Dendam Menjadi Cinta

Dendam Menjadi Cinta
EP 42 Belanja bersama


__ADS_3

Seharian ini, Gustian sangat sibuk di kantor rumah sakit milik keluarganya sampai ia benar-benar tidak sadar sekarang sudah waktunya makan siang jika Gibran tidak membawa makan siang untuknya.


"Kak,makan lah dulu jangan sampai lewat makan mu lagi."Ucap Gibran yang sudah di depan kursi meja kerja Gustian dan meletakkan makan siang untuk Gustian di meja kerjanya.


Gustian yang hanya melihat Gibran yang masuk ke dalam kantornya ia pun bertanya "Viany mana,kenapa tidak datang bersama mu."


"Vian sudah pulang, kebetulan sudah tidak ada jadwalnya lagi."Ucap Gibran.


"Sudah kakak katakan berapa kali, Panggil Viany kakak ipar dia sekarang adalah istri Ku ,kakak ipar mu."Tekan Gustian lagi dengan kesal.


"Ckk.. Istri mu yang benar saja."Ucap Gibran.


"Emangnya kenapa, Bukankah Viany memang istri Ku..."Tanya Gustian.


"Sudah lah,,,Itu makan siang mu jangan sampai lupa di makan lagi,Aku pergi dulu."Ucap Gibran beranjak dari tempat duduknya.


"Mau ke mana.."Tanya Gustian.


"Mau pulang,temuin kakak ipar Ku."Ucap Gibran dengan sengaja.


"Gibran... Gibran ,apakah kamu sudah tidak ada jadwal lagi juga."Teriak Gustian tapi di abaikan oleh Gibran yang sudah keluar dari kantornya.


"Dasar adek yang tidak punya sopan santun."Umpat Gustian.


.


.


Waktu berjalan dengan sangat cepat sekarang jam sudah menunjukkan pukul 8 malam ,Gustian yang hari ini sangat sibuk dengan pekerjaannya pun baru saja pulang kerja.


Baru saja Gustian keluar dari dalam mobilnya ,mobil yang di kendarai oleh Gibran pun baru tiba dari luar.


"Kak.. Baru pulang."Tanya Gibran ketika ia sudah turun dari mobilnya.

__ADS_1


"Ya.."Ucap Gustian lalu Gustian yang melihat Viany juga baru keluar dari mobil Gibran ia pun mengernyitkan keningnya.


"Kalian dari mana..."Tanya Gustian.


"Hm..Kami baru saja belanja beberapa keperluan di mall tadi."Ucap Gibran sambil membantu Viany membawa barang belanjaannya tadi masuk ke dalam rumahnya.


Mendengar itu Gustian merasa cemburu lagi, karena selama ini ia tidak pernah bersama Viany keluar bersama belanja keperluan mereka.


"Mas, Gibran ada beli sate Ayam untuk Mas..Tadi Aku sama Gibran habis belanja kami makan sate Ayam di tepi jalanan kata Gibran kamu juga suka makan sate Ayam jadi dia beliin 1 bks untuk mu."Ucap Viany panjang lebar ketika mereka sudah masuk ke dalam rumah.


"Terima kasih."Ucap Gustian.


"Kalau begitu Mas bersihkan diri dulu ya.."Ucap Gustian lagi lalu segera menuju ke kamarnya yang ada di lantai 2.


Setelah masuk ke dalam kamarnya Gustian menarik napasnya dalam-dalam lalu menghempaskannya ,rasa sesak yang sudah ia tahan sejak pagi tadi melihat Gibran dan Viany sedang sarapan bersama dan sekarang melihat Viany dan Gibran keluar bersama belanja beberapa keperluan dan juga sama-sama makan sate di tepi jalanan benar-benar membuatnya merasa sesak di dadanya.


Habis itu Gustian pun segera masuk ke dalam kamar mandi dan membersihkan dirinya.Tidak membutuhkan waktu yang lama akhirnya Gustian pun sudah siap membersihkan dirinya,tetapi baru saja ia keluar dari kamar mandinya ia mendapati Viany sudah berada di dalam kamarnya dan sepertinya memang sedang menunggunya.


"Emm..Mas, makanlah dulu sate yang Gibran beliin tadi lalu mari kita bicara."Ucap Viany dan entah kenapa itu membuat Gustian jadi merasa was-was apa yang ingin Viany bicarakan padanya.


"Ada apa dengannya.."Gumam Viany.


.


.


Di lantai bawah Gustian yang baru saja habis makan sate Ayam yang Gibran belikan untuknya tadi,ia tidak segera kembali ke kamarnya menemui Viany tetapi ia masuk ke ruang kerjanya.


Seperti biasa jika ada hal yang sedang mengganggu pikiranya Gustian akan menatap photo keluarganya di meja kerjanya.Tetapi kali ini Gustian tidak tahu mau menceritakan apa kepada Ayah dan Bundanya yang ada di dalam figura photo yang sedang ia pegang..Entah kenapa rasa tidak enak yang semalam ia rasakan itu tiba-tiba ia sekarang merasakannya lagi.


"Perasaan apa ini.."Gumam Gustian dengan satu tangannya memegang dadanya.


Lalu tak berselang lama Gustian pun kembali ke dalam kamarnya dan sebelum maksud ke dalam Gustian menarik napasnya dalam-dalam lagi lalu menghempaskannya lagi setelah sudah merasa agak baik Gustian pun memutar ganggang pintu kamarnya dan masuk ke dalam kamarnya.

__ADS_1


Degggggg...Entah kenapa tiba-tiba jantung Gustian berdetak begitu cepat ketika melihat Viany sedang duduk di sofa yang sepertinya memang sedang menunggunya kembali ke kamarnya.


Ketika melihat Gustian masih berdiri di depan pintu Viany pun mengernyitkan keningnya dan memanggil Gustian.


"Mas.."Panggil Viany.


"Ah..Ya.."Ucap Gustian tiba-tiba merasa gugup dan Viany sadar dengan kegugupan Gustian.


"Mas,,, kamu baik-baik saja..?"Tanya Viany.


"Hm..Tentu..Emang ada apa dengan Aku."Ucap Gustian dengan tersenyum.


"Baguslah jika kamu baik-baik saja."Ucap Viany.


"Hm."


"Baiklah..Mari kita bicarakan hubungan kita selanjutnya,,Mas."Ucap Viany lagi tanpa basa-basi.


Deggggg... Tiba-tiba jantung Gustian berdetak dengan cepat lagi dan rasanya agak susah untuk bernapas.


"Memangnya apa yang ingin mau kamu bicara kan."Tanya Gustian dengan rasa was-was.


"Aku sudi menjadi pelampiasan mu, pelampiasan apa yang telah Papa ku lakukan kepada kedua orang tua mu.Sampai...Sampai kamu mau melepaskan ku."Ucap Viany menatap Gustian dengan tenang.


Deggggg....


Menjadi pelampiasan mu..


Sampai kamu mau melepaskan ku...


"Apa artinya sampai aku puas menyakitinya lalu menceraikannya."Batin Gustian.


.

__ADS_1


.


Maaf ya semalam author tidak up..Karena gangguan sinyal jadi author susah up ...🙏🙏🙏


__ADS_2