DAWAI KEHIDUPAN

DAWAI KEHIDUPAN
MIMPI


__ADS_3

sepulang dari acara pernikahan itu, nampak dewi memandangi rifky dengan serius. dalam hatinya seolah tak percaya melihat semua yang baru saja di lihat dan di diketahuinya. di balik semua senyumnya, dan semua kebahagiaanya serta kebaikannya tersimpan cerita yang tak di sangka sangka. semua yang di lakukan menunjukkan bahwa dia ingin menyimpannya sendiri tanpa orang harus tau yang di rasakan. dia nampak tangguh di mata dewi.


"apa yang mas cari sebenarnya?" dewi memberanikan diri untuk bertanya dalam perjalanan pulang itu.


"kebahagiaan dan ketenangan." jawab rifky simpel sambil tersenyum.


"kebahagiaan yang seperti apa mas?"


"kebahagiaan bisa membuat orang bahagia."


"terus mas sendiri?"


"hahahaha kebahagiaanku itu bisa membuat kalian bahagia karena ku itu saja." jelas rifky sambil tertawa.


"sebesar itukah cintamu untuknya mas?"


"tidak untuknya dik." jawab rifky singkat namun tajam.


"semua terlihat baik baik saja, walau kini aku tahu itu pasti tidak." lirih dewi.


"semua akan baik baik saja kalau kita menganggapnya baik baik saja." jelas rifky yang membuat mata dewi berbinar di selimuti kaca air mata.


kemudian, perjalanan berlanjut sampai tiba di rumahnya rifky. rifky yang nampak lelah langsung tertidur di kursi. sementara dewi, dia belum juga bisa tidur. di lihatnya rifky yang nampak tenang raut mukanya. akhirnya dewi pun menyelimuti tubuh rifky dengan selimut. dan kemudian meninggalkan rifky. ia masuk ke kamar rifky untuk istirahat.


"meski di selimuti memori pahit tapi tatapanmu tetap menghangatkan dan meneduhkan mas." lirih dewi dalam hati.


rupanya benih benih cinta itu mulai tumbuh dalam hati dewi. dia mengagumi rifky. melihat sosok peneduh yang menenangkan dalam jiwa rifky. dia benar terhanyut dalam sajak yang tak pernah ia sadari. membawanya dalam mimpi panjang dalam tidurnya.


"siapa dia?" batin dewi yang tengah dalam padang rumput yang luas nan hijau.


samar samar dengarnya lagu yang teramat menyayat hati. lagu yang belu pernah di dengarnya. perlahan pun dewi mendekati seseorang itu. semakin dekat seolah suara itu semakin ia kenali.


*kini senja telah berganti malam


menguburku bersama kenangan


hingga aku harus merasakan kesendirian


luka yang teramat dalam


sunyi sepi kuratapi sendiri


menembus batas waktu semu


dan hati harus merelakan


ragamu tak lagi di sampingku


sakit rasanya


ku tahan penuh luka tersayat


tercabik hingga hancur


ku rasa sendiri

__ADS_1


ingin ku berlari


membuang semua luka ini


hingga ku mampu


menjalani semua tanpamu*.


terlihat linangan air mata itu seolah deras menimbulkan genangan air yang kemudian mengalir seolah seperti sungai. namun itu sungai air mata.


"kenapa harus menangis?" dewi mencoba membuka keheningan.


"hanyalah tangis pengobat lara." ucapnya sambil tak menghiraukan dewi yang berada di belakangnya.


"setiap manusia mempunyai obat sendiri untuk lara nya. tidak ada siapapun yang melarang untuk seseorang menangis. lalu kenapa engkau begitu peduli." lanjutnya yang membuat dewi bingung berkata.


"kalau datang mu hanya membuat air mata. untuk apa menghampiri. sedang aku sudah khatam akan luka." lanjutnya lagi.


"salahkah orang yang menyapa dan bertanya? salahkah orang yang merasa ikut sedih melihat seseorang sedih? meskipun kenapa dan ada apa tidak tahu. lalu apakah harus di hakimi seseorang yang hanya membantu." ucapan itu keluar begitu saja dari mulut dewi tanpa bisa di kondisikan.


"tidak. karna aku hanya ingin tidak menyiksa hatiku sendiri." jawabnya singkat membuat dewi melangkah maju. namun belum genap 4 langkah.


"untuk apa kamu menghampiriku?" dia menghentikan langkah dewi.


"salahkah bila aku ingin menjadi temanmu?"


