
hidup adalah cerita setiap manusia. dimana waktu terus membawanya ke setiap gerbang baru yang akan terus di lewati dan tidak bisa kembali ketika sudah melewatinya. namun untuk tetap diam pun tidak bisa karena semua sudah di atur seperti lift yang terus bergerak dan terus bergerak. biarpun diam tetap saja bergerak.
ya begitulah kehidupan. terus berlalu dan berjalan melewati siang dan malam, melewati detik, menit, bahkan jam yang terus berlalu melewati hari.
pagi itu, entah sudah berjalan berapa hari. nampak daun daun melambai, burung burung bernyanyi dan menari, ikan ikan bersorak menyambut usia yang terus berkurang, dan mentari tersenyum menandakan awal hari telah di mulai.
"bagaimana boy semua sudah sesuai rencana kan?" tanya rifky menghampiri cahyo yang tengah cek ikan di pagi itu.
"aman itu, kamu tenang saja. aku tidak akan mengecewakanmu." sahut cahyo tanpa menoleh dan masih sibuk dengan buku dan pulpen di tangannya.
sementara itu, berjalan ke arah rifky nampak jupri membawa buku laporan di tangannya.
"pagi pak. maaf mengganggu." sapa jupri.
"pagi juga jup. ada apa?" jawab rifky menyambut orang kepercayaan di tambak laut itu.
kemudian, nampak jupri melaporkan semua hasil kinerja di tambak laut. sementara rifky memahami setiap ucapan yang di sampaikan jupri. kalai ini dia nampak bangga dengan hasil itu.
"jup, setelah hari ini mungkin aku jarang naik ke sini. semua urusan tambak laut aku percayakan ke kamu. kamu handle semuanya. jabatan kamu aku naikan menjadi kepala tehnisi di tambak ini. urusan gaji biar nani yang atur. nanti aku bilang ke dia." ucap rifky sambil menepuk pundak jupri.
"wah terimaksih pak, ini suatu hal yang berat yang harus saya emban. kepercayaan ini akan saya jaga pak. terimakasih." sahut jupri nampak senang.
"kumpulkan semua pekerja tambak. bilang ada pengumuman dari aku." lanjut rifky.
kemudian, setelah semua berkumpul. rifky langsung mengumumkan kenaikan jabatan yang di terima jupri. semua bersorak memberi semangat. dalam hati rifky berkata dan memuji kekompakan semua karyawannya. tidak ada perselisihan.
setelah semua bubar dan menyisakan cahyo yang duduk di samping rifky, nampak cahyo yang sedari tadi menyimpan pertanyaan mulai berbicara.
__ADS_1
"boy, kalau jupri yang menjadi tehnisi. terus aku ngapain sekarang?" tanya cahyo.
"aku sudah bilang ke kamu. kau orang kepercayaanku cukup melihat dan mengawasi. laporan dari jupri semua kamu yang tampung. semua data tambak laut kamu yang tampung dan aku tinggal terima bersih." jelas cahyo.
"amazing, oke siap boy" ucap cahyo yang nampak senang namun sedikit ragu. ragu karena ini lebih berat lagi tanggung jawabnya.
sementara rifky dia hanya tersenyum melihat expresi cahyo yang nanggung itu. dalam hatinya dia tengah menyiapkan jiwa itu untuk lebih gahar dan siap mengelola tambak yang menjadi awal karirnya itu.
di lain tempat yang jauh, desa kecil terletak di tepi sungai yang airnya mengalir jernih dengan bebatuan berwarna hitam, dengan ikan ikan khas desa, dan suasana yang masih begitu asri.
bukan lain itu desa kelahiran rifky.
nampak raut yang riang namun menyimpan harapan itu tengah menyiapkan sesuatu dan sesuatunya untuk pernikahannya. sebesit rasa heran akan persiapan sederhana namun terasa luar biasa yang tidak tahu dari siapa.
harapannya hanya satu, adik tersayangnya pulang di hari bahagianya. menjadi saksi atas lembaran hidup baru yang akan segera di mulai.
