
Waktu sudah hampir siang. Dewi sepertinya sudah kenyang setelah memakan 4 porsi bakso jumbo. Terlihat dari gelagatnya yang sudah bersendawa berkali-kali.
"Dih sendawa mu itu dik." Tegur Rifky kala orang-orang menatap ke arah istrinya dengan tatapan heran.
"Hehehe kenyang sayang. Terimakasih mas." Ucap Dewi sambil senyum.
Tak mau berlama-lama di situ, Rifky segera membayar tagihan kemudian mengajak Dewi pulang. Dewi yang sudah mendapat apa yang dia mau hanya menurut dan menggandeng mesra Rifky.
Dalam perjalanan pulang nampak Dewi tersenyum-senyum memandangi Rifky. Lama memandangi Rifky kini Dewi beralih menyandarkan kepalanya di pundak Rifky. Pandangannya lurus ke depan dengan senyum yang tak lepas dari wajahnya. Tiba-tiba saat melihat pedagang kaki lima di jalan,
"Mas menepi bentar." Pinta Dewi yang membuat Rifky menepikan mobilnya dan berhenti.
"Kenapa lagi sayang?" Tanya Rifky yang belum tau kemauan Dewi.
"Adik mau kacang rebus. Mas di sini saja ya biar Dewi beli sendiri." Tanpa menunggu persetujuan, Dewi sudah keluar mobil dan berjalan menuju penjual kacang rebus itu.
Tak menunggu waktu lama, Dewi sudah mengetuk pintu belakang untuk di buka. Saat pintu terbuka, Rifky nampak kaget dengan sekantong plastik besar yang berisi kacang rebus. Dalam pikirannya dia melayang membayangkan Dewi menghabiskan semua kacang rebus itu sendiri.
"Jangan mikir aneh-aneh mas, ini oleh-oleh untuk Ibu Desi dan Pak Rudi." Ucap Dewi yang seolah tau apa yang di pikirkan oleh Rifky.
"Kirain buat kamu sendiri sayang." Ucap Rifky sambil tersenyum.
Kemudian setelah Dewi masuk, mobil kembali berjalan.
Tak lama berjalan, Dewi kembali meminta Rifky menepikan mobil. Kini yang di beli adalah Sate lontong. Tidak tanggung-tanggung, Dewi membeli semua sisa lontong dan sate yang di jual oleh penjual sate lontong keliling itu. Kalau di hitung mungkin masih ada kurang lebih 15 lontong dan 30-an sate.
"Buat Bu Desi dan Pak Rudi lagi ya?"
"Iya mas kalau nggak habis biar buat Nani sama Cahyo juga."
Mobil kembali melaju menuju arah ke tambak. Kali ini Dewi kembali meminta mobil untuk menepi. Namun, tidak nampak Dewi membawa apapun dan masuk kembali ke mobil dengan tangan kosong. Rifky pun tidak menanyakan apapun karena rasa letih dan ingin segera sampai di tambak untuk istirahat.
Mobil kembali melaju menuju ke tambak.
__ADS_1
Dan sesampainya di tambak, Rifky langsung masuk kedalam Rumahnya. Sementara Dewi, dia memberikan oleh-olehnya ke Pak Rudi yang kebetulan sedang bersama Bu Desi, Cahyo dan Nani.
"Wah dapat oleh-oleh nih" Celoteh Cahyo.
"Iya mas, ini semua buat kalian" Sahut Dewi dengan senyuman. Kemudian, "Masih ada lagi"
Dewi berjalan menuju ke mobil dan kembali dengan membawa lontong dan sate. "Dewi pengen lihat kalian menghabiskan ini semua."
Sontak semua menjadi kaget. Makanan sebegitu banyak harus habis. "Ini serius?" Tanya Cahyo.
"Iya mas. entah kenapa pengen saja Dewi lihat kalian menghabiskan ini semua." Ucap dewi sambil memasang raut memohon.
"Demi kamu sama jabang bayi." Ucap Bu Desi sambil memulai memakan sate lontong. dan kemudian di ikuti Pak Rudi, Nani dan Cahyo.
Sate lontong sudah habis kini mereka memulai memakan kacang rebus. saat mereka memakan sate lontong, nampak Rifky yang baru selesai mandi ikut bergabung.
