DAWAI KEHIDUPAN

DAWAI KEHIDUPAN
PERTEMUAN DENGAN DEWI SI GADIS MALANG


__ADS_3

setelah selesai semua urusan di jogja, kini saatnya rifky berlibur sesuai dengan rencananya bersama cahyo. melepaskan penat dan sejenak bersantai di tepi pantai.


"urusan asmaraku memang kacau. tapi setidaknya cukup aku yang merasakan. tidak untuk orang orang yang berharga di hidupku." lirih rifky sembari menatap indahnya sore di tepi pantai. dan ternyata suara lirih itu didengar oleh cahyo.


"kau memang unik boy." ucap cahyo sembari duduk menemani rifki sambil menikmati secangkir kopi hitam.


"andai saja waktu itu kamu menunjukan semua ini pasti lain ceritanya." sambungnya.


"semua ini sudah jalanku boy. nikmati alurnya dan rasakan setiap inchi kehidupan yang sudah tergaris ini. semua ada hikmahnya bukan." sahut rifky yang kemudian menyeruput kopinya." coba kamu pikir kopi ini, pahit kan? tapi nikmat karna kita menikmati. jadi pahit pun kalau di nikmati akan manis juga, akan nikmat juga." sambungnya yang hanya di tanggapi anggukan.


di sela sela menikmati suasana itu datang gadis remaja memakai kerudung, dengan gitar yang di bawanya.


"permisi mas ijin ngamen mas." ucapnya menyapa kemudian bernyanyi tanpa menunggu persetujuan.


nampaknya rifky menikmatinya sampai sampai dia mengangguk angguk tanda dia benar menikmati. suara merdu yang di padu dengan lentik jemari yang handal memainkan gitar benar benar pas dengan suasana yang sejuk itu.


"indah banget suaramu." ucap rifky sambil mengulurkan uang 2 lembar seratus ribuan.


"terimakasih banyak mas. alhamdulillah rejeki mas semoga lancar." ucap gadis itu sambil mendoakan rifky. "mau request apa lagi mas uang ini tidak seimbang kalau hanya satu lagu." tawarnya ke rifky.


"apapun itu terserah kamu." sahut rifky. cahyo yang melihat itu hanya tersenyum.


beberapa lagu akhirnya di nyanyikan oleh gadis itu. sampai sampai tak terasa mentari mulai tenggelam di tengah lautan sana.


"kamu sudah makan belum?" tanya rifky ke gadis itu yang hanya di jawab dengan gelengan kepala.


"baiklah kalau tidak keberatan ayo kita makan bersama. bukan begitu boy?" ucap rifky sambil melirik kearah cahyo.


"benar banget itu." ucap cahyo menyetujui.

__ADS_1


"tapi. saya tidak enak mas. tidak pantas rasanya." sahut gadis itu sambil menunduk.


"sudahlah tak apa. ini wujud terimakasih ku atas suara indah mu yang menemani ku sore ini. tolong jangan menolak." sambar rifky tanpa bisa di tolak.


dan akhirnya gadis itupun menyetujui.


sesampainya di warung makan pinggir pantai rifky segera memesan makanan. dan setelah tersaji merekapun melahapnya tanpa ada sepatah kata sampai makanan yang terhidang habis.


"namamu siapa? aku rifky dan ini sahabatku cahyo." ucap rifky setelah selesai makan.


"aku dewi mas." jawabnya pendek.


"tinggal di mana kamu?" tanya rifky lagi.


"saya tinggal dekat sini mas. biasanya kalau sore seperti ini saya ngamen di lokasi ini. hitung hitung buat menyambung hidup." jawab gadis itu yang bernama dewi.


" maaf mas kalau sudah bolehkah saya pamit." ucap dewi lirih yang membuat rifky bingung.


"tunggu dulu biar aku antar, ini sudah malam tak baik seorang gadis berjalan malam seorang diri." ucap rifky yang menghentikan niat dewi.


"tidak usah mas saya sudah biasa kok" tolak ningsih.


"saya mohon jangan menolak." tegas rifky.


kemudian setelah cahyo membayar semuanya. rifky segera mengantar dewi masuk ke mobilnya yang di setir cahyo. rifky terasa panas dengan ocehan orang orang di warung itu.


sesampainya d rumah kecil dengan dinding bambu yang amat kecil itu mereka berhenti. itulah rumah dewi.


"ini rumahmu?" tanya rifky.

__ADS_1


"bukan mas, saya hanya ngontrak di sini. saya tinggal sendiri di sini."


deg !!!!


rifky kaget bukan main. namun, untuk tidak merusak perasaan dewi rifky mengurungkan niatnya bertanya dan membiarkan dewi turun dari mobilnya dan berangsur hilang dari pandangan di telan rumah kecil itu.


cahyo pun kembali melajukan mobil. untuk kembali ke penginapan. namun di tengah jalan rifky meminta cahyo untuk berbalik kembali ke rumah dewi karena gitar dewi masih ada di mobilnya. cahyo pun bergegas kembali menuruti pinta rifky.


ketika sampai.


"jangan!!!!!" suara teriakan itu memaksa rifky langsung turun. dan masuk ke rumah dewi. terlihat dewi tengah di lecehkan oleh beberapa pemuda yang sedang mabok.


"hentikan!!!" rifky berteriak sambil menendang salah satu pemuda. suasana pun menjadi panas.


cahyo yang juga sudah masuk langsung mengusir pemuda pemuda itu. dan akhirnya dewi pun selamat dari pemuda pemuda ****** itu


"kau tidak apa apa. tenanglah semua sudah aman. kau bisa pakai jaket ku dulu" ucap rifky menenangkan dewi yang masih terisak syok akan kejadian yang baru saja menimpanya.


" terimakasih mas terimakasih." ucap dewi sambil menangis.


bayang bayang pemuda pemuda tadi terus menghantuinya. dan baru kali ini dia bisa selamat. hampir setiap malam selalu dia menjadi korban tanpa ada yang menolong.


"sudahlah ini sudah selesai. kemasi barang mu baiknya kamu ikut aku. tempat ini sepertinya tidak baik untukmu." ucap rifky mencoba menolong. kemudian," boy pesankan satu kamar lagi untuk dewi." ucap rifky ke cahyo


"baik." sahut cahyo singkat namun langsung terlaksana.


dewi yang masih terbawa suasana hanya mengikuti saja tanpa membantah. dia hanya menangis meratapi nasibnya.


bersambung.

__ADS_1


__ADS_2