
Hari kini kembali melaju. Dengan langkah baru dan kehidupan baru. Seolah yang berlalu hanya tinggal segelintir bekas yang mulai menghilang di telan kebahagiaan yang kian berlipat.
Senja itu, ditemani hembusan semilir dewi sutra, ditemani sejuk belaian bidadari jingga,dihiasi indah bunga-bunga kehidupan menjelang malam. Nampak Rifky tengah usai berlatih melemaskan otot-otot kakinya bersama si kecil yang duduk di singgah sananya yang beroda empat.
Di sebelahnya nampak Dewi yang berjongkok dengan senyum yang menyejukkan. Yang tiap inchi nya selalu menebar kehangatan dalam relung jiwa Rifky.
"Ayo semangat Ayah. Sebentar lagi adik pengen balapan lari dengan Ayah." Suara Dewi yang di buat kecil itu seolah mewakili Si kecil yang hanya mampu tersenyum memperlihatkan gigi yang belum tumbuh .
Rifky hanya tersenyum dan perlahan menghampiri dua sosok yang menjadi penguat hidupnya.Bergantian dikecupnya kening kedua orang yang di sayangnya.
"Tetaplah bersama, jangan menyerah, jalani semuanya bersama. Kehidupan ini penuh cerita dan suasana seperti ini adalah bonus yang di berikan sang pencipta kepada kalian. Masing-masing dari kalian memiliki kisah masing-masing. Dalam hidup kalian memiliki cerita masing-masing. Sekarang kalian hidup bersama, berbahagialah setelah sekian banyak duka menghalangi kalian. Doa Bapak selalu menjadi pendamping kalian." Ucap Pak Sholeh sembari berjalan menghampiri mereka.
"Hidup pasti banyak cerita. Tetap bersama untuk saling menjaga. Apapun tetaplah jalani bersama." Sambung Pak Rudi.
"Tetap menjadi seorang istri yang patuh kepada suami. Karena suami adalah imam dalam keluarga. Apapun titahnya tetap di jalani. Seorang Istri yang baik adalah istri yang patuh dan selalu mendampingi suaminya dalam kondisi apapun." Bu Desi pun turut menyambung.
"Tetap menjadi Rifky yang mbk kenal. Yang selalu menyayangi, yang selalu rendah hati, yang selalu mengayomi dan selalu menjadi cahaya yang menyejukkan hati." Putri pun ikut menyambung. Nampak di sampingnya sang suami yang tersenyum menatap Rifky dan Dewi.
Rifky dan Dewi hanya mengangguk haru atas semua perhatian keluarganya. Terasa bahagia yang tersirat menyelimuti sepasang muda-mudi itu.Kembali berkumpul dan di naungi oleh keluarga yang begitu menyayangi mereka.
Kini semua berkumpul dan menikmati indah senja yang hampir di jemput oleh dewi malam. Mereka semua begitu menikmati suasana itu. Suasana kebersamaan yang beberapa hari belakangan ini terhambat karena prahara dramatis yang menimpa mereka.
'*Sepanjang perjalanan hidupku
__ADS_1
pernah kurasakan semua itu
sakit luka tawa derita
hanya menjadi cerita lama
jujur sudah aku berkata
aku bukanlah yang sempurna
kini ku serahkan semua
kepadamu tambatan jiwa
pernah merasakan saki dan bahagia
denganmu
pernah kurasakan semua itu*.'
(Pernah kurasakan semua itu ex Heries)
Setelah sekian lama, Rifky kembali bernyanyi menemani suasana sore itu. Meskipun jemarinya masih terasa kaku dan bibir terasa kelu namun suaranya masih tetap merdu tak berubah sedikitpun.
__ADS_1
*****
Kini malam telah menjelma. Rintik air hujan seolah memberi irama syahdu penambah kehangatan. Cahaya yang nampak remang seolah memberi nuansa yang teramat mendukung.
"Mas," Lirih Dewi memanggil Rifky yang tengah melihat pemandangan malam lewat jendela.
"Iya Dik." Balas Rifky sambil menghampiri Dewi. Kemudian merebahkan tubuhnya di samping Dewi.
"Dulu, di tempat ini kamu pernah mempercayakan hatimu untukku. Di tempat ini juga aku merasakan begitu hebat cinta yang kamu berikan padaku mas." Suara Dewi nampak lirih dengan sedikit serak namun jelas di telinga Rifky.
"Kehangatan mu malam itu masih terngiang di benakku." Lanjut Dewi sambil merebahkan kepalanya dalam dada bidang Rifky.
"Semua telah kita lalui. Sampai detik ini kamu tahu, rasa syukur ini tak pernah terhenti. memilikimu yang ternyata memang Allah siapkan untukku. Tetaplah mendampingiku dan menjaga hatimu hanya untukku. Adanya kamu akan selalu menjadi penguat ku." Balas Rifky sambil mencium kening Dewi.
Tak banyak kata yang terucap setelah itu. Hanya tarian dan ritme dawai-dawai kehidupan yang semakin membawa mereka dalam malam yang semakin indah.
Keindahan dari buah kebersamaan dalam duka dan suka. Keindahan yang tercipta karena saling melengkapi. Dan keindahan setelah liku kehidupan yang sudah mereka lalui.
Kini jelas sudah, bahwa kehidupan memiliki berjuta cerita. Cerita yang akan terus berjalan seperti dawai yang akan terus di mainkan kala lagu masih berjalan. dan akan terus bertambah ceritanya sampai sang empu kehidupan mengambil kembali raga yang telah di titipkan.
"Teruslah bersamaku, menemaniku memainkan dawai kehidupan ini." Lirih Rifky setelah usai melepaskan kewajiban seorag suami kepada istrinya.
"Tetaplah menjadi imam ku. Sampai kumpulan petikan-petikan itu menjadi lagu yang utuh.
__ADS_1
SEKIAN.