DAWAI KEHIDUPAN

DAWAI KEHIDUPAN
PERNIKAHAN PUTRI DAN KEHADIRAN PAK NARTO


__ADS_3

malam kian larut. deru piston terus berpacu. keheningan yang di selimuti gesekan roda yang menapaki aspal. bunyi klakson dan kerlipan mata kuda besi. lalu lalang yang nampak tenang namun menakutkan. berpacu waktu dan detik untuk lekas mencapai tujuan. seakan hari di buru meski dia tak kan lari dan tetap sama seperti biasa.


saat tak ada lagi suara jangkrik atau serangga malam. yang terdengar hanya suara halus piston yang membakar minyak. saat itu juga rifky tengah fokus dengan tangan kemudi mengendalikan mobil yang di kedarainya.


nampak di sampingnya dewi yang sudah tertidur pulas dan cahyo juga nani yang berada di kursi belakang juga sudah terlelap. seakan halus rifky membawa mobilnya melaju yang membuat mereka begitu lelap tanpa terganggu.


jam di kaca mobil menunjukkan pukul 03:00 pagi. rifky membelokkan mobilnya ke pom bensin untuk sejenak memberi minum mobilnya yang sudah nampak kehausan. setelah penuh rifky membawa mobil itu menepi di sudut parkiran pom bensin itu. nampak nani dan cahyo masih tertidur. sementara itu, dewi terbangun karena mendengar pintu mobil itu di buka.


"mau kemana mas. ini sudah nyampai ya?" ucapnya nampak masih lemah. di ikuti menguap yang di tutup dengan tangannya sendiri.


"mau cari minum dulu dik. mau ikut?" tanya rifky.


"boleh mas, sebentar aku pake jaket dulu." ucap nani yang tak lama ikut keluar dengan jaket yang sudah di pakainya.


"sampai mana ini mas?" ucap dewi sambil mengikuti langkah rifky.


"jogja dik, masa kamu tidak tau tempat ini dik." jawab ridky yang terus berjalan.


"ah belum genap ini nyawaku" ucapnya sambil tertawa lirih di ikuti rifky juga.


sampailah mereka di warung kecil tempat jualan minuman dan snack makanan ringan. nampak rifky memesan kopi dan dewi memesan teh. namun sepertinya dewi malah membuatnya sendiri dengan dalih dia hapal selera kopi rifky. dan tak butuh waktu lama secangkir kopi dan segelas teh hangat sudah di depan rifky. pelan pelan di minumnya kopi itu.


"kamu memang hapal seleraku" ucap rifky sambil mengacungkan jempol. nampak penjual dan dewi tersenyum.


saat acara minum di warung pinggir jalan itu selesai. rifky dan dewi kembali ke tempat parkiran mobil. sebelumnya dia sudah memesan kopi dan teh juga untuk di bungkus kalau kalau nani dan cahyo bangun. dan benar saja saat mereka tiba di parkiran, nampak cahyo dan nani sudah menunggu dengan memasang raut seperti bocah yang merajuk.


"sembari menyelam minum air kawan di lupakan." sindir cahyo sambil manyun.

__ADS_1


"nih" ucap rifky sambil memberi bungkusan plastik kresek. "cuma minum kopi boy." lanjutnya sambil berjalan hendak masuk kembali ke mobil.


"gantian aku boy. kamu belakang ma dewi. ntar kena gabrul lagi aku." ucap cahyo sambil memasang raut sewot. tanpa alasan mereka pun tertawa sambil masuk mobil.


mobil pun kembali melaju dan cahyo kini yang ambil alih kemudi. tidak seperti biasanya, nampak dengan cepat rifky terlelap di kursi belakang. sementara nani, dewi dan cahyo hanya menggelengkan kepala.


saat waktu hampir mendekati waktu subuh mobil sudah sampai di samping rumah rifky. kini giliran cahyo, nani dan dewi yang keluar meninggalkan rifky yang masih terlelap. dengan langkah pelan di iringi tawa lirih mereka berjalan menuju rumah rifky yang sudah didirikan tenda untuk persiapan pernikahan putri.


"alhamdulillah kalian sudah tiba" sambut putri sambil menjabat tangan teman teman adiknya itu. setelah itu nampak putri clingak clinguk seperti mencari sesuatu.


