DAWAI KEHIDUPAN

DAWAI KEHIDUPAN
DI PERJALANAN


__ADS_3

"walah, kok mendadak gini ya pak. ya udah selesai ini kita siap siap pak." tutur bu desi sambil menggelengkan kepala.


akhirnya rifky dan pak rudi pun ikut membantu cek berkas. dan baru ketika menjelang asar semua sudah selesai. merekapun bersiap untuk berangkat ke magelang.


"pakai mobil rifky aja pak." tawar rifky ketika semua sudah siap.


"ya sudah ayok kita berangkat. mumpung belum terlalu larut." ucap pak rudi menyetujui.


mereka pun berangkat menggunakan mobil rifky. rifky duduk di depan mengendarai di temani dewi di sampingnya. sementara itu, pak rudi dan bu desi ada di kursi belakang.


sebenarnya dewi tidak ingin ikut karena tidak memiliki pakaian yang layak untuk kondangan. tapi karena rifky meyakinkan nantinya bisa pake baju kakaknya akhirnya dewi pun menurut pasrah.


******


jam menunjukan pukul 10 malam. begitu cepat sampai tak terasa. nampak bu desi tertidur pulas di pundak pak rudi yang juga masih tertidur. sementara dewi baru saja terbangun. ia melirik ke arah rifky yang masih fokus mengemudi, sambil mendengarkan lagu lagu pop yang lagi hits masa itu.


"sudah bangun kamu dik, kalau masih ngantuk tidur lagi saja. masih jauh loh." sapa rifky yang melihat dewi meliriknya.


"ia mas, mas nggak capek dari tadi nyetir terus?" dewi balik bertanya sambil menguap yang di tutup dengan telapak tangannya.


"sudah biasa aku dik." balas rifky kemudian mengambil minuman untuk di minum.


"aku malah tidur, habisnya tenang banget mas nyopirnya." ucap dewi sambil tersenyum. rifky pun tersenyum sembari fokus melihat jalan.


jalanan yang mulai sepi itu membuat mobil yang di kendarai rifky dapat melaju tenang dan bebas. di tambah suspensi mobil yang bagus memang membuat penumpang nyaman seperti tidur di kamar.


"mas, besok aku harus bagaimana. apa aku tidak usah ikut aja." ucap dewi dengan rasa khawatirnya membelah kesunyian.


"kan aku sudah bilang dik. nanti kamu bisa pake baju kakak ku. tenang saja." sahut rifky santai.


"tapi mas."

__ADS_1


"nggak papa dik kamu tenang saja. ini bukan sebuah masalah."


"baiklah mas aku ikut saja"


"nah gitu dong." sahut rifky sambil mengacungkan jempol.


sementara itu rifky hanya tersenyum. tersenyum karena dia punya rencana tersendiri untuk acara besok.


perjalanan pun berlanjut. nampak kini rifky di temani oleh dewi karena dewi tidak bisa tidur lagi.sesekali mereka tersenyum karena cerita yang lucu. sampai tak terasa mereka telah sampai di salatiga. dan waktu itu masih pukul 1 malam.


sejenak rifky mampir di SPBU untuk membeli bahan bakar, minuman dan beberapa camilan. sementara dewi nampak baru keluar dari toilet karena habis buang air kecil. kemudian mobil pun kembali melaju menuju magelang.


perjalanan yang panjang itu membuat rifky sedikit mengantuk. untung saja pak rudi bangun dan menawarkan untuk bergantian. itu bisa sedikit membuat rifky memejamkan mata sejenak. namun tak juga bisa tidur karena rifky tidak terbiasa tidur di dalam kendaraan.


"saya tidak biasa tidur di dalam kendaraan pak." jawab rifky yang di tanya kenapa tidak tidur.


"berarti kalau jalan dari magelang ke situbondo kamu tidak tidur ky?" tanya pak rudi lagi yang masih heran.


"nah kamu ini memang manusia aneh. di mushola kan dingin, tapi kami bisa tidur. di mobil yang kursinya empuk hawa bisa di atur hangat kamu malah nggak bisa tidur." ucap pak rudi lagi yang di sambut tawa kecil rifky dan dewi.


"di mobil nggak bebas pak." sahut rifky masih simpel.


"angel wes (susah sudah)"


mereka pun kembali tertawa.


"kapan kamu nyusul ky?" tanya pak rudi di sela ketenangan.


"nyusul kemana pak?"


"nyusul cahyo"

__ADS_1


"lah ini kita mau ke sana pak."


"menikah maksudnya."


"tau lah pak, belum kepikiran."


"ajak aja tuh si dewi nikah" canda pak rudi ini membuat pipi dewi seperti kepiting rebus.


"lah kok saya pak" kini dewi ikut nimbrung.


"kalian serasi" jawab pak rudi yang semakin membuat dewi salah tingkah.


"wah wah ini namanya gosib pak" rifky menyela.


"lah jodoh siapa yang tau" pak rudi semakin menggoda. sementara itu antara rifky maupun dewi hanya tersipu malu. sampai tak bisa berkata apa apa.


sementara itu, pak rudi semakin menggoda rifky. dan itu semakin membuat dewi malu dan pipinya semakin merah merona. sungguh pemandangan yang membuat pak rudi tersenyum senyum.


"kita mau nginap di mana ky?" tanya pak rudi ketika mereka sudah hampir sampai di terminal magelang.


"hotel saja pak, di depan artos." jawab rifky.


"wah kalian ini belum sah jangan macem macem." pak rudi kembali menggoda.


"lah siapa juga yang mau aneh aneh pak pak." serobot rifky sambil melihat dewi yang tersipu malu.


"kirain. hahahaha" pak rudi kembali tertawa.


akhirnya mereka sampai di hotel dan kemudian memesan kamar untuk sejenak istirahat.


bersambung.

__ADS_1


__ADS_2