"kenapa tidak di angkat ky. sedang sibukkah kamu sampai tidak bisa angkat telpon mbk?" batin putri sambil menimang nimang ponselnya.
"nggak ada pak cuma kangen adik semata wayang yang belum ada kabar." keluh putri.
"anak bapak satu itu penuh misteri tapi yakinlah dia pasti pulang." ucap pak soleh menenangkan sambil mengusap rambut putrinya itu. "setelah ini apalagi yang perlu di siapkan?" lanjut pak sholeh.
"semua sudah siap pak. putri pun di buat tidak melakukan apa apa seakan tinggal menerima beres." ucap putri sambil menggaruk kepalanya sendiri.
"semua ini pasti ulah adikmu. lihat saja nanti." guma pak sholeh sambil tersenyum.
kembali ke tempat rifky di jawa timur.
__ADS_1
saat hari menjelang sore, kala semua kesibukan berganti dengan kesejukan dan kenyamanan beristirahat. nampak rifky tengah memilih milih sebuah album album foto. dahinya mengernyit tanda bingung. saat tangan meraih sesuatu, nampaknya tidak menemukan apapun.
"ehem" dehem dewi itu membuat rifky tersentak dan sadar dari sejenak lamunannya. " yang di cari baru datang mas. maaf telat" lanjut dewi sambil menaruh secangkir kopi.
"nah kebetulan banget." sahut rifky yang langsung menyeruput kopi itu tanpa di sadari kalau masih panas.
"ya ampun mas itu panas kenapa tidak di tiupin dulu." nampak dewi gusar melihat rifky yang kaget karena kopinya panas.
"astaghfirullah ambyar benar otak ku sore ini." keluh rifky yang menyadari kurang fokus itu.
sementara dewi yang melihat banyak sample album foto itu langsung mengambil salah satunya. tanpa menghiraukan rifky yang masih mengusap usap bibirnya.
"banyak banget ini buku album fotonya mas" ucap dewi yang membuat rifky ingat mana yang harus di pilih.
"iya aku bingung mau pilih yang mana untuk kakak ku besok. semua bagus bikin bingung." keluh rifky yang ternyata gagal fokus karena memilih buku album foto yang ada di meja kerjanya.
"ini bagus kayaknya mas" ucap dewi lagi sambil menunjuk salah satu buku album.
"nah itu saja. ku rasa pilihan perempuan tidak akan mengecewakan." seru rifky sambil memfoto buku album pilihan dewi.
"semua beres tinggal menyiapkan semua untuk pulang." seru rifky lagi dengan muka nampak senang.
sementara dewi nampak masih bengong namun tak lama kemudian ijin untuk kembali ke tempat istirahatnya.
"semua persiapan sudah matang, tinggal pelaksanaan saja. semoga semua berjalan lancar. amin." lirih rifky yang masih di selimuti rasa bahagia.
walaupun sempat terbesit akan kehidupannya sendiri. kapan dia menemukan tambatan hati, berkeluarga dan hidup seperti orang orang yang disayangnya. namun semua seakan sirna ketika terbayang wajah kakaknya yang bahagia. rasa pahit, sebak dan hati yang menyiksa seolah terbayar dengan kebahagiaan kakak nya yang sudah di depan mata itu.
__ADS_1
semua persiapan yang ia mau telah siap. tinggal pelaksanaan di hari penentuan saja. meski sederhana tetap dia ingin pernikahan kakaknya itu nantinya akan berkesan. dan akan tetap teringat sampai nanti kakaknya tua dan memiliki cucu.
"tunggu kejutan dari adikmu ini mbk, aku akan membuat sesuatu yang akan terus engkau ingat. karena hari nanti adalah hari istimewa mu." guma rifky dalam hati sambil menoleh senja yang sudah mulai menuju tempat istirahatnya.