Dendam Menjadi Cinta

Dendam Menjadi Cinta
EP 64 Alasan apa itu ?


__ADS_3

"Ternyata jam istirahat sudah lewat 15 menit ."Gumam Gustian,lalu ia pun mengambil ponselnya menghubungi Viany Karena ingin mengajak Viany makan siang bersama.


Tetapi sudah 3 kali Gustian menghubungi Viany, Viany tidak menjawab panggillan telepon.


"Apakah Viany sedang sibuk atau sedang mengadakan operasi pasiennya."Gumam Gustian.Lalu tanpa banyak pikir lagi ia pun segera pergi ke rumah sakit tempat Viany kerja.


.


.


"Jadi aku memilih bekerja di rumah sakit ini karena Aku sangat berminat bekerja di rumah sakit ini."Ucap Viany setelah ia menceritakan tentang dia dan Gustian memang adalah suami istri dan suaminya memang pemilik rumah sakit xxxx juga kenapa ia lebih memilih bekerja di rumah sakit ini dari pada rumah sakit suaminya.


"Hanya karena berminat."Tanya Bima setelah ia mendengar alasan Viany kenapa ia mau bekerja di sini dan di angguk oleh Viany.


"Alasan macam apa itu.."Tanya Bima lagi.


"Hah.."


"Jika suatu hari kamu tidak berminat lagi kerja di sini apakah kamu akan berpindah ke rumah sakit yang lain."Tanya Bima.


"Jika Aku sudah nyaman bekerja di sini kenapa aku harus pindah ke rumah sakit yang lain."Tanya balik Viany.


"Jadi maksudnya kamu berminat kerja di sini karena kamu tidak nyaman bekerja di rumah sakit suami mu."Ucap Bima dengan sengaja membuat Viany kesal.Entah kenapa dari dulu Bima memang suka membuat Viany kesal.


"Dokter Bima Sebastian,Pak Bima Sebastian..Jika anda tidak menerima alasan ku bekerja di sini, Aku akan menerima dengan lapang dada."Ucap Viany mulai kesal dan itu memang tujuan Bima.


"Baiklah... Sebagai teman mu Aku tidak menolak alasan mu yang memang berminat kerja di rumah sakit ini dan tentu saja aku sangat senang karena kamu lebih memilih bekerja di rumah sakit ini dari pada rumah sakit suami mu,karena itu tandanya rumah sakit ku ini lebih baik dari rumah sakit milik suami mu,Bukan."Ucap Bima dengan bangga.


"Ya..Anda memang harus senang karena rumah sakit mu ini akhirnya memiliki dokter yang hebat seperti diri Ku yang dari rumah sakit suami ku."Ucap Viany tak kalah bangga dengan dirinya sendiri dan juga memuji rumah sakit suaminya memiliki dokter hebat sepertinya ini mau bekerja di rumah sakit nya.


"CK... Baiklah.. Semoga kamu selalu beta bekerja di sini."Ucap Bima.

__ADS_1


"Amin.."


Sementara di dalam ruangan Viany, Gustian yang baru sampai di sana sedang menunggu Viany dan ingin mengajak Viany makan siang bersamanya,tetapi sayangnya Viany tidak ada di sana dan Gustian pun memilih menunggu Viany di sana saja.


"Tetapi kenapa kamu bisa begitu minat kerja di rumah sakit ini."Tanya Bima lagi merasa tidak puas jika tidak melihat Viany semakin kesal karena ulahnya.


"Astagaaa..Pak Bima,, kenapa waktu aku interview kamu tidak berada di sana dan sekaligus dengar alasan ku kenapa begitu minat kerja di rumah sakit mu ini."


"Ya..Mana ku tahu kamu sudah punya suami dan suami mu itu punya rumah sakit juga."Ucap Bima dengan santainya.


"Ya ..Udh kalau kamu begitu ingin tahu cari aja sana yang pernah interview aku waktu itu."


"CK..Gak sopan banget sama atasan mu."


"Sekarang waktunya istirahat, Dokter sialan dan bukankah itu memang permintaan mu agar kita jangan terlalu formal jika hanya kita berdua saja atau di luar waktu kerja."


.


.


"Mas.."Panggil Viany terkejut karena saat buka pintu ruangannya ia mendapati Gustian sedang duduk di dalam ruangannya.


"Sayang.."Panggil Gustian dengan tersenyum senang, tetapi saat melihat seseorang kembali bersama Viany senyuman yang tadi merekah dengan pelan menjadi lenyap.


Bima yang melihat Suami temannya ini berada di sini ia pun mengenalkan dirinya.


"Kenalkan,Saya Bima Sebastian.Rekan kerja Viany sekaligus teman kuliah Viany."Ucap Bima dengan mengulurkan tangannya kepada Gustian.


"Gustian Alvado, Suami Viany."Ucap Gustian dengan membalaskan uluran tangan dari Bima.


"Baiklah..Kalau begitu saya tidak menganggu kalian,tetapi.. Dokter Viany bisakah sekarang anda mengambil dokumen yang tadi saya minta."Ucap Bima.

__ADS_1


"Baik.."Ucap Viany lalu ia pun mengambil sebuah dokument yang tadi Bima minta .


"Terima kasih,,,permisi.."Ucap Bima dengan sopan lalu ia pun keluar dari ruangan Viany.


"Mas,, apakah kamu ada perlu."Tanya Viany kepada Gustian ketika Bima sudah keluar dari ruangannya.


"Apakah kamu sudah makan siang, Sayang."


"Sudah,tadi aku makan siang bersama dokter Bima."


"Oh.. Baiklah..Kalau begitu Mas pamit dulu."Ucap Gustian yang sebenarnya merasa cemburu karena istrinya makan siang bersama pria lain, apalagi Gustian juga baru tahu ternyata mereka berdua ini adalah teman kuliah.Pantasan mereka berdua begitu akrab,lalu sebelum Gustian benar-benar hendak keluar dari ruangan Viany, Viany memanggilnya.


"Mas.."Panggil Viany sebelum Gustian sudah benar-benar keluar dari ruangan Viany.


"Ya.."


"Hanya gitu.."


"Maksudnya.."Tanya Viany tidak mengerti.


"Mas ke sini hanya tanya Aku sudah makan siang atau belum saja."


"Hmmm... Sebenarnya Mas tadi mau ajak kamu makan siang bersama tadi,tetapi beberapa kali Mas telepon kamu tidak angkat telepon dari,Mas.Jadi..Jadi Mas langsung ke sini mencari mu."Ucap Gustian.


"Jadi Mas belum makan siang."Tanya Viany dan di angguk oleh Gustian.


"Maaf,,, Ponsel aku tadi ketinggalan di sini,Mas."Ucap Viany merasa bersalah.


"Gak pa-pa, Sayang."


"Baiklah..Karena waktu istirahatnya juga sudah habis,jadi kamu silakan lanjut saja dengan kesibukan mu dan Mas pergi dulu."Ucap Gustian lagi dan langsung pergi dari sana.

__ADS_1


Viany menghela napasnya ketika Gustian sudah keluar dari ruangannya.


__ADS_2