
Setelah kepergian kedua orang kepercayaan rifky itu, kini nampak rifky mulai mengajari dewi bagaimana menghandle pekerjaan nani. meskipun sangat sangat susah namun tak butuh waktu lama dewi mulai bisa beradaptasi dengan apa yang harus di kerjakan. selain karena dewi yang semangat belajar, juga karena rifky telaten mengajari.
setelah benar benar bisa di tinggal, kini saat nya rifky kembali ke tengah untuk mengontrol keadaan yang berada di laut. dia harus segera menyelesaikan apa yang harus di selesaikan. karena tidak lama lagi dia harus menghadiri pernikahan kedua orang kepercayaannya itu. ya pernikahan cahyo dan nani. selain itu, dia sudah berjanji dalam dirinya kalau dia akan memberi kejutan.
"bagaimana pak semua sudah bereskan?" tanya seseorang di sebrang telepon.
""sudah siap semuanya. kami sudah melaksanakan seperti yang mas minta." sahut seseorang di sebrang sana.
"terimakasih pak. pokoknya saya ingin yang terbaik dari yang terbaik." ucap rifky.
"pasti mas. kami melakukan sesuai dengan kemampuan terbaik kami." balasnya meyakinkan.
"terimakasih pak. senang bekerja sama dengan bapak." ucap rifky kemudian menutup teleponnya. raut mukanya nampak senang.
setelah itu, kembali rifky lanjut menyelesaikan semua pekerjaannya. tak lupa ia meninggalkan catatan untuk beberapa hari ke depan, selama di tinggalnya nanti.
setelah di rasa beres ia pun menghampiri salah satu anggotanya. menyampaikan apa saja yang harus di lakukan untuk beberapa hari ke depan. kemudian, rifky kembali ke darat untuk melihat kerjaan di darat.
sesampainya di darat.
"bagaimana Wi, semua lancarkan?" sapa rifky.
"alhamdulillah semua lancar pak. semua agenda berjalan sesuai rencana." jawab Dewi dengan bahasa formalnya.
"oke alhamdulillah." ucap rifky sambil tersenyum. kemudian, " nanti habis makan siang ke ruangan saya ya, ada beberapa hal yang mau saya bicarakan." pinta rifky ke dewi.
"baik pak." sahut dewi sambil menunduk.
kemudian, rifky berlalu pergi menuju taman untuk sejenak melepas rasa lelah. tak luput gitar sudah berada dalam pangkuannya. rifky pun bersenandung sambil menikmati hembusan angin siang itu.
jika nanti ku sanding dirimu
miliki aku dengan segala kelemahanku
dan bila nanti engkau di sampingku
jangan pernah letih tuk mencintaiku
terdengar pelan namun teramat sangat menikmati. lentik jemari yang terasa sudah hapal dimana tempatnya itu membuat lagu itu semakin pas untuk siang yang sepoi sepoi. sampai tak sadar seorang dewi sudah berada di belakangnya.
"sepertinya ada yang tengah berbunga ini." ucap dewi membuat rifky kaget. namun langsung mengondisikan suasana. dewi hanya cengengesan.
"tadi bapak memanggil saya. ada apa pak?" lanjut dewi sambil berdiri di samping kursi tempat rifky duduk.
"aku tidak biasa di panggil pak, jangan panggil aku pak lah wi. seperti sudah punya anak 10 saja. panggil aja mas kek atau apa gitu." gerutu rifky yang merasa sangat risih dengan panggilan bapak.
"iy mas tapi yang lain kan memanggilnya pak." protes dewi.
"terserah lah." rifky menyerah namun itu malah membuat dewi tersenyum.
__ADS_1
"jadi ada apa mas?" tanya dewi mengulang.
"besok kamu temani aku. ada perusahaan yang mau kerja sama lagi. biasanya cahyo yang nemenin aku. sekarang dia cuti kamu lah yang temani aku. sekalian belajar bagaimana cara menghadapi para pengusaha." ucap rifky menjelaskan maksudnya.
"baik pak. eh baik mas. tapi saya harus bagaimana besok?"
"cukup ikuti saya saja. ndak perlu ngapa ngapain." ucap rifky simple.
Dewi pun hanya mengangguk. kemudian pamit untuk melanjutkan pekerjaannya. sementara rifky kembali memainkan gitarnya. menikmati waktu istirahatnya.
di sela sela istirahatnya, rifky teringat akan tawaran pak bondan. tentang kerjasamanya untuk menghandle semua yang ada di laut. maksudnya baik namun, rifky masih bingung mengambil keputusan.
semua itu membuatnya teringat cahyo, biasanya dia yang memberi solusi. kini dia tengah cuti. dan benar benar kini rifky harus memutar otak sendiri.
drrrrrt.
ponsel rifky berdering. nampak di layar ponselnya nama sahabatnya yang baru saja ia pikirkan. cahyo!
"hallo boy ada apa?" ucap rifky membuka percakapan.
"alhamdulillah boy semua berjalan lancar. lamaranku di terima boy. minggu depan akad nikahnya." ucap cahyo di sebrang sana yang membuat rifky tersenyum.