"Mas tidak boleh ikutan makan." Tegur Dewi yang membuat Rifky mengurungkan niat untuk ikut memakan kacang.
"Hahahaha, kamu liat aja Ky. ini permintaan jabang bayi loh." Celoteh Cahyo yang semangat memakan kacang. Sontak mereka semua tertawa melihat Rifky yang manyun.
"Pak somaynya 4 porsi ya semuanya 15-an ribu." Kemudian Dewi mengeluarkan uang dan langsung membayarnya.
Kacang sekantong plastik belum habis kini di tambah somay. Nampaknya mereka sudah mulai kekenyangan dan sedikit malas untuk memakan makanan lagi.
"Aku tidak usah ya. Sudah kenyang aku." Ucap Cahyo yang menolak somay.
"Di makan dong mas. ih mas Cahyo gitu." Dewi mulai merengek yang memaksa Cahyo dan yang lain terpaksa memakan dari pada dari pada.
Rifky yang melihat itu hanya memakan somay sambil tersenyum, "mblenger-mblenger dah." Batin Rifky sambil tersenyum.
"Rejeki sih rejeki tapi ini sampai tumpah-tumpah." Batin Cahyo.
"Mbk aku sudah ya. Perutku sampai mau meletus mbk." Ucap Nani yang mulai tak sanggup lagi untuk makan.
__ADS_1
"Ya sudah tidak apa-apa, biar mas Cahyo yang habiskan." Ucap Dewi yang membuat Cahyo kaget. Namun akhirnya mau tidak mau ya di habiskan juga.
Siang itu, Nampak Pak Rudi, Cahyo, Bu Desi dan Nani kekenyangan karena makan terlalu banyak. Mereka berangsur pergi menuju kamar mereka dan tidur karena kenyang membuat mereka mengantuk.
Tinggallah Rifky yang tengah di temani oleh Dewi. Dalam suasana yang tinggal berdua itu, nampak Rifky tengah mengusap-usap perut Dewi. Sementara Dewi yang di usap perutnya mulai memejamkan matanya. Namun belu lama setelah itu,
"Mas, Dewi pengen minum es doger yang di kasih kerokan kelapa muda dari kelapa gading. Carikan buat Dewi ya mas?" Ucap Dewi lirih.
"Iya sayang, mas carikan." Jawab Rifky sambil tersenyum.
"Tapi gendong Dewi dulu ke kamar. Dewi mau nunggu mas sambil tiduran di kamar."
Tanpa menjawab, Rifky langsung menggendong Dewi dan membawanya masuk ke kamar dan merebahkannya di tempat tidur.
"Tidak ada satu pinta mu yang tidak bisa mas turuti." Lirih Rifky sambil mengecup kening Dewi. Dan setelah itu Rifky berdiri dan hendak mencari apa yang Dewi mau.
"terimakasih mas." Ucap Dewi saat Rifky sampai depan pintu kamar.
"Iya sayang." Jawab Rifky sambil menutup pintu meninggalkan Dewi yang mulai memejamkan mata tan tertidur dalam mimpinya.
Saat mentari mulai turun di puku 03:00 nampak Rifky sudah mendapatkan apa yang Dewi mau. Nampak senyum lega menghiasi raut mukanya.
"Dari mana Ky?" tegur Pak Rudi yang baru terbangun.
"Ini mencarikan es doger buat Dewi." Jawab Rifky sambil menunjukan bungkusan es doger yang baru di belinya.
"Kehamilan istrimu itu membuat kita gemuk mendadak." Ucap Pak Rudi sambil tertawa.
"Iya pak. Rifky sampai heran. Hari ini Dewi seperti tidak ada kenyang nya. Sampai-sampai Rifky khawatir kalau Dia sampai sakit gara-gara terlalu banyak makan."
"Yang penting dia bahagia Ky. Semua karena bayi yang ada di perutnya. turuti saja jangan membuatnya sedih."
"Iya pak."
__ADS_1
Setelah itu, kembali Pak Rudi duduk. Sementara rifky masuk ke kamar. Di lihatnya Dewi yang masih tertidur.
"Aku menyayangimu dik. Apapun yang kamu minta pasti akan aku turuti." lirih Rifky yang tidak mau membangunkan Dewi.