
waktu berjalan dengan cepat. genangan genangan kehidupan dan semua yang menjadi cerita kehidupan terus ber alun menciptakan nada nada kehidupan.
Rifky.
dengan segenap rasa berkecamuk itu mulai bangkit walaupun berat. penyangga penyangganya yang di tanam mulai kokoh menegakkan langkahnya.
tak cukup waktu lama rifky kembali dalam fase yang membuatnya nyaman dan lupa akan rasa sakitnya. ya! pekerjaan lah yang membuatnya tersibukkan. keseharian berkecimpung dengan pekerjaan dan tiap waktu di temani alam membuatnya benar lupa dan tak ada waktu untuk memikirkan ningsih.
sesekali menjelang tidur masih wajar untuk jiwa yang belum lama di rundung patah hati. namun, bukan terpuruk tapi itu seakan membuatnya semakin kuat. dia benar melupakan nama ningsih. bahkan yang ia ingat adalah teratai. karena setiap mengusap foto itu yang di sebut adalah teratai.
cinta yang unik. kuat namun bisa di bilang sedikit gila atau bahkan gila. ditinggal hidup namun di anggap mati. ya rifky telah menganggap ningsih nya telah mati.
"jangan kau tatap terus boy. yang ada. nanti kamu makin susah melupakan." tegur cahyo yang sudah ada di belakang rifky.
"ini sebagai penguat boy. dia akan tetap hidup dalam hatiku. meski raga bukan milikku. namun di hatiku tetap hidup." jawab rifky sambil tersenyum.
"kenapa boy. kamu harus terkubur oleh cintamu sendiri. bangunlah banyak wanita di luar sana. siapa wanita yang tidak akan luluh dengan keadaan kamu saat ini." ucap cahyo mencoba menguatkan.
"cinta ini terlalu kuat untuknya boy. aku akan tetap mencintainya." sahut rifky.
"bukankah kamu bilang sendiri haram hukumnya mencintai istri orang?" tanya cahyo mengingatkan.
"aku tidak pernah mencintai istri orang. tapi aku mencintai ningsih ku. ningsih yang dulu bukan yang sekarang." jelas rifky.
"kau sudah gila boy. sadarlah ini sangat melukai hatimu boy."
"biarlah sakit itu akan sembuh dengan berjalan waktu. kini biarlah sakit itu menggerogoti hatiku sampai letih. tiba masanya nanti dia akan sembuh sendiri." sahut rifky sambil berjalan keluar menatap indah panorama malam di tengah laut.
cahyo hanya menggelengkan kepala sambil mencoba tetap sabar melihat apa yang di lihatnya.
"apa rencana mu?" tanya cahyo membuka keheningan sambil duduk di samping rifky.
__ADS_1
"aku ingin terus berkarir membuka banyak usaha membuat banyak peluang kerja setidaknya aku bisa berguna buat orang banyak." ucap rifky dengan penuh keyakinan.
cahyo hanya mengangguk dengan pola pikir sahabatnya itu. meski terluka namun jiwanya masih tetap luar biasa.
"besok kamu ikut aku lagi ya boy. ada perusahaan yang minta bekerjasama denganku." lanjut rifky.
"siap bos" jawab cahyo semangat
waktu yang telah larut membawa rifky untuk segera membuka gerbang mimpinya. menjelajah lorong waktu membelah bingkai bingkai kehidupan yang segera di tinggalkan. mimpi yang membawanya berganti hari.
*********
siang itu, di tengah kesejukan ruangan ber ac, nampak rifky tengah berbincang dengan seseorang. di samping rifky nampak cahyo yang hanya menemani.
"kami benar membutuhkan bantuan mas. kami tidak tega bila perusahaan ini harus bangkrut. nasib karyawan kami setelah ini mau seperti apa kami bingung. kami tidak tega." ucap seseorang itu seperti memohon.
sementara rifky belum keluar sepatah katapun. ia masih terus mempelajari tentang jalan perusahaan itu. kemudian, " baik pak saya akan coba bantu sebisa saya. saya harap bapak menjaga kepercayaan ini. perusahaan ini sebetulnya sangat bagus. sangat sangat bagus. kekurangan modal insya Allah bisa saya tutupi. saran saya coba gunakan mesin yang lebih baik. cari tehnisi yang memang handal. nanti untuk apa apanya bapak tinggal bilang saja." ucap rifky penuh wibawa.
