
Waktu terus saja melaju membawa lorong-lorong kehidupan menjadi seolah cepat dan tanpa rem. Dua bulan yang di rasa baru kemarin seolah tak terasa kalau kini sudah lewat menjadi empat bulan.
Nampak sore itu, Cahyo dan beberapa karyawan tengah di sibukkan karena akan diadakannya syukuran empat bulan kehamilan Dewi. Sementara Rifky nampak tengah mendampingi dewi yang mulai manja tingkahnya. Kata bu Desi semua itu terjadi karena bawaan sang jabang bayi yang kini berada di perut Dewi.
Tak selang beberapa waktu, muncul sebuah mobil Avanza hitam. Dari jauh tak nampak siapa orang yang di dalamnya. Namun setelah seseorang keluar dari mobil itu, baru di ketahui kalau yang datang adalah keluarga Rifky yang dari Magelang Bukan lain mereka adalah Pak sholeh ayah Rifky, Putri kakak Rifky dan suami Putri yang bernama Arjuna.
Dengan bahagia Rifky menyambut ayah dan kakaknya yang menyempatkan datang di acara 4 bulan kehamilan Dewi.
"Alhamdulillah pak mbk kalian sudah tiba di sini." Ucap Rifky sambil menyalami dan mencium punggung tangan mereka." Boy bantu bawain tasnya ya." Ucap Rifky meminta Cahyo membatu membawa barang bawaan keluarganya.
"Alhamdulillah pak mbk. senang sekali Dewi kedatangan kalian semua." Tutur dewi sambil menyalami dan mencium punggung tangan mereka seperti Rifky.
"Iya nduk alhamdulillah. Akhirnya bapak akan segera mempunyai cucu." Nampak Pak sholeh sangat bahagia.
Merekapun berjalan memasuki Rumah Rifky sambil ngobrol ringan.
Tin tin!!!
Suara klakson membuat mereka berhenti jalan dan menoleh ke sumber suara. Nampak mobil carry memasuki ruang parkir. Saat yang mengemudi keluar, nampak pak Agus dan bu Wati yang muncul dan menghampiri menuju rumah Rifky yang kini telah lengkap dengan kedatangan dua keluarga.
Kebahagiaan pun semakin bertambah dengan keluarga besar yang ikut hadir itu. Buat keluarga Rifky maupun keluarga Dewi kehamilan Dewi adalah calon cucu pertama mereka. Hal itulah yang membuat mereka jauh jauh dari magelang datang untuk turut mendoakan dan melengkapi kebahagiaan.
Singkat cerita, malam itu acara pun berjalan dengan lancar dan semua nampak bahagia. Terutama Rifky dan Dewi. Mereka nampak sangat bahagia. Kehadiran keluarga mereka sangat berarti buat mereka. Dan melihat betapa bahagianya mereka membuat Dewi dan Rifky semakin tidak sabar menanti anak pertama mereka lahir.
Hari-hari kini terus berlalu. semenjak hari itu, kini telah genap kandungan Dewi berusia 5 bulan. Nampak sikap Dewi semakin manja dan tak mau di tinggal oleh Rifky.
"Mas, adik kok kepingin kelapa muda ya." Rengek Dewi malam itu sambil menyandarkan kepalanya di dada bidang Rifky.
"Ya ampun sayang inikan sudah malam. Kan sudah tidak ada yang jualan. Besok aja ya." Sahut Rifky sambil membaca laporan di laptopnya.
"Adik pengennya sekarang mas." Rengek Dewi lagi.
"Mas cari kemana coba malam malam begini?"
"Mas , , , Adik beneran nih pengen kelapa muda. Mas ihhhhhh." Dewi masih terus merengek seperti anak kecil.
__ADS_1
"Ya sudah mas telpon Cahyo biar di carikan ya." Belum sempat Rifky memegang ponselnya,
"Adik pengennya mas yang nyari."
"Hadeuh, ada ada saja ih sayang ini."
"Mas mau anak kita ngileran nantinya." Dewi mulai cemberut yang mau tak mau Rifky pun harus mencarikannya.
"Iya iya mas carikan.." Ucap Rifky yang menyerah.
"Nah gitu dong hihihi. Inikan anak kita yanng minta."