"alhamdulillah aku ikut senang boy. akhirnya kamu menemukan tempat berlabuh."
"iy alhamdulillah semua lancar. terimakasih untuk semua bantuan mu. ini kejutan luar biasa boy. terimakasih boy." ucap cahyo menghujani kata terimakasihnya.
"kau sudah seperti saudaraku sendiri boy. kalau kamu senang aku ikut senang." ucap rifky dengan mata yang berkaca kaca.
kemudian, telepon pun berakhir.
"mungkin nanti saja aku bahas ini setelah mereka kembali." ucap rifky dalam hati.
"ada apa mas melamun, seperti banyak yang di pikirkan." tegur dewi sambil menaruh kopi di meja yang ada di depanku."di minum dulu kopinya mas biar lebih fres."
"eh kamu Wi. terimakasih ya." sahut rifky kemudian," tidak ada hanya biasa masalah yang tak berarti." lanjut rifky sambil tersenyum.
"ternyata menjadi seorang bos itu banyak yang di pikir ya." celoteh dewi sambil duduk di sebelahku.
"ya seperti itulah. karena bos itu seperti ayah untuk semua karyawannya." jawab rifky sambil menatap taman seolah kosong. kemudian," bagaimana pekerjaanmu. apa kamu nyaman bekerja di sini?"
"ini jauh lebih baik mas, hal yang mustahil ini bisa saya rasakan. memimpikan saja tidak sanggup." ucap dewi sambil tertawa kecil.
"syukurlah, " ucap rifky singkat.
******
hari kini cepat berlalu, semua agenda sudah terlewati. jumpa dengan dengan pengusaha baru pun sudah terlaksana. kini terlihat rifky yang tengah mengecek berkas. pensil di tangannya nampak di putar putar. kepalanya di sangga pake tangan satunya.
"harusnya aku punya asisten. ini benar bikin sakit kepala." guma rifky dalam hati.
__ADS_1
sesaat kemudian, rifky memegangi ponselnya. nampak di jendela layar mengapung pengingat hari pernikahan sahabatnya yang sudah di depan mata.
"ah ini lagi, aku sampai belum menyiapkan kado." lirih rifky mendengus lepas nafas beratnya.
"oalah ky ky, perusahaan yang sudah sebesar ini kok di pikir sendiri." suara itu benar rifky kenal. ya dia pak rudi.
"lah bapak, sejak kapan bapak di sini? rifky kok tidak tau." ucap rifky sambil berjalan menghampiri pak rudi dan segera mencium punggung tangan pak rudi kemudian lanjut ke bu desi yang berada di samping pak rudi.
"baru saja sampai ky." ucap pak rudi sambil tersenyum
"banyak banget kertas menumpuk di mejamu nak?" ucap bu desi yang melihat tumpukan berkas di atas meja rifky.
"iy bu berkas yang harus rifky tanda tangani dan pelajari. tapi sedikit membuat pusing kepala." lirih rifky sambil menggaruk kepalanya walaupun itu tidak gatal.
"coba ibu liat." tawar bu desi yang langsung membuka beberapa berkas." ini jelas bukan keahlian mu nak, hm"
"iya bu tapi masih bingung soalnya belum menemukan seseorang yang pas " keluh rifky.
sementara bu desi sibuk membaca berkas, nampak pak rudi dan rifky berbincang. beberapa saat kemudian muncul dewi yang sudah membawa nampan berisi air minum dan camilan.
"monggo pak di minum dulu kopinya." ucap dewi setelah menaruh semuanya di atas meja.
"terimakasih Wi, bisa minta tolong temeni bu desi. kamu bisa sambil belajar padanya." ucap rifky.
"iy nduk sini bantu ibu." sambung bu desi.
"njih bu, " ucap dewi sambil mendekat ke bu desi. merekapun di sibukkan sendiri.
sementara itu,
"ini cahyo sama nani kemana ky?" tanya pak rudi yang sedari tadi tidak melihat mereka berdua.
"mereka cuti pak. mereka akan menikah besok." ucap rifky.
"loh kejam nya aku tidak di kasih tau." sahut pak rudi yang kaget.
"semua mendadak pak, rencana malam ini saya baru mau ke magelang sekalian mampir ke rumah bapak di jogja." jelas Rifky.
"oalah anak muda anak muda. uda kebelet rupanya. hahahaha." tawa pak rudi itu membuat bu desi heran.
"ada apa pak?" tanya bu desi.
"kita kondangan bu. cahyo dan nani nikah besok." jelas pak rudi.
"walah, kok mendadak gini ya pak. ya udah selesai ini kita siap siap pak." tutur bu desi sambil menggelengkan kepala.
akhirnya rifky dan pak rudi pun ikut membantu cek berkas. sampai menjelang asar semua sudah selesai. merekapun bersiap untuk berangkat ke magelang.
bersambung,
__ADS_1
Maaf ya readers, banyak hal yang memaksa untuk lama up. semoga tetap bisa menghibur.