
suara gamelan jawa menghiasi tempat itu. hiasan hiasan penyambut nampak menjadi gerbang. ya hiasan itu, tuwuhan namanya. beberapa tumbuhan dan buah seperti kelapa muda, daun padi, buah buahan pasar, daun daun kebun, dan janur melingkar itulah tuwuhan. yang memiliki arti, makna dan harapan agar mempelai memperoleh keturunan yang sehat, berkecukupan dan menjadi keluarga yang serba kecukupan serta bahagia.
kalau masuk kedalamnya bisa di lihat muda mudi yang melayani tamu. mereka itu kalau di jawa di sebut laden atau sinoman.
sinoman itu yang menyuguhi minuman dan beberapa makanan ringan. kalau jaman dulu sinoman itu menyuguhi tamu menggunakan nampan yang terbuat dari kayu atau di sebut baki. kemudian cewek yang menurunkan dan menyuguhkan. kalau sekaran semua sudah berubah. sinoman sekarang hanya menunggu makanan dan tamunya mengambil sendiri. seperti swalayan.
kembali ke cerita.
melihat kedatangan rifky beserta rombongan, keluarga cahyo langsung membawa rifky ke tempat khusus keluarga inti.
"akhirnya kamu datang juga boy" sambut cahyo yang sudah berdandan rapi layaknya seorang raja. " pak rudi juga hadir terimakasih pak."
"iya aku dapat kabar dari rifky. selamat ya le" ucap pak rudi sambil menyalami cahyo.
"aku pasti datang boy tapi maaf tidak pas dengan acara ijab qobulnya." sahut rifky
"nggak papa boy. kamu datang saja aku sudah seneng" balas cahyo. " terimaksih ya boy untuk semua ini. ini luar biasa." lanjutnya.
"hanya ini yang bisa aku berikan boy," balas rifky sambil tersenyum
belum sempat cahyo menanggapi ucapan rifky. nampak nani masuk kedalam bergabung. nampak dirinya seperti ratu yang anggun dan cantik.
"mas pak terimakasih sudah hadir." ucap nani sambil menyalami tamunya itu.
"pasti kami hadir nduk." sahut pak rudi.
"ini hari yang sangat indah dan kalian semua sudah membuat ini semakin indah. kami tak akan melupakan ini. terimakasih." ucap nani matanya sudah berkaca kaca.
" hanya ini yang bisa kami berikan untuk kamu yang sudah kami anggap keluarga sendiri nduk." kini pak rudi yang berkata.
kemudian, mereka pun berbincang bincang. cahyo berkata kalau semua berjalan lancar. malam ijab qobul semalam juga tidak ada halangan. dan hari ini acara resepsinya.
berulang kali nampak mereka memanjatkan syukur.
"aku dan pak rudi sudah bahagia boy. terus kapan kamu akan nyusul?" pertanyaan itu tiba tiba keluar dari mulut cahyo.
"melihat kalian bahagian saja aku sudah bahagia." sontak jawaban itu membuat nani merasa bersalah.
"maafin aku mas kalau saja aku tidak berulah hari itu.."
"sudah dik hari ini hari bahagia jangan kamu ingat itu lagi. semua sudah ada ceritanya oke." potong rifky meyakinkan kalau semua baik baik saja.
"acara sudah mau di mulai hayuk siap siap." pak rudi mengingatkan dan akhirnya mereka semua bersiap keluar untuk menyaksikan dan mendoakan acara resepsi hari itu.
semua berjalan lancar tanpa ada halangan apapun. sampai acara selesai semua nampak bahagia. dan di penghujung acara nampak rifky naik panggung menyumbangkan lagu. ya rifky bernyanyi.
