
"setiap orang punya alasan dik." jawab rifky singkat yang membuat ningsih berhenti bertanya soal itu.
rifky kembali menghisap rokoknya dalam dalam kemudian pelan pelan di keluarkan lewat hidung. sementara ningsih hanya menggelengkan kepala seraya memahami perilaku baru kakaknya itu.
"seseorang punya cara melampiaskan rasa hatinya masing masing dik." ucap cahyo menengahi.
"oalah ini to nak rifky yang di bicarakan bapak." ucap ibu narti yang baru masuk dan bergabung dengan mereka.
rifky dan cahyo sontak langsung menjabat tangan bu narti.
"njih bu saya rifky." pengakuan rifky dengan santun sambil mencium punggung tangan bu narti.
"kerja apa kamu nak sekarang?" tanya bu narti dengan mimik sedikit angkuh yang membuat rifky agak gelagapan.
"alhamdulillah di tambak bu. sudah setahun lebih ini, semenjak lulus sekolah." jawab rifky mencoba lebih tenang.
"setelah menikah nanti apa kamu tetap di sana, ibu tidak punya anak laki laki yang bisa menggantikan bapak di kebun." lanjut bu narti.
" saya belum tau bu. saya hanya menjalani dan terus menggali pengalaman untuk bekal hari tua. rejeki, pekerjaan dan apapun menurut saya sudah ada yang menentukan. sekarang saya di tambak dan nantinya saya tidak tahu apa masih di tambak dan alih ke pekerjaan lain. karena saya hanya menjalani bu." jelas rifky mencoba lebih bijak.
"ibu sih berharap kamu bertani menggantikan bapak." ucap ibu narti dengan mimik sedikit sinis. kemudian berlalu pergi ke belakang begitu saja.
nampak pak narto yang ada di pintu dapur hanya menggelengkan kepala dan berjalan masuk ke ruang tamu.
"jangan terlalu kamu pikirkan ucapan ibu. jalani saja kehidupanmu saat ini. bapak yakin jalan manusia itu punya cerita masing masing." ucap pak narto menengahi.
"njih pak,"jawab rifky singkat sambil kembali menghisap rokoknya yang sudah mau habis.
sementara itu dalam hati cahyo berkata," hum kalau saja kalian tau yang di depan kalian ini adalah bos besar pemilik tambak. pasti beda cerita."
cahyo mengumpat dalam hati. dan terus menahan apa yang di diketahuinya karena janjinya.
"kak, apa kakak bisa bertani?" tanya ningsih menggali.
"belum pernah kakak bertani dik. cuma kalau pegang cangkul untuk buat kolam kakak bisa." jawab rifky sambil tersenyum
"loh kamu bisa mencangkul?" tanya pak narto penasaran.
"saget pak. kan saya juga anak desa. walau tidak seluwes seperti mereka mereka pak." jawab rifky sambil tersenyum
__ADS_1
"yang buat kolam di belakang sekolahan itu kan kak rifky pak." jelas ningsih ke bapaknya.
"bagus itu. semua orang punya kemampuan masing masing. intinya di tekuni aja nak." nasehat pak narto ke rifky.
hari yang sudah mulai sore itu memaksa rifky dan cahyo pamitan pulang. sebelum pulang ningsih menyempatkan meminta nomer rifky yang sudah tidak ada di kontaknya. merekapun kembali bertukar kontak.
dalam perjalanan pulang cahyo yang dari menahan untuk bertanya akhirnya bertanya juga. "boy mengapa tidak jujur saja tentang diri kamu. mungkin ini akan mempermudah kamu."
"tidak boy, aku masih ingin seperti ini. biarlah berjalan seperti ini. kalau memang jodoh tidak akan kemana." ucap rifky santai.
"sepertinya ibunya ningsih tak suka dengan kamu. dia menginginkan calon menantu ahli pertanian sepertinya."lanjut cahyo.
"aku hanya ingin menjadi diri sendiri bukan menjadi orang lain. bukan egois tapi aku hanya ingin menjadi diri sendiri." tegas rifky.
"terus apa rencananya?"
"aku tidak tahu boy, biarlah semuanya tetap seperti ini. aku masih ingin karir aku berjalan lancar. dan soal asmara biarlah Allah yang menentukan." jelas rifky datar.
cahyo kemudian diam, dia menyimpan semuanya. dia ingin melihat apa yang akan di lakukan oleh sahabatnya itu.
sesampai di rumah cahyo.
