Dendam Menjadi Cinta

Dendam Menjadi Cinta
EP 11 Bertemu di rumah sakit


__ADS_3

Setelah mengatar Viany pulang ke Jakarta dan sampai di rumah kontrackan nya Gustian menyerahkan sebuah paper bag kecil kepada Viany.


"Ini untuk mu ."Ucap Gustian menyerahkan paper bag kecil itu kepada Viany tetapi Viany tidak langsung mengambilnya.


"Apa ini."Tanya Viany.


"Buka lah jika kamu ingin tahu ."Ucap Gustian dan Viany pun mengambil.


Setelah melihat isi dari paper bag kecil dan mengeluarkan sebuah kotak kecil Viany pun jadi bingun .


"Ini.."


"Untuk mu,, Bukankah ponsel mu ikut hilang bersama isian yang lain di dalam tas kamu."Ucap Gustian.


"Dan hanya ini saja yang bisa saya belikan untuk mu ." Ucap Gustian lagi.


"Tapi..."


"Terima lah sebagai... Sebagai hadiah teman baru mu."Ucap Gustian.


"Oh iya..Apakah kamu mau berteman dengan saya."Tanya Gustian.


Dengan tersenyum Viany berkata"Tentu,,Kamu orang baik yang telah menyelamatkan saya."


Orang baik...


Entah kenapa Gustian merasa di katakan orang baik oleh Viany membuatnya merasa tidak pantas untuk diri nya karena menyelamati Viany dari orang yang tidak kenal itu adalah drama darinya sendiri,dia lah yang menyuruh orang membawa Viany ke dalam mobilnya saat Viany sudah tidak sadarkan diri dan membawa ke kota Bandung agar bisa terhindar dari ketidak sengajaan bertemu dengan Gibran.


"Terima kasih karena menerima pertemanan dari saya."Ucap Gustian.


"Hmm..Tapi... Sampai sekarang saya masih belum tahu siapa nama mu."Ucap Gustian.


"Maaf.. Kenalkan Saya Viany Nugraha."Ucap Viany dan mengulurkan tangannya kepada Gustian lalu Gustian pun menyambut uluran tangan dari Viany dengan tersenyum.

__ADS_1


"Oh ya..Maaf tanpa izin dari kamu saya sudah menambahkan nomor saya di dalam contact hp mu itu dan saya juga sudah menyimpan nomor ponsel itu di contact saya."Ucap Gustian lagi.


"Jika kamu perlu bantuan silakan hubungi saya jika . " Sambungnya lagi.


"Terima kasih."Ucap Viany dengan anggukan kepalanya dan tersenyum.


"Baiklah kalau begitu saya pamit."Ucap Gustian dan berlalu pergi dari sana .


"Hati-hati."Ucap Viany dan di angguk oleh Gustian lalu Gustian pun pergi dari sana dan berjalan memasuki mobilnya.


"Kita akan bertemu kembali lagi ,lihat lah nanti setelah bertemu kembali saya tidak akan melepaskan mu."Batin Gustian dengan seringai yang jahat.


.


.


.


Tiga bulan sudah berlalu, semenjak mengantar Viany ke tempat tinggalnya Gustian dan Viany tidak saling menghubungi lagi.


Ya... Selama di Jakarta, Viany bukan hanya sekedar memperdalam ilmu kedokteran nya tetapi ia juga bekerja di salah satu rumah sakit yang ada di Jakarta.


3 Bulan yang lalu saat mendapat informasi tempat kerja Viany, Gustian menyusun rencana agar bisa mendekati Viany dan rencananya ialah bekerja sama di rumah sakit tempat Viany bekerja dengan menanam saham yang tinggi.


Saat bersama beberapa pengusaha lain mengelilingi Rumah sakit di tempat koridor Rumah Sakit Gustian bertemu dengan Viany sendirian berjalan ke arah mereka.


"Viany.."Ucap Gustian


"Tian.." Ucap Viany,lalu ia melihat beberapa orang di belakang punggung Tian dan menunduk hormat kepada orang -orang yang ada di sana yang Viany tahu ada wakil direktur, manager dan kepala rumah sakit.


"Nanti saya akan menelepon mu."Bisik Gustian lalu berlalu pergi bersama beberapa pengusaha lain .


Setelah satu jam mengelilingi Rumah Sakit Gustian pun menelepon Viany sesuai dengan yang dia katakan tadi akan meneleponnya.

__ADS_1


"Hallo.."Ucap Viany di seberang sana.


"Apakah kamu masih sedang sibuk."Tanya Gustian.


"Ngak begitu sibuk.."Ucap Viany.


"Apakah bisa makan bersama saya."Tanya Gustian.


"Bisa..Sebentar lagi pekerjaan saya sudah selesai."Ucap Viany.


"Baiklah,,kalau begitu kita bertemu di cafe yang ada di sebelah Rumah Sakit sini,saya akan menunggu kamu di sana."Ucap Gustian.


"Okey.."Ucap Viany lalu mereka pun saling menutup panggillan telepon.


Tak berselang lama Viany pun sampai di mana cafe yang di sebut Gustian tadi .


"Maaf,,Apakah kamu sudah lama menunggu."Tanya Viany setelah duduk di kursi.


"Ngak juga baru 10 menit lewat saya sampai sini "Ucap Gustian dan Viany hanya tersenyum.


"Baiklah.. Silakan pesan menu yang kamu sukai,saya akan traktir kamu."Ucap Gustian dan menyodorkan buku menu kepada Viany.


" Biarkan saya yang traktir kamu saja, lagian waktu itu saya belum sempat membalas kan Kebaikan mu yang sudah menolong saya."Ucap Viany dan Gustian hanya membalasnya dengan tersenyum.


Entah kenapa setiap kali mendengar Viany menyebutnya orang baik Gustian merasa tidak pantas di sebut dengan orang baik, karena semua yang dia lakukan tentu ada maksud tertentu


Lalu mereka pun memesan beberapa hidangan dan menikmati dengan sambil mengobrol beberapa hal.


"Hmm... Sebenarnya saya perlu bantuan mu."Ucap Gustian ketika mereka sudah siap makan.


"Apa yang bisa saya bantu."Tanya Viany.


"Hmm..Itu...Bisakah nanti malam kamu menjadi pedamping saya ke acara salah satu rekan bisnis saya."Tanya Gustian.

__ADS_1


"Baiklah..."Ucap Viany setelah terdiam beberapa saat.


"Terima kasih..Nanti saya akan meminta orang untuk mengirimkan gaun untukmu dan nanti malam saya akan menjemputmu."Ucap Gustian dan di angguk oleh Viany dengan tersenyum.


__ADS_2