__ADS_1
Akhirnya ku menemukanmu
Saat hati ini mulai merapuh
Akhirnya ku menemukanmu
Saat raga ini ingin berlabuh
Ku berharap engkau lah
Dan biarkan diriku
Mencintaimu hingga ujung usiaku
Jika nanti ku sanding dirimu
Miliki aku dengan segala kelemahanku
Dan bila nanti engkau di sampingku
Jangan pernah letih tuk mencintaiku
Akhirnya ku menemukanmu
Saat hati ini mulai merapuh
Ku berharap engkau lah
Dan biarkan diriku
Mencintaimu hingga ujung usiaku
"kak rifky" lirih seseorang yang berada di sudut kursi depan paling kanan. ya seseorang itu adalah ningsih bersama suaminya.
merasa seperti ada yang memanggil sontak rifky menoleh dan tatapan itu saling berbenturan. tatapan yang lama seolah terpaku waktu yang berhenti. namun, secepat mungkin rifky segera mengalihkan dan ningsih pun sama dia menunduk mengingat perutnya yang mulai membuncit.
sampai saat semua tamu mulai pulang, nampak ningsih bersama suaminya masih duduk di sana. dan kemudian baru menemui Cahyo setelah cahyo selesai acaranya.
"selamat ya mas semoga menjadi keluarga sakinah mawadah warahmah." ucap ningsih mendoakan cahyo.
"terimakasih dik sudah hadir." ucap cahyo sambil tersenyum.
"iya mas sama sama. kami pamit dulu ya mas. sekali lagi selamat mas" ucap ningsih yang di temani senyuman suaminya.
rifky dari kejauhan hanya tersenyum. merasakan bahagia yang pahit untuk di cerna. namun sebisa mungkin ia tutupi dari semua orang. sampai tak sadar kalau ningsih sudah menyapanya.
__ADS_1
"kak rifky..." sapa ningsih lirih
"oh ya" sahut rifky seolah tak mengenali."maaf siapa ya?"
"ningsih kak. kami pamit dulu ya. assalamualaikum." ningsih yang menyadari rifky seolah tak mengenalnya pun langsung pamit. hatinya benar sakit melihat kakaknya tak mengenalinya lagi.
"o njih monggo terimakasih sudah hadir. waalaikumussalam." balas rifky nampak biasa saja walau hatinya meronta.
suasana menjadi hening walaupun gending lagu jawa beralun. semua di buat kaget dengan sikap rifky yang dingin seolah baru mengenali ningsih.
"siapa tadi itu mas?" tanya dewi membuka kebekuan.
"tidak tahu dik. dia menyebut siapa ya tadi lupa." jawab rifky yang membuat pak rudi, cahyo dan nani kaget.
"ningsih mas" jelas dewi
"ohh. mas nggak kenal." tanggap rifky datar.
sementara nani yang keceplosan bilang kalau itu mantan rifky malah membuat dewi bingung.
"benar itu mas?" dewi memastikan.
"ningsih adikku sudah meninggal dek udah ya jangan tanya itu lagi." nampak rifky bete yang membuat semuanya menjadi diam.
hanya bisikan pak rudi ke dewi yang memberitahu kalau semua menjadi masa kelam rifky. dan pak rudi menjelaskan kalau rifky menganggap ningsih nya sudah meninggal itu membuat dewi sedikit terharu dengan kisah asmara bosnya itu. dewi menyimpulkan kalau maksud rifky melihat kalian bahagia adalah ini. "hmmm sebegitunya mas" batin dewi setelah mengetahui siapa ningsih itu.
mengetahui itu, dewi mencoba merubah topik sehingga suasana pun mencair kembali.
"ky kita balik kapan ini?" sela pak rudi yang melihat hari mulai gelap.
"bapak nginep hotel aja ya dulu, besok kita balik ke jatim nya." sahut rifky.
"nginep sini saja pak bu." cahyo menawari
"ah tidak nanti mengganggu kalian." serobot bu desi.
"ya tidak lah bu." timpal nani.
"kami tidur di hotel saja. biar kalian bisa istirahat." ucap pak rudi. dan cahyo pun tidak bisa memaksa.
kemudian pak rudi, bu desi, dewi dan rifky pun pamit.
sesampainya di hotel, rifky ijin untuk pulang dan istirahat di rumah. dewi pun ikut rifky. menyisakan pak rudi dan bu desi yang istirahat di hotel.
bersambung,
__ADS_1
maaf ya sedikit telat up nya.