
"boy kunci mobil. kita bawa ke rumah sakit." teriak rifky yang langsung menggendong dewi kemudian membawanya ke mobil di ikuti cahyo, nani dan putri juga suaminya.
suasana bahagia itupun seketika menjadi suasana panik. tidak ada yang tahu pasti penyebab dewi pingsan. semua terjadi begitu cepat seakan tanpa sebab. semua menjadi teka teki yang sulit di pahami. hanya terkaan akan hadirnya pak narto. karna hanya itu alasan yang seolah paling masuk akal. memang di sadari ketika pak narto hadir ketika itu pula dewi seperti memikirkan sesuatu. dan ketika pak narto pergi ketika itu juga dewi pingsan. semua hanya menjadi tanda tanya.
"setiap orang yang mengalami amnesia pasti akan pusing bahkan bisa sampai pingsan seperti ini. jangan terlalu di paksakan ya pak." ucap dokter itu sontak membuat rifky dan yang ikut mengantar kaget.
"amnesia dok" ucap rifky seolah tak percaya.
"iya benar. sebagian memorinya perlahan kembali." jelas dokter itu yang semakin membuat rifky tertegun.
"amnesia, apa sebenarnya yang terjadi dengan dewi. selama ini tidak ada yang aneh darinya. apa ada hubungannya dengan pak narto." guma rifky dalam hati. " aku harus tau" lanjutnya sambil mencari pak narto di setiap lorong rumah sakit itu. karena ningsih juga di rawat di rumah sakit itu.
sampai saat rifky bertemu pak narto. nampak pak narto senang. namun rifky lain. dia datang dengan gudang tanda tanya.
"terimakasih nak. akhirnya kamu datang." ucap pak narto nampak senang. sebesit harapan itu muncul lagi.
"njih pak saya datang. tapi saya akan masuk setelah dewi asisten saya sehat. dan sebelum itu saya ingin bertanya pak." sahut rifky memasang raut serius.
"apa itu?"
"setelah datangnya bapak tadi dewi pingsan. dan kata dokter semua itu karena memori dewi yang kembali. dewi amnesia dan mengingat sesuatu saat bapak datang tadi. sebenarnya ada hubungan apa semua ini." terang rifky langsung ke pokok pembicaraan.
"yang bapak tau bapak kenal nama dewi itu karena dewi itu sahabat putri bapak. iya dewi sahabat ningsih. sahabat waktu mereka masih sekolah. pantas saja tadi dia tidak seperti mengenali bapak tadi." jelas pak narto.
"astaghfirullah, cerita seperti apa ini." lirih rifky sambil menekan kening dengan jarinya. kemudian," mungkin ini bisa sekali tepuk dua masalah terpecahkan. saya akan masuk nanti bareng dewi." ucap rifky yang di balas anggukan pak narto.
pagi itu, setelah mendung semalaman melanda, nampak mentari malu malu menyapa dunia. bersamaan dengan itu, perlahan mata indah dewi mulai terbuka. sayup sayup di pandanginya langit langit di atas tempatnya berbaring. ingatan perlahan mulai mengumpul.
"bapak, ibu." ucapan itu terasa sendu membuat rifky yang tertidur di kursi terbangun dan di lihatnya dewi menangis.
"ada apa kamu menangis dik?" tanya rifky pelan.
__ADS_1
namun dewi hanya menangis mengingat apa yang telah terjadi. ingatan akan musibah yang menimpa keluarganya hingga membuat dia harus kehilangan semua orang uang selalu menyayanginya.
sampai beberapa saat lamanya dewi hanya menangis tanpa suara. semua membuat rifky bingung tanpa tau hal apa yang membuat dewi menangis sendu itu. akhirnya rifky hanya diam dan membiarkan dewi menangis. pikirnya mungkin itu akan membuatnya sedikit lega.
"kakak, " lirih dewi sambil menengok ke arah rifky.
"menangislah kalau itu bisa meringankan beban mu." sahut rifky.
"boleh adik minta tolong anterin adik ke pemakaman." pinta dewi.
"untuk apa dik?" tanya rifky yang belum tau apa apa.
"ziarah ke makam ibu, bapak dan adikku." jelas dewi yang langsung membuat rifky kaget. namun segera ia mengambil sikap.
