DAWAI KEHIDUPAN

DAWAI KEHIDUPAN
UNTUK AYAH DAN KAKAK


__ADS_3

"mbk tidak menyangka sekarang kamu seperti ini dik. tetaplah menjadi adik mbk yang mbk kenal. seperti ini." guma putri dalam hati. trenyuh akan adiknya itu.


"kenapa melihatku seperti itu mbk. aneh ya?" tanya rifky yang melihat putri menatapnya dengan senyum.


tidak dik, mbk bangga melihat mu yang sekarang."jawab putri sambil mengusap rambut adiknya.


"mbk boleh lihat rukonya?" tanya putri


"ayok lah sekarang mbk." jawab rifky sambil tersenyum.


"okelah sambil nyari buat makan nanti malam. mbk belum masak." sahut putri semangat.


mereka pun akhirnya jalan. nampak adik kakak yang tak terpaut jauh umurnya itu sangat akrab. terlebih selama setahun tidak bersama seperti obat rindu yang terpendam.


ceklek!!!


suara pintu itu membelah kesunyian. nampak setelah sampai rifky langsung membuka pintu ruko dan langsung menyalakan lampu.


"ini benar benar luar biasa. mbk selalu bermimpi memiliki ini." ucap putri penuh kagum.


"dan ini sekarang milik mbk. adik sengaja menyiapkan ini semua untuk mbk." ucap rifky membuat putri menitikkan air mata bahagia. " dan sebentar mbk masih satu lagi."


belum sempat putri bertanya, nampak rifky menelpon seseorang untuk segera datang. dan beberapa saat kemudian datang dua orang gadis remaja seumuran rifky.


"malam mas malam mbk" sapa mereka berdua.

__ADS_1


" nila, sukma. ini mbak saya. pemilik ruko ini yang kemaren saya sampaikan lewat telpon." ucap rifky mengenalkan kakaknya.


"terimakasih mbk untuk pekerjaannya dan terimakasih mas untuk amanahnya." ucap nila dan sukma yang hampir bersamaan.


"ia dik semoga kita bekerja sama. anggap ini juga milik kalian. kapan kalian mulai kerja?" ucap putri sambil menerima jabat tangan dari nila dan sukma.


"besok aja mbk. lebih awal akan lebih bagus. mendahului toko yang lain menjadi suatu hal yang bagus bukan." ucap sukma semangat di ikuti anggukan nila.


"baiklah, ide yang sempurna." sahut putri juga ikut semangat.


rifky yang melihat itu nampak senyum bahagia. impian selama ini terwujud. satu langkah yang membanggakan hatinya. tak lepas ia terus bersyukur atas nikmat semua itu.


setelah itu, mereka pun pulang untuk istirahat karena hari semakin larut. dalam perjalanan pulang putri kembali bertanya, " kapan kamu kembali dik?"


"baguslah dik. sering seringlah pulang. kasihan bapak kalau terlalu lama di tinggal kamu. dia selalu merindukanmu dik."


"ia mbk nanti rifky pasti sering pulang." sahut rifky


mereka pun akhirnya sampai di rumah. di ruang tamu nampak pak soleh sudah menunggu.


"dari mana ini anak anak bapak? kok bahagia banget." sambut pak soleh.


"dari cari makan pak." ucap rifky sambil mencium punggung tangan ayahnya di ikuti oleh putri.


"putri siapin dulu njih pak. kita makan bersama lagi." ucap putri sambil membawa bingkisan makan malam itu.

__ADS_1


setelah semua siap, merekapun makan malam bersama. tak ada sepatah katapun sampai mereka selesai makan. mereka terbiasa untuk tidak berbicara selagi makan. baru setelah selesai makan pak soleh bertanya.


"dik, apa ada yang kamu sembunyikan dari bapak?" selidik pak sholeh. rifky nampak bingung tak mampu menjawab. berulang kali ia menoleh ke putri seolah meminta bantuan. putri yang paham pun akhirnya menjawab.


"pak, bapak percaya kan dengan rifky? intinya putri paham siapa adik putri ini. apa yang rifky lakukan pasti akan membuat bapak bangga." ucap putri mencoba membantu adiknya.


"bapak sudah tau nduk. tidak sengaja tadi bapak lihat ini di meja kamar adikmu." ucap pak soleh sembari menaruh surat kepemilikan tanah dan bangunan.


"njih pak leres itu punya rifky yang diberikan ke aku pak. rifky sudah sukses pak sekarang." lanjut putri menyampaikan apa adanya.


"maafin rifky pak bukan rifky tidak bilang. hanya rifky belum siap menceritakan. rifky hanya ingin tetap biasa seperti ini pak dulu sekarang ataupun nanti." akhirnya rifky angkat bicara.


"iya dik bapak paham. tetaplah menunduk jangan sombong. bapak bangga padamu." tutur pak soleh kemudian memeluk ke dua anaknya itu.


malam itu, nampak sempurna kebahagiaan keluarga rifky. berulang kali rasa syukur terucap atas nikmat yang luar biasa itu.


"kamu berangkat kapan dik?" tanya pak soleh setelah beberapa saat di selimuti keheningan.


"lusa pak rifky berangkat. rifky belum bisa meninggalkan pekerjaan terlalu lama. tapi Rifky janji akan sesering mungkin pulang." jawab rifky pelan dan di balas anggukan pak soleh tanda setuju


"aku akan terus membanggakan kalian berdua. kalian hidup rifky saat ini dan nanti." guma rifky dalam hati


setelah itupun, malam yang semakin larut membawa mereka dalam mimpi indah mereka. tidur penuh kedamaian.


bersambung,

__ADS_1


__ADS_2