dia menyentuhku dan melampiaskan hasratnya karena dilandasi dendam. Tanpa ada kelembutan dan cinta yang menyelimuti di setiap hubungan. Yang ada hanyalah nafsu yang terus melukai hatiku. Seolah aku bukanlah istrinya, melainkan wanita jalanan yang menjadi wanita pelampiasan nafsunya saja.

__ADS_1


Bahkan saat aku mengandung anaknya pun tetap dia melampiaskan semuanya tanpa memikirkan rasa sakit yang aku rasakan. Selalu dia sebut namanya di dalam setia hubungan. Semua makian, sumpah serapah dan rasa dendamnya membuatku semakin terluka batin dan raga.


Dan semua terasa berakhir saat kandunganku gugur dan aku di vonis tak bisa lagi memiliki keturunan. Bukannya dia mendampingiku untuk menebus kesalahannya, namun malah meninggalkanku seolah aku sudahlah menjadi barang rongsokan yang sudah tidak berguna. Dengan bangganya dia meninggalkanku seolah sudah puas menghancurkan hidup seorang yang ada dalam hidup musuhnya.


Hancur hatiku saat itu, semua yang aku lakukan sudah tak berarti lagi. Aku merasakan kehancuran yang teramat hancur. hanya doaku saat itu, semoga Allah selalu melindungi orang-orang yang aku sayang.


Beberapa hari yang lalu, aku seperti mendengar suaranya membangunkan ku. Dan benar saja, saat mata ini terbuka saat itu juga aku melihatnya kembali. Dan berada di sampingnya Dewi yang tengah menggandeng tangannya. Jujur saja aku cemburu, namun mengingat semuanya aku merasa bahagia. Bahagia karena dia kini sudah bahagia.


Harapanku hanyalah mereka berdua hidup damai, bahagia dan bahagia. Kalau mereka bahagia tentu aku sangat bahagia.


ah rasanya aku sudah lelah, rasanya ingin istirahat. Semua yang sudah ku lalui membuatku ingin tidur saja kalau mengingatnya. Buku diary terimakasih ya sudah menemaniku. Sekarang aku ingin istirahat. Terimakasih.

__ADS_1


__ADS_2