
Allahu akbar 3x
gema takbir itu, menemani perjalanan rifky yang telah tiba di jogja. di temani beribu pemudik rifky mengantri bus yang membawanya ke magelang. suasana yang ramai dan padan itu rifky nikmati dengan lagu yang di dengarkan via headphone yang menempel di telinganya. jaket berbahan jeans dan kupluk nike menjadi ciri khas seorang rifky.
drrrrrrrrt
dering ponselnya memaksa untuk menunda musik. "hallo boy, ada apa?" sapa rifky dalam telponnya.
"jadi mudik kan boy?" balasnya balik tanya.
"jadi dong. ini aku sudah di jogja nunggu bus." balas rifky
"bareng aku aja boy ntar aku tunggu di depan terminal. ni aku dari bantul. tunggu di luar ya." ucap cahyo
"asyiap. aku tunggu di luar ya."
"oke. sampai ketemu nanti." ucap cahyo kemudian menutup telponnya.
rifky kemudian keluar dari dalam terminal. menunggu cahyo yang tak lama kemudian sudah datang memberinya tumpangan pulang ke magelang.
__ADS_1
"wah kebetulan nih. uda jenuh aku ngantri bus tadi." ucap rifky dalam perjalanan.
"nggak gratis ya, wkwkwkwk" canda cahyo.
kemudian, mereka di sibukkan cerita ke sana ke sini, menemani roda yang terus berputar menuju magelang. seperti seorang yang lama tidak bertemu, mereka nampak menikmati perjalanan itu. senyum tawa yang tak tertinggal.
"kita makan dulu boy, aku tadi belum makan cuma minum dan nyamil buat buka puasa tadi." sela rifky ketika sudah sampai grabak.
cahyo yang paham langsung mencari tempat untuk makan. dia mengajak rifky ke rumah makan padang yang ada tidak jauh dari pom bensin grabak.
"mau makan apa boy? aku yang bayar kali ini." ucap rifky sambil nyengir.
mereka pun makan.
setelah selesai makan di sela istirahat cahyo bertanya, "ky, kamu nanti naik nggak? aku harap meski kandas, kekeluargaan tidak ikut kandas.
"insya Allah boy. aku juga sudah melupakan itu. tapi satu hal, aku mohon kamu tetap jaga identitas ku. apapun keadaannya. aku ingin mereka mengenalku sama seperti dulu." sahut rifky serius.
"iya aku paham maksudmu." balas cahyo." kapan kita ke sana?"
__ADS_1
"lebaran ke 4." jawab rifky singkat.
NB: di cerita ini rifky menyembunyikan status sosialnya. dan yang mengetahui itu hanyalah cahyo. rifky hanya ingin orang mendekatinya karena tulus seperti cahyo.
waktu berjalan cepat. memutar detik dan jam dalam waktu. sampailah akhirnya rifky di rumah. dia tersenyum melihat rumahnya. tempat kenangan yang sangat indah di masa kecilnya.
"nah pulang tidak langsung masuk malah bengong di depan." tegur pak soleh ayah rifky melihat anaknya masih saja tersenyum di depan rumah
"rifky kangen rumah pak." sahut rifky sambil mencium punggung tangan ayahnya.
" lekas masuk terus istirahat dulu. pasti kamu lelah di perjalanan tadi." ucap pak soleh menuntun rifky masuk.
"rifky pengen rumah ini tetap seperti ini meski nanti di perbaiki pak." ucap rifky lagi yang di blas anggukan pak soleh.
malam itu, nampak rifky tiduran di kamarnya dengan lukisan kenangan masalalu nya. masih tergambar begitu jelas saat saat itu yang membuat rifky tersenyum
"aku kembali dalam kenangan ini bu, rifky kangen masa itu. biarlah tempat ini menjadi tempat yang selalu menjadi kenangan rifky bersama ibu selamanya." guma nya dalam hati.
bersambung.
__ADS_1