DAWAI KEHIDUPAN

DAWAI KEHIDUPAN
DI KAMPUNG RIFKY


__ADS_3

akhirnya mereka sampai di hotel dan kemudian memesan kamar untuk sejenak istirahat.


"kamu tidak tidur ky?" tegur pak rudi yang melihat rifky masih berada di ruang tamu.


"belum pak, bapak tidur saja dulu. rifky pengen mecari udara." lirih rifky yang di balas anggukan oleh pak rudi yang kemudian kembali merebahkan badan ke tempat tidur.


rifky berjalan keluar melewati lorong lorong hotel. nampak di sudut ujung sana dewi yang menatap langit yang cerah. sepertinya dewi pun tidak bisa tidur.


"kamu tidak tidur dik?" tegur rifky menghampiri dewi.


"nggak bisa tidur mas." sahut dewi sambil tersenyum menyambut rifky. " mas sendiri belum tidur, kenapa tidak tidur mas?"


"mas kayaknya mau pulang bentar. kangen bapak di rumah. ya mumpung di magelang mas mau pulang dulu." ucap rifky sambil ikut melihat bintang yang bertaburan di langit.


kemudian, rifky berjalan menuju lift. nampak dewi mengikuti.


"kamu mau ikut dik?" tanya rifky yang di balas anggukan kecil dewi. " ayok la kalau mau ikut."


"pak rudi, bu desi bagaimana mas?" tanya dewi pelan.


"nanti mas kirim pesan, biar mereka istirahat dulu." balas rifky sambil menunggu lift yang membawanya turun ke bawah.


sesampainya di bawah rifky menghampiri taksi dan singkat ceritanya mereka pun sudah berada di dalam taksi menuju rumah rifky. tak ada percakapan sampai mereka tiba di rumah rifky.


tibanya di rumah rifky, nampak dewi termangu menatap rumah sederhana, masih berbau khas desa, dengan dinding batu bata merah tanpa polesan seakan melukiskan rumah klasik namun terlukis keindahan tersendiri. nampak di teras kursi kayu yang sepertinya di pakai untuk santai. dan dewi pun tertarik duduk di kursi itu menunggu pintu yang rifky ketuk terbuka.


tak berapa lama perempuan cantik dengan baju tidur sambil mengusap matanya menyambut rifky. ya dia putri kakak rifky.


"loh kami pulang dik. kenapa tidak kabar kabar dulu." ucap putri yang sepertinya sedikit terkejut.


"iya mbk, ada acara dadakan nanti adik ceritain." balas rifky sambil mencium punggung tangan kakaknya.


"itu siapa dik?" tanya putri yang menyadari adanya dewi yang duduk di kursi.


"temen kerja rifky." balas rifky singkat


"saya dewi mbk" ucap dewi yang sudah langsung menyalami putri.


"ayo masuk dulu dik." pinta putri mempersilahkan dewi masuk. sementara rifky sudah langsung masuk duluan menuju ke kamarnya. kemudian keluar membawa bantal dan selimut.


"dik kamu kalau ngantuk tidur di kamarku ya. aku di luar saja." ucap rifky sambil menata bantalnya di kursi.

__ADS_1


"gampang nanti mas." sahut dewi.


kemudian, nampak putri berbincang dengan dewi. berbicara banyak hal tanpa menghiraukan rifky yang sudah terlelap dalam mimpinya.


"anak itu kalau sudah bertemu bantal pasti langsung deh" ucap putri yang melihat rifky sudah terlelap. dewi tersenyum.


"munkin mas rifky lelah mbk, di perjalanan tadi tidak tidur dia mbk. mengemudi dari situbondo sampai salatiga." bela dewi


" loh kalian tidak sendiri to?" tanya putri sambil menuangkan teh hangat di gelasnya.


"tidak mbk, pak rudi dan bu desi di tinggal di hotel oleh mas rifky. tadinya mau tidur di hotel tapi mas rifky bilang mau pulang ya uda saya ikut. ternyata bener kalau mas rifky nggak biasa dengan suasana hotel. hm sampai rumah langsung pules." ucap dewi sambil cekikikan dan putri pun ikut tertawa kecil.


"dik kamu itu cantik. boleh mbk tanya?" ucap putri di tengah percakapan.


" makasih mbk, boleh mbk, mbk mau tanya apa memangnya?"


"kamu calonnya rifky ya?" selidik putri yang membuat dewi kaget.


