
Waktu cepat berlalu, semua yang di rencanakan kini tinggal di jalankan. Nampak pagi itu pak rudi yang menginap di rumah dewi tengah minum kopi bareng Rifky. Sementara Dewi nampak sedang serius belajar masak dari bu Desi. Sesekali terlihat candaan menampakkan kekeluargaan yang erat.
Kembali ke depan,
"Kamu pagi-pagi sudah di depan laptop, banyak kerjaan memangnya ky?" Tanya pak rudi sambil menghisap rokoknya.
"Tidak juga pak, cuma sedikit himbauan saja. Selama di Magelang Rifky handle nya lewat online pak. Cahyo kan juga masih libur."Terang Rifky.
"Kamu masih saja sempat seperti itu Ky. Dulu bapak kalau sedang libur. Ya sudah kerjaan di tinggal. Tapi kamu masih sempat juga."
"Ya karena menyangkut nasib karyawan kan pak. Seperti inilah cara saya memperhatikan karyawan. Jadi mereka merasa saya tetap perduli meski tidak di tempat." Jelas Rifky yang membuat pak Rudi menganggukkan kepala.
Tak lama kemudian, muncul Cahyo dan Nani yang sudah lengkap membawa tas. Penampilan mereka sungguh seperti anak muda gaul, lengkap dengan sepatunya.
"Weh weh si bucin kompak nih." Ledek Rifky.
"Iya dong jalan jalan gitu wkwkwk." Jawab cahyo dan Nani kompak.
"Bu Desi dan dewi kemana mas?" tanya Nani.
"Masih sibuk di dapur noh." Jawab Rifky
"Aku kebelakang." Ucap nani setelah menaruh tasnya.
"Bojomu(suamimu) bikinin kopi sekalian dik." Teriak Rifky yang melihat Nani sudah masuk.
"Iya mas."
*****
Waktu cepat berlalu. Setelah semua selesai sarapan merekapun siap berangkat. Berangkat ke pulau sesuai rencana. Mereka berangkat menggunakan mobil pak Rudi yang bisa muat 6 orang. Di depan ada Cahyo yang mengemudi di temani Nani. Di tengah ada pak Rudi dan bu Desi kemudian di kursi paling belakang ada Rifky dan Dewi.
Singkat cerita, mereka tiba di pulau yang telah di pesan oleh Rifky. Baik bu Desi, Nani maupun Dewi, mereka nampak sangat takjub. Berulang kali mereka memuji tempat itu.
"Kamu suka dik?" Tanya Rifky
"Suka banget mas." Jawab Dewi sangat bahagia.
__ADS_1
"Ini semua adalah milikmu." Ucapan Rifky singkat namun beneran membuat Dewi kaget. Bahkan bu Desi dan nani pun ikut kaget.
"Beneran ini mas?" Tanya Dewi masih tidak percaya.
"Benar. Semua ini benar. Saya yang mengurusi surat suratnya." Cahyo ikut menimpali.
Seketika Dewi langsung memeluk Rifky. saat dalam pelukan itu, " Beberapa hotel di sekitar apartemen ini, sebagai wujud rasa bahagia ku, aku hadiahkan untuk pak Rudi dan Cahyo. Boy nanti bantu menunjukkan ya."
"Apapun yang kamu minta boy pokoknya tabung hijau." Jawab Cahyo yang memang slalu bisa Rifky andalkan.
"Kamu memang sekarang penuh misteri Ky. Bapak bangga padamu." Ucap pak Rudi.
"Semua ini dari bapak, setidaknya semua ini juga tidak lepas dari nama bapak. Rifky hanya berusaha mengembangkan amanah yang bapak berikan ke Rifky." sahut Rifky santun.
"Hatimu memang luar biasa Le, beruntungnya orang tua yang sudah melahirkan mu. Hatimu sesejuk embun pagi, sifatmu beneran luar biasa, perilakumu santun, kamu tau berbalas budi, kesuksesanmu tak pernah terlihat bahkan kau tetap menunduk, ya ampun terbuat dari apakah kamu Ky saat lahir?" Batin bu Desi.