"rifky masih di dalam mobil ngorok itu mbk." ucap cahyo yang di sambut tawa mereka berempat. kemudian, putri menyuruh mereka masuk dan menaruh barang bawaan di kamar rifky.


sampai menjelang pagi mereka masih asik dengan canda tawa dan perbincangan yang tidak ada tema nya.


"siaul kalian, teganya aku tidak di bangunkan." ucap rifky sambil sempoyongan melangkah mendekati putri kemudian menyalami dan mencium punggung tangan kakaknya itu.


buka merasa bersalah tapi mereka malah tertawa seolah semuanya impas.


"di belakang dik." sahut putri


tanpa berkata rifky pun berjalan menuju tempat bapaknya. dan beberapa lamanya kemudian kembali dengan badan yang lebih segar dan rambut yang masih basah. rifky sudah mandi.


"wah ini yang namanya pelanggaran. datang paling belakang mandi paling duluan." semprot cahyo


"salah siapa coba hehehe." ucap rifky sambil nyengir.


"buruan kalian mandi, uda bau iler." ejek rifky kemudian.

__ADS_1


"mana ada." serempak mereka mengelak membuat suasana kembali di ributkan dengan suara tawa.


******


sah!!!!


serentak suara itu menjadi saksi bahwa semenjak detik itu putri dan andi resmi menjadi pasangan suami istri. raut bahagia terpancar dari semua hadirin yang ikut menjadi saksi pernikahan putri saat itu. nampak juga rifky menitikkan air mata bahagia melihat orang yang ia sayangi sudah menyempurnakan separuh agamanya.


"selamat ya mbk. semoga menjadi keluarga sakinah mawadah warahmah." ucap rifky sambil memeluk kakaknya itu.


"terimakasih adik kesayangan mbk. mbk sudah menikah. sekarang kapan giliran mu." ucap putri yang membuat rifky kaget.


"jangan pikirkan rifky, kalau tiba waktunya pasti adik nyusul." sahut rifky yang mulai tenang.


acara pun berlanjut menuju resepsi. walaupun sederhana namun semua berjalan lancar tanpa halangan apapun. semua sesuai rencana dan semua membuat putri tersenyum bahagia. acara yang sederhana namun begitu berkesan. ya itulah yang di harapkan oleh rifky.


malam harinya, saat semua tengah duduk bersama menikmati lelahnya raga. saat semua berkumpul menikmati kebahagiaan. datanglah tamu yang mungkin hanya cahyo dan rifky yang tau akan siapa tamu itu.


pak narto tamu itu. bukan lain dan bukan tidak dialah ayah ningsih. betapa bahagianya rifky kedatangan orang yang sudah seperti ayahnya sendiri itu.


siapa sangka kalau kedatangan itu selain untuk mengucapkan selamat juga untuk meminta pertolongan rifky. pertolongan yang membuat rifky harus flashback ke masalalunya. sementara dewi, seakan ingat sesuatu yang pernah ada dalam hidupnya ketika nama ningsih di dengarnya.


dua orang itu benar harus mengingat ingat. rifky mengingat masalalunya. sedang dewi mengingat sesuatu yang tak pernah ia tau. yang lain hanya menatap rifky dengan tatapan yang tak beranah tepi itu.


"mungkin nak rifky bisa bantu. tapi bapak tidak memaksa." ucap pak narto membuyarkan lamunan rifky. " bapak pamit dulu ya. sudah malam. bapak harus kembali ke rumah sakit. sekali lagi selamat ya buat nak putri. semoga menjadi keluarga sakinah mawadah warahmah."


pak narto pulang di antar sampai depan pintu oleh putri. sementara rifky, yang tadinya nampak bahagia kini nampak termenung dengan tatapan kosong. semua yang melihat itu harus ikut memikirkan apa yang tengah terjadi di hati rifky.

__ADS_1


"yakinkan hatimu. kalau mampu tolonglah. kalau tidak jangan di paksa. datanglah kamu sebagai seorang kakak yang menjadi kakaknya." ucap cahyo sambil menepuk pundak rifky. namun rifky belum juga bergeming dan baru bangkit dari lamunannya ketika semua orang kaget atas ambruknya dewi.


"boy kunci mobil. kita bawa ke rumah sakit." teriak rifky yang langsung menggendong dewi kemudian membawanya ke mobil di ikuti cahyo, nani dan putri juga suaminya.


__ADS_2