
Suasana kelas begitu riuh. Jam pelajaran lagi kosong. Tapi aku sibuk dengan pikiranku. Hati dan otak ku sedang berperang. Tanganku berkeringat. Berkali kali aku menarik nafas panjang.
"Ris! disuruh ke kantor TU tuh." Kata Luna yang baru dari toilet sambil berbisik.
Aku sudah menduga itu. Aku pun bergegas beranjak dari mejaku.
Sambil menyusuri lorong Kampus, pikiran ku berkecamuk. Ada peperangan batin yang sangat hebat berkecamuk di kepala dan hati ku. Cuti atau tidak?! Pilihan yang begitu sulit.
Apakah sudah waktunya Tuhan? Apa memang cuti adalah pilihan yang tepat? Mamak pasti tidak setuju. Apa merahasiakannya adalah jalan terbaik? Gimana kalau ketahuan?! Mamak pasti kecewa dan sedih?! Ah! itu urusan nanti lah.
Tok!Tok!Tok!
"Masuk." Terdengar suara dari dalam ruangan.
"Duduk Derisa. Kamu tahu tujuan Ibu memanggil kamu?"
Aku hanya mengangguk. Sudah jelas tentang uang kuliah.
"Tenggang waktunya sudah habis. Apa kamu sudah ada uangnya?"
"Maaf Bu. Saya belum punya dana nya. Tapi saya sudah mengambil keputusan. Saya ingin cuti Bu." Ucapku terbata-bata.
Bu Fatma tercengang. Dahinya mengerut.
"Apa sudah dipikirkan matang matang? Sayang lho?! Ini sudah semester 4."
"Sudah Bu. Saya hanya ingin mengumpulkan uang selama saya cuti. Dan saya pasti kembali." Aku berharap rencana ini tidak meleset.
__ADS_1
"Baiklah. Secepatnya kamu urus berkasnya ya? Ibu hanya berharap kamu segera kembali. Kamu anak berbakat. Sayang kalau tidak selesai."
"Baik Bu. Permisi." Pamitku sambil mengambil formulir cuti.
Dengan langkah gontai aku kembali ke kelas. Ada rasa cemas menghampiri.
Aku sudah lama memikirkan rencana ini. Saat cuti aku akan kursus menjahit dengan tabungan yang ku punya. Aku rasa itu pilihan terbaik. Aku masih bisa bekerja di sore harinya. Dan sudah pasti aku akan berbohong pada keluarga. Hatiku menjerit! Hatiku sangat sakit membuat keputusan ini.
Maaf Mak. Risa hanya tidak mau Mamak selalu mengemis belas kasihan orang. Pinjam sana sini. Itu lebih menyakitkan untuk ku.
Satu janjiku, Aku pasti bisa jadi sarjana seperti keinginan Mamak.
Tiba di kelas, Aku mengemasi barang barang ku.
"Mau kemana Ris?" Tanya Luna.
Luna pun mengikuti langkah ku.
Setibanya di sudut taman kampus yang agak sepi, aku pun menjelaskan semuanya kepada Luna.
"Kenapa mesti cuti sih?! Aku bisa bantu kok."
"Aku sudah cukup membuatmu repot. Dan aku tidak mau menambah utang budiku untukmu."
"Aku tidak repot Risa. Kau sahabatku satu satunya. Bagaimana dengan mimpi kita untuk wisuda sama-sama hah?!Cari kerja sama-sama?!" Luna mulai terisak. Dia memang agak cengeng dan manja. Wajarlah. Dia Putri tunggal dan keluarganya juga cukup punya nama di kota kecil ini.
"Ishhh! malu ah! anak gadis kok cengeng. Malu sama umur!!!Udah tua!!!"
__ADS_1
"Aku masih muda ya?! Sungutnya tidak suka.Dia pun mengusap air matanya. Kami pun tertawa.
"Baiklah nona kepala batu. Aku akan mendukungmu rencanamu itu. Tapi kau mau kursus dimana?"
"Itu yang di persimpangan mau kekampus. Kau tau kan?"
"Ohh. Jadi kita masih bisa sering ketemu dong?"
"Ya masih lah!!! makanya jangan melow duluan. Dasar cengeng!!!" Ejek ku.
Kami pun tertawa. Aku pun pamit untuk pulang.
Sepanjang perjalanan pikiranku melayang. Bagaimana jika rencana ini gagal? Bagaimana jika aku tetap tidak punya uang? Bagaimana jika aku ketahuan? atau tiba tiba menikah?
Ah! Tidak! Tidak!Tidak!
Cepat-Cepat ku buang semua pikiran itu.
Fokus! Aku harus Fokus. Segala keputusan pasti punya resiko. Dan aku harus siap menerima segala konsekuensinya.
Semangat Risa!!! Kau harus setegar batu karang di lautan. Masalah tidak akan membuatmu kalah!!! Kataku pada diri sendiri.
Readers!!!!
plisss tinggalkan jejak....
mohon kritik nya....
__ADS_1
sebelumnya ku ucapakan makasihhhhh!!!!