
"Sebulan ini aku merasa Viany selalu menghindari ku juga jaga jarak dengan ku, apakah kakak keberatan jika kami selalu bersama.Oleh karena itu kakak meminta Viany agar jaga jarak dengan ku, apakah kakak takut aku akan merebut Viany kembali ke sisi Ku."Ucap Gibran.
Deggggg....
"Kenapa kamu mengatakan begitu."Tanya Gustian.
"Karena Kamu kakak ku."Ucap Gibran.
Ya.. Gibran memutuskan kembali ke rumahnya karena ia ingin tahu selama ini apakah Gustian yang meminta Viany jaga jarak dengannya.Mengingat sebelum mereka menikah walaupun Gustian sudah tahu bahwa wanita yang Gibran cintai adalah Viany, Gustian pun tetap menikahi Viany dan sekarang ketika merasa Viany semakin menjaga jarak di antara mereka membuat Gibran penasaran apakah kakaknya yang meminta Viany jaga jarak dengannya, mengingat kembali Viany tidak pernah menjaga jarak dengannya.
"Viany menjaga jarak dengan mu,mungkin Karena Viany sadar sekarang ia sudah menikah,sudah mempunyai suami dan dirinya Adalah seorang istri.Statusnya sudah berbeda."Jelas Gustian.
"Benarkah.."Tanya Gibran.
"Apakah kakak ada segitu buruk di mata mu,Dek."Tanya Gustian dan kali ini ia menyebut Gibran dengan sebutan 'Dek' dan Gibran yang tahu jika kakaknya sudah menyebutnya begini berarti hati Gustian sangat kecewa terhadapnya.
Bagaimana pun sejak kepergian ke dua orang tua mereka Gustian sangat menyanyangi Gibran dan bukan berperan sebagai seorang kakak saja tetapi juga berperan sebagai ayah dan bundanya.Apalagi selama ini Gibran bukannya tidak tahu bahwa dengan diam-diam kakaknya meminta seseorang untuk mengawasi semua aktivitasnya agar Gibran selalu dalam keadaan aman hanya saja Gibran tidak pernah tahu bahwa kebersamaan Gibran dan Viany orang suruhan kakaknya juga melaporkan kepada Gustian dan akhirnya perpisahan mereka terjadi karena kakaknya sendiri.
Dan saat Gustian mengatakan ia tidak tahu bahwa wanita yang di cintai olehnya itu adalah Viany, Gibran berpikir apakah orang suruhan kakaknya tidak pernah mengatakan kepada kakaknya bahwa ia sedang berdekatan dengan seorang wanita,tetapi jika orang suruhannya memberitahukan kepada kakaknya , Kakaknya pasti menanyakan kepadanya siapa wanita yang sedang ia dekati atau tugasnya orang suruhan kakaknya hanya mengawasi ke amanan Gibran saja mengingat kakaknya tidak pernah campur dalam pergaulannya karena kakaknya percaya ia tahu batasnya.Hanya jika terjadi sesuatu padanya orang suruhannya baru akan mengatakan kepada kakaknya dan jika semuanya aman orang suruhannya pun tidak melaporkan kepada kakaknya.
Seperti saat ia dan Susan terjadi sesuatu tidak perlu Gibran mengatakan kepadanya Gustian pun sudah tahu,tetapi saat ia sudah berdekatan dengan Viany apakah orang suruhannya benar-benar tidak memberitahukan kepada kakaknya karena semuanya aman-aman saja dan tidak terjadi sesuatu di antara Gibran Dan Viany oleh karena itu orang suruhannya tidak memberitahukan kepada kakaknya tentang hubungan dia dan Viany.
"Maaf Kak..."Ucap Gibran merasa bersalah karena telah mengecewakan kakaknya dan memandangnya begitu buruk di matanya.
Mendengar Gibran meminta maaf kepadanya, Gustian pun tersenyum setidaknya Gibran sadar tidak seharusnya ia memandang kakaknya begitu buruk hanya karena seorang wanita dan wanita itu adalah anak dari pembunuh orang tua nya.
.
__ADS_1
.
Saat masuk ke dalam kamarnya Gustian melihat Viany masih duduk di sofa yang memang ada di dalam kamarnya dengan pakain yang masih sama dengan tadi ia pulang kerja , Gustian pun mengernyitkan keningnya.
Viany yang sadar dengan kebingungan Gustian ia pun berkata "Bolehkah saya menggunakan kamar mandi mu ,Mas."
Deggg....
Entah kenapa pertanyaan Viany ini terasa sangat menusuk hati Gustian.