"tidak. tidak ada yang salah." jawabnya sambil menyeka air matanya. kemudian bangkit dan berdiri menghadap ke dewi. sontak membuat dewi kaget karena seseorang itu rifky.


dalam hati dewi bertanya tanya. dia tak memahami ini semua. dewi hanya terpaku dalam tanda tanya. orang yang di lihatnya adalah rifky.


"aku dewi." tanpa sadar mulut dan tangan dewi membalas.


"kenapa kau ingin mengenalku?" tanya rifky


"hanya ingin berteman dan menjadi tempat mu bercerita." dewi menjawab seolah mulutnya bergerak sendiri.


"terimakasih sudah mau berteman denganku." setelah rifky mengucapkan itu perlahan dia mulai memudah dan menghilang meninggalkan dewi dengan tanda tanya nya.


assolatuwasalammualaik!!!!


sholawat tahrim itu membangunkan dewi dari mimpinya. membuatnya sadar yang terjadi barusan adalah mimpi. mimpi yang membuatnya semakin bertanya tanya.


"apa sebenarnya yang kamu rasakan mas. sampai sampai hadir di mimpiku." guma dewi sambil menatap foto masa lalu rifky yang di hiasi figura dan menempel di dinding. kemudian tanpa sadar dewi melihat buku bersampul emas.


"buku diary siapa ini?" tanya dewi dalam hati. kemudian diambilnya. di bolak balik."nampak bersih dan rapi."


sementara itu, rifky yang masih terlelap nampak gelisah dalam tidurnya. seolah tengah bermimpi.


"hey di mana aku ini?" tanya rifky yang melihat hamparan padang rumput yang luas.


samar tapi jelas ia melihat seorang wanita tengah menangis sendu. rintihannya benar menyayat hati.


senja


dimanakah kau berada

__ADS_1


kenapa kau membiarkanku dalam kegelapan


terangi aku dengan indah mu senjaku


biar ku mekar dalam dekapanmu


senja


aku merindukanmu


kenapa kau tak mengenaliku


kenapa kau mengabaikanku


aku lebih baik mati bila tak bersamamu


kemudian wanita itu berjalan ke tebing jurang dan sepertinya hendak melompat. seketika rifky berlari dan hendak menggapai wanita itu. namun, semua terlambat karena wanita itu sudah terlanjur melompat.


"pegang tanganku. tolong jangan lakukan itu. jangan bodohi diri kmu seperti ini." teriak rifky yang berhasil meraih tangan wanita itu dan....


"senjaku, kau datang?" wanita itu menyebut rifky dengan nama senja.


"ningsih!!" rifky kaget karena wanita itu ningsih."kenapa kau melakukan ini?"


"hanya ada namamu di hatiku. kalau kau pergi akupun akan pergi."ucapnya semakin lemah. seolah pasrah.


sementara itu rifky mencoba untuk terus menarik namun semua itu terasa mustahil karena dirinyapun mulai ikut tertarik. beruntung seseorang memegangi kaki rifky yang membuatnya bisa bertahan.


"lepaskan boy, ihklaskan kalau memang itu menjadi jalannya" ucap seseorang itu yang ternyata cahyo dan dewi.


tak beberapa lama nampak burung menyambar menangkap ningsih dan membawanya terbang jauh. membuat rifky menangis sejadinya.


"ky bangun ky. bangun ky istighfar dik" ucap putri membangunkan rifky yang menangis dalam tidurnya.


sontak membuat dewi dan pak soleh juga datang ikut membangunkan rifky. dan tak berapa lama kemudian,


"astaghfirullah" ucap rifky sambil membuka mata. air keringat banjir di seluruh tubuh rifky. sadar kalau semua hanya mimpi.


"minum dulu mas." ucap dewi sambil mengulurkan segelas air putih yang kemudian di terima rifky dan kemudian di minumnya.


"terimakasih dik." sahut rifky sambil mengatur nafasnya.


"kau mimpi buruk dik." tanya putri


"iya mbak aku mimpi buruk. ya Allah ternyata hanya mimpi." ucap rifky sambil mengusap keringatnya.


"wudhu dulu terus solat le ini uda subuh. biar tenang." ucap pak soleh sambil mengusap rambut rifky.


"njih pak Rifky wudhu dulu." balas rifky yang kemudian bangkit menuju kamar mandi di temani bayang bayang mimpinya.


"astaghfirullah semoga hanya mimpi." guma rifky sambil memulai wudhu.


air yang sejuk itu benar menyejukkan hati dan jiwa rifky.


bersambung.

__ADS_1


__ADS_2