"butuh sih boy. cuma ya belum tau lah." jawab rifky pelan.
"mbok aku ya di ajak gitu. pengen punya pengalaman baru aku. sesekali pengen merantau." ucap cahyo dengan mimik serius.
"kalau kamu mau ayok lah. sekalian buat temen di sana." ucap rifky kegirangan.
"beneran nih. okelah." sahut cahyo semangat.
"benarlah. memangnya pernah aku bercanda."balas rifky serius. kemudian,"aku mau menawari kamu yang nggak berani. kebetulan kamu mau ya pas kan. besok bareng aku aja berangkatnya."
"siap komandan." ucap cahyo mantap sambil tersenyum.
"gundulmu komandan. udahlah aku pulang dulu besok pas mau berangkat aku kesini lagi." lanjut rifky yang sudah menyalakan motornya.
"ok hati hati di jalan boy." teriak cahyo karena rifky sudah jalan
"oke" balas rifky sambil mengangkat tangannya dan berlalu pulang.
__ADS_1
sesampainya di rumah. rifky langsung masuk kamarnya. melepas dan mengganti bajunya. kemudian, keluar menuju ruang tamu. di tatapnya lagi ruangan yang masih sama seperti dulu. di atas meja makanan dan camilan di dalam toples mengingatkannya akan masa kecil saat lebaran seperti itu.
"baru pulang dik," tanya putri yang baru masuk rumah.
"iya mbk. dari mana mbk?" rifky balik bertanya sambil mencium punggung tangan kakaknya.
"dari rumah pak dhe tadi. habis mau kemana lagi kalau semua kerabat sudah di kunjungi." jawabnya ringan sambil merebah duduk di samping rifky.
"mbk, rifky boleh nitip ini nggak buat kebutuhan rumah?" tanya rifky sambil mengulurkan kartu atm.
"boleh lah. wah wah wah mbk penasaran nih diam diam kamu punya tabungan." sahut putri.
"Alhamdulillah mbk. tapi tidak hanya itu mbk. masih ada satu lagi buat mbk." rifky mengeluarkan kunci dan menyodorkannya ke kakaknya.
"apa ini?" tanya putri bingung.
"mbk kemaren lihat kan yang rifky tunjuk. ruko dekat kecamatan. itu punya rifky. di dalamnya lengkap. rifky pengen itu buat usaha mbk." jelas rifky yang membuat putri kaget.
"ini serius dik?" tanya putri masih belum percaya.
"serius mbk. apa perlu di buktikan?" sahut rifky meyakinkan.
"mbk masih belum percaya dik. dari mana kamu bisa dapat semua ini. ini kejutan luar biasa dik. ini benar kan?" putri nampak syok.
"benar mbk. intinya ini buat mbk. di kartu atm itu ada saldo 100jt, buat kebutuhan selama rifky tidak di rumah. selama ini rifky menabung untuk ini semua." jelas rifky lagi yang membuat putri terbengong.
"adakah yang kamu sembunyikan dari mbk?" tanya putri ingin tau lebih jauh.
"apa yang menjadi rejeki rifky saudara satu satunya rifky harus juga merasakan. mbk di rumah mengembangkan usaha ini yang menjadi keinginan mbk dan rifky di sana menjalani usaha rifky yang menjadi bidang rifky." jelas rifky
"maksud mu dik? kamu punya usaha di sana sekarang? kamu sukses di sana dik?" tanya putri
"iy mbk alhamdulillah." jawab rifky singkat yang di balas pelukan putri tanda bangga ke rifky.
"satu hal mbk. jangan sampai orang tau tentang rifky sekarang. kalau ada orang tanya bilang aja itu punya bos rifky yang membantu menanam saham dan buka cabang di sini. Rifky ingin tetap biasa mbk." tutur rifky yang hanya di balas anggukan oleh putri.
putri melihat jiwa sederhana adiknya yang luar biasa. sosok yang sukses namun tetap sederhana dan tidak mau orang lain tau bahkan dirinya saja baru tahu. sosok yang dulu lemah itu telah tumbuh menjadi jiwa tangguh yang sukses. putri nampak bangga bukan karna kesuksesan adiknya. namun, pribadi luar biasa adiknya itu yang membuatnya bangga.
"mbk tidak menyangka sekarang kamu seperti ini dik. tetaplah menjadi adik mbk yang mbk kenal. seperti ini." guma putri dalam hati. trenyuh akan adiknya itu.
__ADS_1
bersambung.