"tidak mbk, lah wong saya ini cuma bawahan mas rifky mbk." jawab dewi sambil tersenyum malu.


"loh kirain mbk calonnya. tapi jujur kamu menyukainya tidak. mbk setuju loh" goda putri yang membuat dewi langsung memerah mukanya.


kemudian mereka pun kembali bercanda. sampai akhirnya putri menunjukan kamar rifky agar dewi beristirahat karena hari masih malam.


dan kini tinggallah dewi sendiri di kamar rifky. dia menatapi setiap sudut dalam kamar itu. nampak di setiap dinding tertempel foto bersama. foto foto masa kecil sepertinya. kemudian di dekat jendela ada meja yang sering di pakai oleh rifky untu belajar dulu. dan terakhir nampak ranjang dengan kasur kapuk ala ala orang dulu.


"kamar ini nyaman sekali. seperti penuh kenangan." guma dewi dalam hati sambil merebahkan badannya ke ranjang. tak butuh waktu lama, akhirnya dewi terlelap dalam tidurnya.


pagi harinya, nampak rifky masih terlelap. sementara itu, pak soleh dan putri yang sudah terbangun nampak tengah membicarakan kepulangan rifky yang di temani dewi. di tengah pembicaraan itu nampak dewi terbangun dan langsung bergabung.


"sudah bangun nduk?" tanya pak sholeh ke dewi.


"njih pak. " ucap dewi sambil menunduk.


"ya uda kamu bersih bersih dulu biar di antar putri." ucap pak sholeh menyuruh anak perempuannya mengantar dewi ke kamar mandi.


"njih pak." sahut dewi kemudian berlalu ke belakang untuk mandi di antar putri.


gadis yang cantik, sopan. guma pak sholeh dalam hati sambil tersenyum.


sayup sayup rifky membuka mata sambil menggeliat. setelah sadar penuh barulah rifky sadar ayahnya sudah ada di seberangnya. rifky pun bangun dan menyalami ayahnya sambil mencium punggung telapak tangan ayahnya.

__ADS_1


"rifky telat bangun pak hehehe" ucap rifky cengar cengir yang di sambut senyum pak soleh.


"bapak mau bangunin juga tidak tega. mbk mu sudah cerita." sahut pak soleh.


"rifky mandi dulu ya pak." pamit rifky sambil membereskan bantal juga selimutnya.


"telat kamu dik tuh uda keduluan dewi." serobot putri yang baru muncul dari dapur. rifky hanya tersenyum sambil menggaruk kepalanya. kemudian menghidupkan sebatang rokok dan kembali duduk berbicang dengan ayah dan kakaknya.


"mbk pinjami kebayamu ya, itu dewi belum punya soalnya." ucap rifky


"beres dik ntar mbk carikan yang pas buat dia." sahut putri sambil mengacungkan jempolnya.


beberapa saat kemudian dewi sudah selesai mandi dan kini giliran rifky yang mandi.


*****


singkat ceritanya,


jam menunjuk pukul 9:00


nampak rifky juga dewi sudah bersiap menunggu taksi yang menjemputnya. sepanjang jalan menuju tempat taksi berada nampak beberapa tetangga rifky mulai kepo. namun dengan tenang rifky menjawabnya.ya walaupun jawaban rifky tetap saja membuat mereka mengira dewi adalah calon rifky.


nampak muka dewi merah merona menahan malu karena sepanjang jalan di puji oleh tetangga rifky.


"sumpah malu aku mas, tau seperti ini mending tadi di hotel." ucap dewi yang masih menahan malu. saat taksi mulai jalan.


"namanya juga orang desa. anggap aja angin lewat" jawab rifky santai.


sesampainya di hotel nampak pak rudi dan bu dewi kaget melihat penampilan rifky dan dewi yang seperti sepasang nganten.


"wah uda serasi ya bu." ucap pak rudi mulai menggoda.


"ho.oh pak, serasi banget. ini yang mau nikah siapa to pak" bu desi menyaut tak mau kalah.


sementara dewi malah menjadi salah tingkah berbeda dengan rifky yang masih bertingkah konyol.


"yang mau nikah anak orang bu, hahahaha" jawab rifky malah membuat suasana menjadi cair karena tawa.


akhirnya mereka pun berangkat ke pernikahan cahyo.


bersambung,

__ADS_1


__ADS_2