Singkat cerita, saat mentari mulai condong di ufuk barat, cahaya indah yang terbias nampak membuat sore itu semakin indah. Nampak di teras lantai dua Rifky tengah duduk di temani Dewi yang duduk di pangkuannya. Mereka nampak begitu menikmati suasana senja itu.
Hiruk pikuk keramaian kota dan semua kebisingan tak lagi terdengar di sana. yang terdengar hanyalah deburan ombak dan desiran angin yang menyapa tubuh.
"Aku bahagia banget mas bisa menikmati momen seperti ini bersamamu." Ucap dewi sambil merangkulkan kedua tangannya melingkari leher Rifky.
Merekapun masih menikmati waktu itu. Membuat sang mentari malu menyaksikan kebersamaan mereka.
Sementara di tempat lain, pak Rudi dan bu Desi serta Cahyo dan Nani yang memilih untuk tinggal di hotel. Mereka memilih tempat terpisah dari Rifky karena ingin membiarkan Rifky dan Dewi untuk menikmati momen masa bulan madu mereka.
*****
Waktu seolah cepat berlalu. Kini nampak Rifky dan Dewi yang baru saja selesai melaksanakan sholat isya, tengah tiduran di tempat tidur. terlihat Dewi bersandar di pundak Rifky membuat dawai dawai mulai berdenting menciptakan melodi melodi yang indah.
"Malam ini aku bahagia dik." lirih Rifky.
"Aku pun sama mas." Balas Dewi dengan suara yang nampak serak. Tangan yang lembut mulai membuka kancing baju Rifky. Kekasih hati yang memang sudah halal.
Sementara Rifky pun sama. Jemarinya mulai memainkan dawai dawai asmara untuk memenuhi kewajiban seorang suami.
Di temani sinaran Rembulan yang nampak malu itu, cinta mereka bertasbih menikmati setiap inchi anugrah yang sudah di berikan dalam diri pasangannya. Mereka bersama meraih melodi melodi kehidupan yang memang sudah berada di atas kata "sah" waktu ijab qobul.
__ADS_1
"Ini malam pertama yang indah mas, terimakasih." Lirih Dewi sambil kembali memeluk tubuh Rifky yang masih berkeringat.
"Iya sayang." Balas Rifky, kemudian, "Jangan tidur dulu sayang. Bersihkan dulu badannya." Ucap Rifky yang melihat Dewi seperti hendak tidur.
"Gendong." Rengek Dewi dengan manjanya.
Walaupun agak berat, namun akhirnya di gendong juga Dewi sampai ke kamar mandi. Dan sesampainya di kamar mandi. "Dewi kan istri mas, mmm."
"Kenapa sayang?"
"Mandi.in Dewi hehehe." Nampak senyum menggoda Dewi seperti anak kecil.
"Baiklah bayi tuaku sayang." Ucap Rifky yang membuat Dewi tersenyum bahagia.
"Terimakasih ya mas, Dewi sangat bahagia." Ucap Dewi yang berada di gendongan Rifky saat usai membersihkan dirinya.
"Kamu adalah Ratu dalam Rumah tangga kita sayang." Balas Rifky.
Kemudian setelah itu, nampak Dewi sudah mulai terlelap di pelukan Rifky. Sementara Rifky, hatinya nampak bahagia dan tak percaya bisa sampai ketitik seperti saat itu. Berulang kali di kecupnya kening sang istri yang sudah lelap sambil tak henti mengucap syukur atas semua limpahan anugrah yang tak pernah bisa di hitungnya.
Terima kasih atas semua anugrah yang Engkau berikan padaku
Terimakasih atas semua yang sudah Engkau limpahkan kepadaku
Semua ini tak lagi mampu ku hitung
Terimakasih Ya Allah
Engkau telah sisihkan semua aral melintang di hadapanku
Dan Engkau telah membuat terang seluruh jalan hidup tuk melangkah
Terimakasih ya Allah
Telah Engkau anugerahkan padaku seorang istri yang meneduhkan hatiku
Yang membuatku selalu tenang dan mengerti aku
__ADS_1
Terimakasih ya Allah
Sayup sayup di temani senyum rembulan malam, Rifky mulai terbang bersama dewi malam menuju mimpi terindahnya.