"baiklah. nanti kakak antar. kakak telpon cahyo dulu." ucap rifky mengiyakan. kemudian rifky langsung menelpon cahyo untuk membawa mobilnya ke rumah sakit
tak berapa lama cahyo yang di temani nani sudah datang. mereka nampak senang melihat dewi yang sudah siuman itu. namun juga heran karena nampak dewi yang masih sendu.
"ayo kakak antar." ucap rifky yang sudah siap membawa kursi roda. merekapun berangkat. berangkat menuju pemakaman yang di tunjuk oleh dewi.
"bapak, ibu, adik, dewi kangen kalian.siapa lagi tempat bernaung dewi kalau kalian pergi. kenapa kalian meninggalkan dewi sendiri." dewi berucap sendiri membawa suasana menjadi haru.
baik rifky, cahyo maupun nani hanya terdiam melihat semua itu. tak terasa air mata ikut mengalir membasahi pipi mereka.tidak menyangka semua begitu pedih beban yang di terima temannya itu.
"ihklaskan dik, biarkan mereka tenang. di sini ada kakak yang akan selalu bersamamu. ada nani ada cahyo yang juga menganggap mu seperti saudara kami sendiri." rifky merangkul dan membiarkan kepala dewi bersandar di pundaknya.
"benar wik, kami adalah keluargamu. biarkan mereka tenang di sana." tutur cahyo ikut membenarkan dan menguatkan hati dewi.
"aku yang akan menggantikan mereka untuk selalu ada buat kamu dan akan menjagamu. meskipun tak sesempurna mereka menjagamu dan tak sesempurna mereka menyayangi kami." ucapan itu tiba tiba keluar dari mulut rifky dengan tulus. " kamu tidak sendiri." lanjutnya.
"berdoalah untuk mereka wik." nani pun tidak mau kalah.
__ADS_1
dewi pun berdoa di ikuti tangis yang masih menemaninya.
"sekarang bangkitlah. semua sudah menjadi jalan takdir. aku janji di depan makam kedua orang tuamu, akan selalu menjagamu." ucap rifky yang membuat nani dan cahyo kaget. bukan karena apa, namun ucapan rifky itu mengandung makna yang tidak bisa di sepelekan.
singkatnya mereka kembali ke rumah sakit. kembali untuk memulihkan kesehatan dewi.
saat dewi tengah terlelap, rifky keluar menghampiri cahyo. nampak mereka membicarakan hal penting.
"aku tunggu secepatnya boy." perintah rifky dengan muka serius.
"baik boy. secepatnya dan aku tidak akan mengecewakanmu." balas cahyo kemudian berlalu pergi.
kini rifky kembali kedalam kamar rawat dewi. di peganginya tangan dewi. dan kemudian rifky pun tertidur di kursi dengan tangan masih memegang tangan dewi.
*****
suara langkah kaki membangunkan rifky. sedikit agak heran ketika melihat cahyo masuk bersama sepasang suami istri. yang laki laki mungkin berumur 40 tahunan sedang yang perempuan mungkin kisaran umur 37. di ketahuinya mereka adalah paman dan bibi dewi.
"apa benar kamu menyayangi keponakan kami. dia anak yatim piatu. hidupnya sebatang kara. apa bisa kamu menerima apa adanya." tanya paman dewi yang ternyata bernama agus.
"dia tidak memiliki siapa siapa di dunia ini selain kami berdua." sambung bibi dewi yang bernama wati.
"Insya Allah saya mampu menjadi imamnya." sahut rifky tanpa keraguan.
"baiklah aku percayakan dewi padamu. asisten mu sudah cerita banyak tentang kamu." ucap pak agus merestui niatan rifky.
setelah bercakap dan waktu mulai beranjak malam. pak agus dan bu wati pulang. dalam hati mereka tidak menyangka kalau akan di pertemukan kembali dengan dewi.
sementara itu,
"boy urus semuanya dengan cepat. sementara sederhana saja penting sah." ucap rifky meminta bantuan cahyo.
__ADS_1
"baik boy. kamu di sini saja biar aku yang urus semuanya." sahut cahyo yang kemudian keluar.
"semua ini begitu cepat, tak terduga, ya Allah aku ridho akan semua kehendak-Mu." batin rifky sambil menatap wajah dewi yang masih pucat.