
mereka nampak bergembira menikmati suasana senja keorenan di langit sebelah barat sana.
sampai saat mentari telah tenggelam baru mereka beranjak. menjemput malam yang sudah di depan mata. namun, nampaknya cahyo dan nani masih ingin menikmati suasana itu. yang akhirnya hanya rifky dan dewi yang kembali ke mes untuk membersihkan diri dan sholat magrib.
ex nani dan cahyo.
sepergian dewi dan rifky, mereka masih mengobrol bercerita dan bercanda. mereka melewati waktu yang sudah mulai gelap itu dengan berjalan di tepi pantai.
"apa kau masih menyimpan rasa untuk rifky?" tanya cahyo di tengah obrolan.
"ntahlah mas, sepertinya tidak. aku sudah berusaha memupusnya. cintaku itu buta. aku tidak memikirkan hatinya. setelah ku pikir juga sepertinya aku hanya sekedar kagum." jawab nani datar." kenapa tanya begitu mas?" lanjutnya balik tanya.
"ya tidak ada hanya sekedar ingin tahu saja." jawab cahyo sekenanya.
"kalau mas sendiri bagaimana. apa sudah punya kekasih?" kini balik nani mengintrogasi.
"masih sendiri." jawab cahyo singkat.
"dari awal aku melihatmu kamu yang aku suka.hmmm" batin cahyo dalam hati.
"kenapa manyun gitu mas" kaget nani yang merasa di lihat oleh cahyo.
"hahaha kamu tuh cantik." jawab cahyo sekenanya. jelas itu membuat nani malu. mukanya pun langsung merah merona.
"nggak nyambung." celoteh nani sambil membuang muka menutupi senyum nya.
"nyambunglah. pokonya nyambung kan sudah hehehe" ledek cahyo yang tau nani sudah merah merona.
"ledekin aja terus." sungut nani sambil manyun.
"serius dik, kamu tu cantik." pepet cahyo yang mulai tak tahan akan perasaannya. menurutnya mungkin ini moment nya.
__ADS_1
"terus." sahut nani sambil membelakangi cahyo.
"aku menyukaimu." ucap cahyo yang sudah di depan nani, "dari awal bertemu,aku sudah menaruh hati padamu."
duaaaaarrrrr!!!!!!!
bagai di sambar petir nampak nani seperti terbang melayang mendengar pengakuan cahyo.
"apa mas?" lirih nani meyakinkan.
"aku mencintaimu dik. aku ingin menjalin hubungan serius denganmu." jelas cahyo yang hanya di sambut pelukan oleh nani.
"aku pun sama mas. aku menunggu kamu mengucapkan itu." balas nani lirih tepat di pelukan cahyo.
"kamu mau menjadi istriku?" tanya cahyo sekali lagi.
"iya aku mau mas." sahut nani sambil melepas pelukan itu. nampak muka nani bahagia.
di ujung waktu ku patah hati
lelah hati menunggu
cinta yang selamatkan hidupku
kini ku tlah bersamamu
berjanji tuk sehidup semati
sampai akhir sang waktu
kita bersama tuk selamanya
__ADS_1
dari jauh rifky juga dewi nampak melantunkan senandung lagu milik seventeen. membuat cahyo dan nani seperti tertangkap basah.
"ehem ehem ehem." dehem rifky di ikuti dewi.
"ada yang merasa dunia milik berdua nih." ucap rifky nyindir.
"nyindir ngomong" serobot cahyo sementara nani nampak salah tingkah.
"ada suara tak ada rupa." ucap rifky sambil cengir cengir.
"au lah gelap wkwkwkwkw." sahut cahyo yang mendekati rifky."lah kalian juga ngapain berdua?"
"loh siapa bilang. lah ini berempat." elak rifky. kini giliran dewi yang nampak merah merona.
"boy aku ijin ya.?" ucap cahyo serius.
"lakukan saja tanpa kau minta pasti ku ijinkan. ini zona kalian aku tidak akan membatasi. biar semua kerjaan aku handle dulu. nanti biar dewi juga belajar. bukan begitu dik?" rifky menoleh kearah dewi yang di balas anggukan.
"iya benar mas. ini bisa buat belajar. sampai kalian masuk lagi." ucap dewi semangat.
"terimakasih boy." ucap cahyo sambil memeluk rifky. sementara itu rifky pun ikut terhanyut dalam suasana itu.
"perusahaan ini tetap akan berjalan meski kalian libur. urus sampai kelar. kalian berhak bahagia." ucap rifky meyakinkan kedua orang kepercayaannya.
"terimakasih pak. kami pasti segera kembali." ucap nani dengan bahasa formalnya.
"oke. berangkatlah besok lebih cepat lebih baik. nanti aku siapin tempat untuk kalian setelah kembali." rifky pun membalas dengan formal.
malam itu satu lagi orang terdekat rifky berkomitmen menuju pelaminan. 2 orang kepercayaan rifky yang selama ini menjadi tangan kanan rifky bersatu. kebahagiaan yang memang luar biasa dirasakan oleh rifky.
bersambung,
__ADS_1