
"sungguh gadis yang malang" guma rifky menatap dewi dari kaca mobil.
mobil pun terus melaju menembus jalan yang nampak sepi. hanya beberapa kendaraan dan bus yang sesekali berpapasan. udara yang tidak terlalu panas dengan cuaca sedikit mendung itu membuat cahyo dan dewi lelap dalam mimpinya.
tin tin !!!!
rifky memencet klakson untuk memberi kode satpam yang menjaga gerbang. tak lama pun gerbang di buka bersamaan deng dewi dan cahyo yang bangun dari tidurnya.
"sudah sampai ya boy?" tanya cahyo sambil menggeliat.
"ya baru saja ini." sahut rifky sambil cengar cengir.
"lah aku tertidur" ucap cahyo sambil menggaruk kepalanya meski itu tidak gatal.
"santai saja. yok keluar. apa mau tidur di sini" ajak rifky sambil membuka pintu di ikuti dewi juga cahyo.
merekapun masuk ke mes.
kedatangan mereka di sambut nani. dan dengan sedikit percakapan merekapun masuk ke kamar masing masing. dewi bersama nani dan rifky bersama cahyo.
hari itu mereka tidak langsung kerja. rifky meminta dewi dan cahyo untuk istirahat hari ini dan baru besok bekerja. sementara itu, rifky duduk dibawah pohon bakau yang berada di tepi pantai depan balai tempat kerjanya. ia menikmati indah sore hari yang berawan namun masih terlihat indah.
tak lama kemudian nampak dewi menyusul sembari menenteng gitar.
"ini gitar mas ya?" tanya dewi yang di balas senyuman oleh rifky.
"iya itu gitarku. aku biasa memainkan saat luang. pakai saja kalau kamu mau." ucap rifky yang di sambut senyuman oleh dewi.
Tanpa sadar nikmatnya alam karena kuasa-Mu
Yang takkan habis sampai di akhir waktu perjalanan ini
Terima kasihku pada-Mu Tuhanku
__ADS_1
Tak mungkin dapat terlukis oleh kata-kata
Hanya diri-Mu yang tahu
Besar rasa cintaku pada-Mu
Oh Tuhan anugerah-Mu tak pernah berhenti
Selalu datang kepadaku Tuhan semesta alam
Dan satu janjiku takkan berpaling dari-Mu
ya Allah
(Pada-Mu Tuhanku) anugerah-Mu
(Anugerah-Mu)
Engkau sisihkan semua aral melintang di hadapanku
rifky yang terbawa melodi nyanyian dewi pun tak mau kalah ikut bernyanyi
Terima kasihku pada-Mu Tuhanku
Tak mungkin dapat terlukis oleh kata-kata
Hanya diri-Mu yang tahu
Besar rasa cintaku pada-Mu
Oh Tuhan anugerah-Mu tak pernah berhenti
Selalu datang kepadaku Tuhan semesta alam
__ADS_1
Dan satu janjiku takkan berpaling dari-Mu
merekapun bernyanyi bersama di temani camar yang menari menjemput senja. keindahan sore itu semakin terasa di temani dua insan yang tengah bernyanyi melepas penat.
"wah wah si bos nggak ajak ajak nih" ucap nani yang sudah berada di belakang rifky di temani cahyo.
"iya ni nggak ajak ajak." serobot cahyo tak mau kalah.
"sini lah kalau mau." sahut rifky sambil cengengesan.
"suaramu bagus juga mas. baru sadar aku." puji dewi jujur.
"wah wah ngledek kalau ini." ucap rifky nampak malu malu.
ya begitulah rifky. meskipun dia seorang atasan namun, tetap berbaur bersama karyawannya. seperti tidak ada batas yang membuat semua karyawannya merasa nyaman.
"ayo nyanyi lagi." ucap rifky. kemudian," kali ini aku yang mainin gitarnya." sambil meraih gitar yang berada di pegangan dewi."sudah lama tidak aku sentuh ini gitar." lanjutnya kemudian memulai memetik senar.
dewi dan nani yang tau lagunya langsung menyanyi
Dang, mari berdendang, kita berdendang
(Gembira-ria, gembira-ria)
Dang, mari berdendang, kita berdendang
(Gembira-ria, gembira-ria)
Lenyapkan rasa gelisah
Lapangkan hati yang duka
mereka nampak bergembira menikmati suasana senja keorenan di langit sebelah barat sana.
__ADS_1
bersambung,