"Iya iya sayang." Ucap Rifky sambil bangkit dan mengelus perut Dewi yang kian membuncit. Sementara Dewi tersenyum sambil mengikuti Rifky keluar kamar.
"Dewi mau kelapa muda yang di depan itu mas." Rengekan Dewi itu di dengar oleh bu Desi yang kemudian hanya di respon dengan senyum.
"Harus di turuti itu Ky kalau tidak mau anaknya ngiler." Sindir Bu Desi sambil cengengesan dan mengikuti langkah Dewi dan Rifky.
"Dewi mau yang itu mas." Tingkah Dewi nampak manja. sementara itu, Rifky hanya manyun sambil senyum terpaksa.
"Woy ngapain malam malam manjat pohon kelapa?" Sindir Cahyo sambil Ketawa.
"Satu juga boleh tu pak." Nani tak mau kalah.
"Gundulmu. Orang kesusahan bukan di tolong malah ngledekin." Sahut Rifky sambil terus memanjat pohon kelapa.
"Hati hati pak ntar kalau nggk ihklas anaknya ileran loh. hehehe." Ucap Nani sambil ketawa kemudian menghampiri Dewi yang sedang menyemangati Rifky.
"Ya ampun manjat cuma segitu saja lamanya boy boy." Ledek Cahyo.
"Diem luh kampret." Upat Rifky.
"Asik juga ya malam malam dapat kebagian kelapa mudanya seger nih kayaknya. Kapan coba bisa makan kelapa muda hasil petikan Rifky kalau nggk bininya lagi hamil. hehehe." Pak Rudi yang entah sejak kapan datang ikutan nimbrung.
Rifky hanya pasrah di kerjain oleh saudara juga orang tua angkatnya. Kini dalam hatinya hanya ingin segera memetik dan turun kemudian mandi karena badan terasa mulai gatal gatal.
__ADS_1
"Segitu cukup nggak sayang." Teriak Rifky yang sudah menjatuhkan 5 biji buah kelapa muda.
"Satu lagi mas tapi jangan di jatuhin ya." Jawab Dewi.
"Iya sayang." Jawab Rifky sambil memegang satu buah buah kelap muda dan turun dengan susah payah. kemudian, "Ini sayang yang tidak mas jatuhkan."
"Kupasin. Adik mau mas yang kupasin." Rengek Dewi.
"Iya iya mas kupasin." Sahut Rifky yang sudah mulai mengupas buah kelapa muda untuk Dewi. Kemudian setelah terkupas, "Ini ayang buah kelapanya."
"Makasih mas." Ucap Dewi sambil mencium pipi Rifky.
"Udah mas." Belum jadi Rifky melangkah kedalam. Dewi bilang seperti itu yang membuat Rifky kaget.
"Lah sudah?" Tanya rifky sambil melihat buah kelapa muda yang seperti tidak tersentuh.
"hu.um." sahut Dewi polos.
"Ya ampun sayang. Ini belum berkurang loh. Habisin dong. kan sayang buah kelapanya." Ucap Rifky yang tidak habis fikir dengan tingkah Dewi.
"Dewi dah kenyang mas." Ucap Dewi sambil nggloyor pergi begitu saja.
"Lah ini terus bagaimana sayang?" Tanya Rifky yang di buat bingung.
"Buat mas aja." Jawab Dewi tanpa tau dosa.
Serentak semuanya tertawa melihat Rifky yang seperti di kerjain oleh Dewi. Sementara itu, Rifky hanya mengusap dadanya sendiri sambil menggelengkan kepala.
"Begitulah orang kalau sedang ngidam Ky. Kalau ada maunya harus di turuti. Giliran sudah di turuti lihatlah cuma di icipi dan sudah." Ucap Bu Desi yang sedang menikmati Buah kelapa segar hasil ngidam nya Dewi.
"Sering sering aja ngidam nya." Celoteh cahyo sambil senyum senyum merasa dapat untung.
"Gundulmu." Upat Rifky yang di sambut tawaan mereka semua.
Setelah itu, Rifky meninggalkan mereka yang sedang menikmati kelapa muda untuk masuk dan mandi karena badannya sudah gatal-gatal.
__ADS_1
Saat masuk ke kamar, nampak Dewi sudah terlelap. Sontak Rifky hanya bisa menggelengkan kepala dan masuk ke kamar mandi.