"Silakan."Ucap Gustian dengan muka datarnya.
"Terima kasih."Ucap Viany lalu ia pun masuk ke dalam kamar mandi membersihkan dirinya.
Gustian yang menatap kepergian Viany sampai hilang di depan pandangannya pun"" merasa sesuatu yang aneh.Viany adalah istrinya,mau masuk ke kamar mandinya pun Viany harus minta izin dengannya dulu,apakah maksud dari sikap Viany ini.
"Lain kali jangan pernah menginjakkan kaki mu naik ke atas sini lagi."
Apakah karena perkataan itu membuat Viany mengasingkan dirinya di atas sini karena semenjak Gustian berkata begitu Viany tidak pernah lagi naik ke atas dan ini pun pertama kalinya Viany masuk ke dalam kamarnya sejak mereka menikah dan sekarang karena Gibran menginap di sini dengan terpaksa Viany menginjakkan kakinya naik ke atas sini oleh karena itu saat mau masuk ke kamar mandinya Viany meminta izin kepadanya.
Sementara Viany yang berada di dalam kamar mandi menarik napasnya dalam-dalam lalu menghembuskannya dengan pelan-pelan..Entah kenapa ia merasa sangat sesak di dadanya jika bukan karena Gibran menginap di sini ia tidak akan pernah menginjakkan kakinya masuk ke dalam kamar suaminya sendiri.
Sebenarnya tadi saat mau masuk ke kamar Gustian Viany sedikit ragu tetapi akhirnya ia tetap memilih masuk tanpa menyentuh apa pun yang ada di dalam kamar Gustian, mengingat saat Gustian melarangnya naik ke atas Viany pun tidak berani sembarangan menyentuh barang-barang yang ada di dalam kamar Gustian.Oleh karena itu Viany memilih duduk di sofa dan menunggu Gustian masuk lalu meminta izin kepadanya karena ingin menggunakan kamar mandinya.
Tak berselang lama Viany pun sudah siap mandi dan saat ia keluar dari kamar mandinya ia tidak melihat keberadaan Gustian lagi di dalam kamarnya lagi.
Lalu Viany pun segera bersiap-siap dan turun ke bawa.Saat Viany turun ke bawa ia mendapati Gibran sedang duduk di ruang tamu sambil main ponselnya.
__ADS_1
"Gi.."Panggil Viany dan Gibran pun menoleh ke arahnya.
"Apa kamu sudah makan."Tanya Viany kepada Gibran.
"Belum.."Ucap Gibran.
"Kalau gitu Ayo makan.."Ucap Viany lalu berjalan ke ruang dapur dan di ikuti Gibran di belakangnya.
Saat sampai di ruang makan Viany tidak mendapati keberadaan Gustian di sana lalu ia pun membalikkan badannya dan hendak bertanya kepada Gibran di mana kakaknya itu.Tetapi karena Viany mendadak menghentikan langkahnya dan membalikkan badan ia pun tidak sengaja menabrak Gibran yang tadi berjalan di belakangnya dan dengan reflesk Gibran memeluk pinggangnya agar Viany tidak jatuh ke lantai tetapi di saat yang bersamaan Gustian membukakan pintu ruang kerjanya yang memang ada di lantai bawa melihat Gibran dan Viany seperti saling berpelukan ia pun mengepalkan tangannya lalu ia pun berjalan mendekati Viany dan Gibran yang masih diam berdiri di sana.
Gibran yang dengan reflesk memeluk Viany tadi ,ia sangat rindu dengan pelukan itu bersama Viany.
"Ekhemmm...."Deheman Gustian akhirnya menyadarkan Gibran dan Viany.Lalu Gibran pun segera melepaskan tangannya dari pelukan Viany.
"Maaf."Ucap Gibran kepada Viany tetapi Viany melirik ke arah Gustian.
Saat melihat Viany melirik ke arah Gustian, Gibran pun sadar bahwa Viany takut suaminya ini salah paham terhadapnya.
"Maaf ...Tadi saya tidak tahu kamu mendadak membalikkan badan jadi .."
"Gak pa-pa ..Maaf juga karena saya mendadak membalikkan badan."Ucap Viany dengan tersenyum.
Gustian yang melihat kedekatan Viany dan Gibran tanpa di sadari ia mengepalkan tangannya dengan erat .
***Dukung author yoo.... Dengan terus membaca novel ini dan jangan lupa meninggalkan Like, hadiah,favorit, Vote dan comments..
Jika ada saran silakan comments ya..
__ADS_1
Thanks...🙏🙏🙏***