"baik mas, sekali lagi saya ucapkan terimakasih atas kerjasama ini." ucap seseorang itu yang sering di panggi pak irfan. seorang pengusaha makanan ringan.
setelah pertemuan dengan pengusaha itu, rifky semakin melenggangkan tangan dengan bekerjasama beberapa perusahaan besar. bahkan rifky yang sekarang benar benar menjadi pemuda yang sangat berpengaruh di kalangan pebisnis. Masih muda, lajang, pendiam, misterius namun jiwanya sangat baik.
"kamu luar biasa ky." tegur pak rudi sore itu.
"biasa saja pak. yang luar biasa itu bapak. karna sudah mempercayakan ini kepada saya. saya hanya menjalankan. ini semua berawal dari bapak. saya bukan siapa siapa pak." ucap rifky merendah.
"tidak butuh waktu lama semua maju pesat. bahkan perusahaan ini tunggal milik kamu tanpa butuh penanam saham." takjub pak rudi bangga atas semua yang di lakukan Rifky.
"jangan terlalu memuji pak. saya ini bukan siapa siapa. ini semua berkat bapak juga." ucap rifky masih merendah.
"kamu selalu merendah ky. nggak salah bapak memilihmu." puji pak rudi lagi.
__ADS_1
"ini belum selesai pak. masih ada satu lagi pak." ucap rifky mencoba mengalihkan pembicaraan.
"apa itu?" tanya oak rudi penasaran.
"bapak lihat saja nanti." sahut rifky semakin membuat pak rudi penasaran. " tunggu saja ponsel bapak berdering." lanjut rifky semakin membuat pak rudi heran. dan benar saja tidak lama ponsel pak rudi berdering.
"hallo dengan siapa ini?" ucap pak rudi membuka pembicaraan.
"ia hallo mas, masih ingat saya?" sahut seseorang di sebrang sana.
"desi?" tebak pak rudi.
"ternyata kamu masih ingat aku mas. maaf untuk kejadian lalu dan terimakasih atas hari ini." ucap seseorang itu yang ternyata desi. mantan kekasih pak rudi.
"terimakasih untuk hari ini? maksudnya?." tanya pak rudi bingung.
"seseorang dengan inisial mr. R hari ini membantuku karena mu. wujud terimakasihnya kepadamu. ini sangat membantuku. terimakasih mas terimakasih. dari dulu sampai sekarang kamu selalu jadi orang yang ada buat aku." tutur desi karena nama rudi menjadi alasan pertolongan itu.
banyak pembicaraan mereka. cerita masalalu dan banyak lagi. membuat rifky hanya tersenyum melihat itu semua. rifky hanya menjadi pendengar sampai percakapan itu berakhir.
"terimakasih ky. aku akan datang melamarnya. secepatnya. ini semua karena mu." ucap pak rudi sambil memeluk rifky.
terasa momen malam itu penuh haru. air mata bahagia meleleh di pipi pak rudi.
"bahagianya bapak bahagia saya pak. ini belum seberapa atas semua yang bapak berikan ke saya." ucap rifky sambil tersenyum.
"karna mu aku tahu kalau sampai detik ini dia belum menikah. aku terlalu termakan ucapan orang waktu itu. dia memilih untuk sendiri sepertiku." jelas pak rudi
"saya sudah tau itu pak. saya hanya menunggu moment ini untuk bapak." sahut rifky sambil menatap malam yang bertabur bintang.
malam itu awal dari cerita rifky setelah patah hatinya. mencoba berguna untuk orang sekitarnya. bahagia melihat mereka bahagia. menjadi obat dari luka di hatinya.
__ADS_1
"aku ingin tetap berdiri dan berguna untuk kalian semua." lirih rifky dalam hati.
bersambung.